Macam dan Jenis Legume Hijauan Pakan Ternak Sumber Protein


Hijauan Pakan Ternak Jenis Legume Umumnya Adalah Penghasil Protein Yang Tinggi

HMT atau Pakan Ternak Alami yang berupa hijauan dapat dibedakan dalam 2 kelompok besar yaitu jenis rumput dan jenis legume atau leguminosa. Sebenarnya jenis legum banyak sekali tetapi hanya sebagian kecil yang merupakan jenis pakan ternak berkualitas unggul dan sebagian adalah penghasil protein tertinggi dan sangat bagus untuk ternak. Jenis legume antara lain turi, centro, kacang ruji, kacang asu, sylo, lamtoro dll.

Keunggulan legume antara lain adalah kemampuan dalam mengikat Nitrogen (N) di udara dengan ditandai adanya bintil-bintil di perakaran merupakan ciri khas dari tanaman leguminosa atau legum. Terdapat dua jenis tanaman legm, yaitu legum semak (herba) dan legum perdu (pohon) yang membentuk pohon dan berkayu.

Legum semak umumnya digunakan sebagai pupuk hijau (green manure) dan tanaman penutup tanah (cover crop). Sedangkan legum perdu digunakan untuk penahan angin. Legum perdu biasanya ditanam di bagian pinggir sawah sebagai pagar pembatas. Kedua jenis legum tersebut memiliki kemampuan dalam memfiksasi N di udara dengan sangat efisien.

Nitrogen yang difiksasi oleh legum akan mulai tersedia di tanah dan dapat dimanfaatkan oleh tanaman lain setelah perakaran legum terurai. Waktu yang dibutuhkan juga bervariasi, mulai dari 2-4 minggu setelah pemotongan legum. Untuk mendapatkan kandungan N yang maksimal, pemotongan dilakukan pada saat tanaman legum memasuki fase pertumbuhan generatif. Saat legum mulai berunga, kandungan N dalam perakaran legum mencapai puncaknya. Selain itu rasio C (Karbon) dan N (Nitrogen) dalam tanaman juga rendah. Dengan keadaan tersebut, ketika tanaman legum dipotong maka bagian tanaman legum mulai dari daun, batang, bunga dan akar akan sangat mudah terurai dan menjadi sumber hara makro dan mikro bagi tanaman selanjutnya.

Jenis-jenis Leguminosa:

Indigofera Sp

Indigofera Sp merupakan tanaman dari kelompok kacangan (family : Fabaceae) dengan genus Indigofera dan memiliki 700 spesies yang tersebar di Benua Afrika, Asia dan Amerika Utara. Sekitar tahun 1900 Indigofera sp dibawa ke Indonesia, oleh kolonial Eropa serta terus berkembang secara luas (Tjelele 2006). Tanaman ini dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak yang kaya akan nitrogen, fosfor dan kalsium. Indigofera Sp mengandung pigmen indigo, yang sangat penting untuk pertanian komersial pada daerah tropic dan sub tropic, selanjutnya dapat digunakan sebagai hijauan pakan ternak dan suplemen kualitas tinggi untuk ternak ruminansia (Haude, 1997).

Indigofera sp. sangat baik dimanfaatkan sebagai hijauan pakan ternak dan mengandung protein kasar 27,9%, serat kasar 15,25%, kalsium 0,22% dan fosfor 0,18%. Legum Indigofera Sp. memiliki kandungan protein yang tinggi, toleran terhadap musim kering, genangan air dan tahan terhadap salinitas (Hassen et al., 2007). Dengan kandungan protein yang tinggi (26% - 31%) disertai kandungan serat yang relatif rendah dan tingkat kecernaan yang tinggi (77%) tanaman ini sangat baik sebagai sumber hijauan baik sebagai pakan dasar maupun sebagai pakan suplemen sumber protein dan energi, terlebih untuk ternak dalam status produksi tinggi (laktasi).

