loading...

Harga Sapi dan Pedet Bulan April 2018 Di Pasar Hewan

loading...

Harga sapi lokal dipasar hewan memasuki bulan April 2018 cenderung stagnan bahkan ada sedikit penurunan. Penurunan harga terutama pada sapi-sapi siap potong dan yang tidak biasa adalah penurunan pada harga pedet beberapa jenis sapi.

Impor daging India yang terus dilakukan pemerintah melalui Bulog ternyata memang berpengaruh negatif terhadap harga sapi dari sisi peternak maupun pedagang ternak. Tetapi bisa dikatakan berpengaruh positif bagi jagal sapi dan pedagang daging. Mengapa?

Harga sapi yang terus turun mengakibatkan peternak terancam merugi sedangkan bagi jagal dan penjual daging malah sangat menguntungkan karena meski harga sapi hidup turun tetapi harga daging sapi tetap bertahan tinggi diatas Rp 100.000 per kg masih jauh diatas target pemerintah yaitu Rp 80.000 per kg. Dengan kondisi ini maka jagal dan pedagang daging bisa mendapatkan keuntungan yang lumayan besar.

Bisa dibayangkan jika harga daging bisa 80 ribu rupiah per kg maka harga sapi lokal dipastikan akan terjun bebas dan kemungkinan bisa terjadi gejolak seperti tahun 2010 - 2011 dimana harga sapi lokal anjlok sampai titik yang paling tidak menguntungkan peternak.

Memang ada fenonema yang agak mirip saat ini jika dibandingkan dengan tahun 2011 yaitu harga pedet yang terus turun. Tahun 2010 - 2011 bahkan harga pedet per kg bisa dibawah harga sapi siap potong dan ini benar-benar membuat peternak/breeder sapi lokal putus asa dan ramai-ramai menjual pedetnya karena tidak ada gairah lagi untuk memelihara sapi.

Harga sapi siap potong juga cenderung turun karena permintaan jagal yang juga turun yang ditandai dengan sepinya RPH. Penurunan jumlah potong di RPH memang sangat terasa pada beberapa bulan sejak akhir tahun 2017 lalu. Bahkan ada informasi beberapa RPH jumlah pemotongan sapinya bisa turun sampai 50% lebih yang bahkan retribusinya sudah tidak bisa menutupi biaya operasional RPH.

Berikut ini informasi harga sapi dan pedet di pasar hewan memasuki bulan April 2018
  • Harga pedet untuk jenis limousin berkisar antara Rp 6.000.000 - Rp 10.000.000 per ekor, harga per kg berat hidup antara Rp 50.000 - Rp 55.000/kg. Harga mengalami penurunan jika dibandingkan bulan sebelumnya yang masih mencapi Rp 60.000 per kg.
  • Harga pedet untuk jenis FH jantan berkisar antara Rp 3.000.000 - Rp 7.000.000 per ekor, harga per kg hidup antara Rp 43.000 - Rp 45.000/kg, harga turun drastis jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai Rp 50.000/kg.
  • Harga  sapi siap potong berkisar antara Rp 16.000.000 - Rp 25.000.000 per ekor, harga per kg berat hidup berkisar antara Rp 41.000 - Rp 43.000/kg.
  • Harga sapi lokal bakalan berkisar antara Rp 14.000.000 - Rp 16.000.000 per ekor, harga per kg antara Rp 42.000 - Rp 44.000 per kg.

Harga sapi bakalan dengan berat antara 250 - 300 kg kemungkinan akan bisa bertahan karena jelang hari raya kurban akan banyak pedagang yang mencari sapi untuk kurban dengan ukuran berat antara 250 - 300 kg. Harga sapi yang kemungkinan akan terus turun adalah harga sapi siap potong dan juga harga pedet karena kebijakan pemerintah dengan daging kerbau impor asal India memang berpotensi menekan harga sapi secara umum. Sementara untuk pedet saat ini memang sedang "banjir" di pasar hewan sehingga sangat wajar jika harga sangat tertekan dan akan cenderung terus turun. Kebijakan pemerintah dalam pengetatan pengawasan pemotongan betina produktif dan juga program Upsus Siwab sepertinya sangat berpengaruh dengan banyaknya pedet dipasar hewan.

Informasi harga sapi dan pedet diatas bisa saja berubah sewaktu-waktu dan bisa berbeda diantara pasar hewan yang satu dengan pasar yang lainnya. Harga sangat tergantung situasi pasar saat hari pasaran.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:33
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.