Karena toleran terhadap kekeringan, maka Indigofera Sp. dapat dikembangkan di wilayah dengan iklim kering untuk mengatasi terbatasnya ketersediaan hijauan terutama selama musim kemarau. Keunggulan lain tanaman ini adalah kandungan tanninnya sangat rendah berkisar antara 0,6 – 1,4 ppm (jauh di bawah taraf yang dapat menimbulkan sifat anti nutrisi). Rendahnya kandungan tannin ini juga berdampak positif terhadap palatabilitasnya (disukai ternak).

Centro (Centrosema pubescens)

Berasal dari Amerika Selatan (tropik), bahan penanaman adalah biji. Dapat tumbuh pada jenis tanah ringan dan sedang. Agak tahan terhadap tanah asam. Ketinggian bisa tumbuh sampai pada ketinggian 0-1.000 m. Curah hujan 1300 mm/tahun. Temperatur sekitar 270 C, dalam kondisi lembab.

Termasuk tanaman leguminose berumur panjang (lebih dari satu tahun). Batang-batangnya tumbuh menjalar, dn bagian ujungnya melilit. Sesudah berumur lebih dari 4 bulan membentuk pertanaman yang menutup tanah. Bunganya berwarna ungu, besar, dan polongnya panjang, berdaun 3 buah berbentuk oval pada setiap tangkai. Daun lebat, batang tak berkayu. Centro tahan hidup di bawah naungan, dan tahan kekeringan. Demikian pula, bahwa tanaman ini baik untuk dipergunakan sebagai penutup tanah dan pupuk hijau, karena tumbuh cepat, agresif dan daunnya lebat. Tanaman ini juga bisa ditanam di tanah yang kering, tanpa pupuk.

Kacang Asu (Calopogonium mucunoides)

Berasal dari Amerika Selatan, bahan penanaman adalah biji. Dapat tumbuh pada struktur tanah sedang sampai berat. Ketinggian 200-1000 m. Curah hujan 1270 mm/tahun. Biasa hidup pada temperatur yang lebih panas, atau daerah tropis yang basah.

Tanaman ini berumur pendek, tumbuh menjalar dan memanjat, bisa mencapai 30-50 cm. Batang dan daun yang masih muda berbulu, berwarna coklat keemasan. Bentuk daun bulat, setiap tangkai terdapat 3 buah daun. Bunganya kecil, berwarna ungu. Karena tanaman ini banyak berbulu, maka kurang disukai hewan.

Alfalfa (Medicago sativa.L)

Alfalfa (Medicago sativa.L) adalah tumbuhan dari keluarga kacang polong (Fabaceae). Tumbuhan ini adalah legum hijau abadi (evergreen), yang biasanya berumur hingga 4-8 tahun tetapi dapat hidup lebih dari dua puluh tahun, tergantung pada varietas dan iklim.






Tumbuhan ini dapat mencapai ketinggian satu meter dan memiliki sistem perakaran yang dalam, kadang-kadang akarnya dapat sampai + 30 meter didalam tanah sehingga memberikan 60 jenis kandungan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Hal ini membuatnya sangat tangguh, terutama terhadap kekeringan.

Tumbuh di pegunungan mediterania di sebelah barat daya Asia. Alfalfa dipercaya berasal dari Iran. Alfalfa merupakan salah satu kacang-kacangan alam tertua di dunia, Alfalfa diketahui dibudidayakan selama lebih dari 2000 tahun. Alfalfa diperkenalkan ke Eropa dari Asia oleh bangsa Persia pada perkiraan tahun 490 sebelum masehi.

Orang-orang Arab, beberapa abad yang lalu, menggunakan Alfalfa sebagai pakan untuk kuda-kuda mereka dan mengklaimnya dapat membuat hewan-hewan mereka cepat dan kuat. Akar dari tanaman Alfalfa dapat menyentuh ke dalam bumi untuk mencapai mineral yang tidak dapat diakses oleh sebagian tanaman lainnya. Konon kandungan gizi alfalfa merupakan yang terlengkap di antara semua tumbuhan. Hampir semua zat gizi yang bermanfaat bagi kesehatan terkandung di dalam tumbuhan yang termasuk keluarga kacang-kacangan ini. Sebut saja mineral. Mineral unggulan berupa kalsium, besi, magnesium, fosfor, tembaga, dan seng terkandung di dalamnya. Vitaminnya, mulai dari vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, C, K, hingga asam folat juga ada. Tidak heran, tumbuhan ini dikenal sebagai bapak dari segala tanaman.

Kandungan protein dalam Alfalfa adalah 18,9% dibandingkan 16,5% untuk daging sapi, 3,3% untuk susu dan 13,1% untuk telur. Alfalfa juga mengandung alkalin. Kandungan kalsium di Alfalfa juga sangat tinggi yaitu 14 kali lebih dibandingkan bibit gandum. Daun Alfalfa memiliki kandungan zat hijau daun (chlorophyll) yang empat kali lebih tinggi daripada sayuran yang biasa di konsumsi.

Kacang Ruji, Kudzu (Pueraria phaseoloides = Pueraria javanica)

Berasal dari India Timur, yang kini telah tersebar luas di negara-negara tropik. bahan penanaman dalah biji atau stek. Dapat tumbuh pada jenis tanah struktur ringan, sedang sampai berat. Ketinggian 0-1000 m. Curah hujan 1270 mm/tahun. Temperatur sesuai di daerah tropis yang lembab.

Pueraria termasuk tanaman jenis leguminose berumur panjang, yang berasal dari daerah sub-tropis, tetapi bisa hidup di daerah tropik dengan kelembaban yang tinggi. Tanaman ini tumbuh menjalar dan memanjat (membelit), bisa membentuk hamparan setinggi 60-75 cm. Pueraria memiliki sistem perakaran yang dalam (1-6 m), masuk ke dalam tanah dan luas. Maka di musim kemarau ia masih bisa bertahan, hanya meranggas daunnya, tetapi di musim penghujan daun-daun tersebut akan tumbuh menghijau kembali. Stolon tanaman ini pada setiap buku dapat tumbuh akar dan cabang tanaman baru, sehingga sangat bagus sebagai penahan erosi. Pueraria berdaun lebar, bulat, dan meruncing di bagian ujungnya, serta lebat. Daun-daunnya yang masih muda tertutup bulu yang berwarna coklat, sedangkan bunganya berwarna ungu kebiruan. Karena tanaman ini daun-daunnya sangat lebar dan lebat, maka sangat baik dipergunakan sebagai penutup tanah, di samping sebagai bahan makanan ternak yang sangat disenangi oleh hewan. Tanaman ini tahan ditanam di tempat yang agak teduh.

Lamtoro atau Petai Cina (Leucaena leucocephala)

Berasal dari Amerika Tengah (Mexico) dan Amerika Selatan. Bahan penanaman adalah biji. Dapat tumbuh pada jenis tanah sedang sampai berat. Ketinggian 700-1200 m. Curah hujan sekitar 700-1650 mm/tahun, atau lebih. Temperatur 20-300 C.

Tanaman ini berbentuk pohon yang bisa mencapai ketinggian 10 m, dan memiliki sistem perakaran yang cukup dalam. Daunnya kecil-kecil, bentuknya lonjong, sedang bunganya bertangkai, berkepala bulat bola yang warnanya putih kekuning-kuningan. Tanaman ini toleran terhadap hujan, angin, kekeringan/sinar matahari, serta tanah-tanah yang kurang subur asal drainase sempurna. Tanaman ini berguna sebagai makanan ternak, mempertahankan kesuburan tanah dan erosi. Lamtoro sebagai makanan hijauan ternak, jumlah zat-zat yang terkandung di dalamnya merupakan saingan bagi alfalfa. Sebab di samping banyak kandungan gizi, lamtoro yang masih muda rasanya enak dan mudah dicerna.

Lamtoro sebagai makanan hijauan ataupun konsentrat (biji) hanya bisa diberikan pada hewan ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba, atau bisa diberika kepada hewan-hewan monogastrik, tetapi dalam jumlah terbatas, mengingat bahwa tanaman ini mengandung racun (toxic). Kandungan racun ini disebabkan adanya glucoside mimosin yang terdapat baik pada daun maupun biji. Di dalam suatu percobaan pada ternak babi dengan menggunakan tepung hijauan lamtoro dalam jumlah 15 % yang dicampur ke dalam ransum, tak menimbulkan efek negatif (sakit). Tepung daun lamtoro tidak diberikan kepada hewan yang sedang bunting. Sedang pada unggas bisa diberikan pula, asal jumlahnya tak melebihi dari 5 %. Cara menurunkan kadar toxic adalah sebelum bahan dicampur dengan ransum lainnya, bahan disimpan selama 1 minggu atau dikeringkan, ataupun dengan menambahkan garam besi ke dalam ransum. Sedangkan yang berbentuk biji bisa direndam ke dalam air.

Sengon

Pohon sengon merupakan pohon yang serba guna. Dari mulai daun hingga perakarannya dapat dimanfaatkan untuk beragam keperluan.


Daun Sengon, sebagaimana famili Mimosaceae lainnya merupakan pakan ternak yang sangat baik dan mengandung protein tinggi. Jenis ternak seperti sapi, kerbau, dan kambingmenyukai daun sengon tersebut. Daun sengon tersusun majemuk menyirip ganda panjang dapat mencapai 40 cm, terdiri dari 8 – 15 pasang anak tangkai daun yang berisi 15 – 25 helai daun, dengan anak daunnya kecil-kecil dan mudah rontok. Warna daun sengon hijau pupus, berfungsi untuk memasak makanan dan sekaligus sebagai penyerap nitrogen dan karbon dioksida dari udara bebas.

Sistem perakaran sengon banyak mengandung nodul akar sebagai hasil simbiosis dengan bakteri Rhizobium. Hal ini menguntungkan bagi akar dan sekitarnya. Keberadaan nodul akar dapat membantu porositas tanah dan openyediaan unsur nitrogen dalam tanah. Dengan demikian pohon sengon dapat membuat tanah disekitarnya menjadi lebih subur. Selanjutnya tanah ini dapat ditanami dengan tanaman palawija sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani penggarapnya.Sengon memiliki akar tunggang yang cukup kuat
menembus kedalam tanah, akar rambutnya tidak terlalu besar, tidak rimbun dan tidak menonjol  kepermukaan tanah. Akar rambutnya berfungsi untuk menyimpan zat nitrogen, oleh karena itu tanah disekitar pohon sengon menjadi subur.

Bunga tanaman sengon tersusun dalam bentuk malai berukuran sekitar 0,5 – 1 cm, berwarna putih kekuning-kuningan dan sedikit berbulu. Setiap kuntum bunga mekar terdiri dari bunga jantan dan bunga betina,
dengan cara penyerbukan yang dibantu oleh angin atau serangga.

Buah sengon berbentuk polong, pipih, tipis, tidak bersekat-sekat dan panjangnya sekitar 6 – 12 cm. Setiap polong buah berisi 15 – 30 biji. Bentuk biji mirip perisai kecil, waktu muda berwarna hijau dan jika sudah tua biji akan berubah kuning sampai berwarna coklat kehitaman,agak keras, dan berlilin. Benih berbentuk pipih, lonjong, 3 – 4 x 6 – 7 mm, warna hijau, bagian tengah coklat. Jumlah benih 40.000 butir/kg. Daya berkecambah rata-rata 80%. Berat 1.000 butir 16 – 26 gram.

Sylo (Stylosanthes guyanensis, Stylosanthes gracilis)
Berasal dari Amerika Tengah dan Selatan, bahan penanaman adalah biji atau stek. Dapat tumbuh pada struktur tanah ringan, sedang sampai berat, dan tahan terhadap asam. Ketinggia 0- 1000 m. Curah hujan lebih dari 850 mm/tahun. Temperatur bisa hidup pada temperatur yang tinggi.

Stylosanthes termasuk tanaman berumur panjang (menahun), yang tumbuh tegak dan semi tegak menyerupai semak, yang bisa mencapai ketinggian 100-150 cm. Tanaman ini batangnya kasar, berbulu, serta rimbun, menutupi tanah. Tanaman ini setiap tangkai berdaun tiga helai. Sedangkan sistem perakarannya luas masuk ke dalam tanah, sehingga tahan terhadap kekeringan. Leguminose ini mudah beradaptasi, dapat tumbuh baik di daera kering mupun basah. Di tanah yang miskin pun dapat tumbuh, tahan terhadap tanah asam, tetapi tak tahan dengan naungan, produksi per tahun sekitar 6 ton.

Townville Stylo (Stylosanthes humilis)

Berasal dari Amerika Selatan (tropik), bahan penanaman adalah biji. Dapat tumbuh pada semua jenis tanah baik ringan, sedang atau berat. Tetapi lebih disukai pada jenis tanah ringan. Ketinggian 500-1500 m. Curah hujan 635-1780 mm/tahun. Temperatur 15- 270 C.

Tergolong legium berumur pendek (annual), ia akan mati di musim kemarau dan biji-bijinya akan tumbuh kembali di musim penghujan. Tanaman ini tumbuh pendek (± 70 cm), tegak membentuk semak, batangnya bercabang-cabang dan berbulu putih, pada setiap buku tumbuh semacam duri. Sedangkan daunnya, hanya kecil memanjang dan runcing. Setiap tangkai terdapai 3 helai daun. Tanaman ini tahan terhadap penggembalaan berat, tahan terhadap kekeringan dan genangan air. Keistimewaan tanaman ini ialah sangat disukai oleh ternak sapi dan lain-lainya, cepat tumbuh dan cepat menutupi tanah, tetapi tidak tahan di tempat yang teduh.

Turi (Sesbania grandiflora)

Berasal dari Srilangka, bahan penanaman adalah biji. Beradaptasi pada ketinggian di dataran rendah sampai dataran tinggi, di bawah 1200 m. Curah hujan 2000 mm/tahun. Sejenis tanaman semak yang bisa mencapai 5-10 m, tumbuh cepat di daerah tropis yang lembab. Maka tanaman ini di Indonesia banyak ditanam di pematang sawah. Tanaman ini bunganya besar berwarna putih tapi ada pula yang merah atau ungu. Sedangkan bentuk buahnya berbentuk polong yang panjang.

Hijauan turi dipergunakan sebagai makanan ternak sangat menguntungkan karena merupakan sumber vitamin, yaitu pro vitamin A, vitamin B, C dan E; Sumber mineral, terutama Ca dan P; Jika pemotongan teratur maka pertumbuhan kembali diperoleh daun yang selalu fresh pada sepanjang musim. Dapat hidup di tempat-tempat yang agak teduh dan tanah kapur, ataupun tanah tandus.
Jenis Legum populer antara lain Alfalfa (Medicago sativa L.), kembang telang (Clitoria ternatea), kacang sentro (Centrosema pubescens) dan kacang kedelai (Glycine max L.). Ketiga jenis legum tersebut memiliki kemampuan memfiksasi Nitrogen yang tinggi sekaligus mudah dalam hal penanaman maupun perawatan. Selain itu leguminosa perdu juga memiliki kandungan protein dan serat yang tinggi, sehingga sangat baik digunakan untuk campuran pakan ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing dan domba. Bahkan beberapa peternakan di Australia, Amerika dan Eropa menggunakan pakan full grass feed, yaitu pakan yang diberikan 100% hijauan dan tidak ada campuran konsentrat. Dimana produk yang dihasilkan lebih sehat dan harga jual yang lebih tinggi dibandingkan produk sejenis namun dengan menggunakan pakan konvensional atau campuran konsentrat.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:30
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.