Hoax Telur Palsu, Ini Penjelasannya!

Loading...

Hoaks Tentang Telur Palsu

Video yang menayangkan seorang ibu yang memperlihatkan adanya telur "palsu" sama sekali tidak benar, bodoh, dan menggelikan. Di situ diperlihatkan ketika telur dipecah putih telur terlihat cair. Putih telur untuk telur yang disimpan lama memang semakin cair. Kalau telur baru kental. Kemudian disebutkan pada kuning telur terdapat titik putih. Memang yang benar seperti itu, karena itu merupakan germ, atau discus germinalis, yang merupakan calon embrio sejati dari telur.

Disebutkan jika telur asli warnanya hitam. Justru itu salah. Germ akan hitam jika embrio dalam keadaan mati. Kemudian diperlihatkan jika di bagian dalam cangkang telur ada lapisan "plastik". Bagian tersebut ada pada semua jenis telur, dan itu merupakan membran telur yang terdiri dari 2 lapis. Saya yakin di pasaran tidak ada satupun telur palsu. Secara logika tidak mungkin orang repot2 memalsukan telur, karena harga telur sangat murah, yaitu 1500 per butir. Untuk menghasilkan telur palsu dengan struktur dan bentuk sempurna tentunya perlu biaya yang mahal!! (Heru Sasongko, pengajar Ilmu Ternak Unggas, Fakultas Peternakan UGM).
Berita hoaks telur palsu. Isu telur palsu di media sosial membuat resah masyarakat. Kepala Satgas Pangan Irjen Pol Setyo Wasisto menyebut, pihaknya telah melakukan uji laboratorium, di mana didapati telur yang dicurigai itu ternyata asli.
"Sampaikan ke masyarakat, tidak ada lagi yang namanya telur palsu. Ini udah diuji di laboratorium IPB (Institut Pertanian Bogor)," ujar Setyo yang juga Kadiv Humas Polri, di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (16/3).
Menurut Setyo, jelang Ramadan, isu telur palsu sangat mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ia juga menyayangkan merebaknya isu tersebut yang membuat masyarakat semakin ragu mengkonsumsi telur. Padahal, tingkat konsumsi masyarakat terhadap telur diketahui masih rendah.
Setyo menjelaskan saat ini rata-rata setiap orang Indonesia hanya mengonsumsi sekitar 10,44 kilogram telur per tahun.
"Kalau dihantam dengan isu telur palsu, masyarakat jadi ragu, akan menurunkan konsumsi per kapita. Juga akan menghantam industri peternakan ayam petelur. Yang rugi bangsa kita karena akan kekurangan protein," kata Setyo.
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syamsul Maarif menyebut, kemungkinan telur yang disebut palsu itu merupakan telur biasa yang sudah lama.
Syamsul mengatakan, telur yang kelamaan disimpan akan berpengaruh pada kualitasnya. Tapi, ia menegaskan, telur lama sejatinya tidak berbahaya dikonsumsi selama tidak rusak.
Berbeda cerita apabila cangkang retak, ia menyebut, telur tersebut akan rentan terkontaminasi dengan bakteri dan virus. Dengan begitu, tidak layak untuk dikonsumsi.
"Makanya kita jangan simpan telur lama-lama lebih dari empat minggu. Nanti polisi lihat fenomena apa yang berkembang di masyarakat. Tapi saya tegaskan telur palsu itu enggak ada," kata Syamsul.
"Kalau curiga telur palsu, bisa berhubungan langsung ke kami. Informasi yang disebarluaskan itu kami udah uji lab, bahwa telur itu enggak palsu. Mungkin cuma sudah terlalu lama," imbuhnya.
Bantahan atas Hoax telur palsu

Hoax tentang telur palsu sangat merugikan peternak dan merugikan masyarakat, akibatnya orang tua takut membeli telur, anak anak terancam kekurangan asupan gizi yang baik.

Mari kita ulas satu persatu hoax tersebut.

1. Selaput tipis yang diklaim plastik pada telur itu dinamakan membran telur, selaput ini berfungsi melindungi telur. Itu normal dan ada pada semua telur. Justru kalau membrannya semakin tebal berarti kualitas telur itu semakin baik dan tahan lama. Silahkan anda beli telur dimana saja, pecahkan secara perlahan di bagian oval telur ( bagian bawah / bagian oval yang lebih besar ). Dibagian oval telur ada rongga udara yang berfungsi sebagai cadangan oksigen bagi embrio, selanjutnya anda pasti akan menemukan selaput putih ini.

2. Telur asli diklaim memiliki bintik hitam karena suntik vitamin, ini juga salah. Telur tidak bisa disuntik karena akan berlubang dan menyebabkan cangkang rusak. Telur berlubang akan membuat telur rusak dan cepat busuk. Telur yang baik kuning telurnya bersih. Terkadang ada bintik merah pada telur yang disebabkan pecahnya pembuluh darah selama pembentukan telur, ini juga aman dikonsumsi.

3. Telur asli diklaim berbau amis, ini juga salah, mungkin orang tersebut biasa beli BS atau telur yg sudah expired. Telur yang baik justru tidak berbau. Bau pada telur justru disebabkan oleh cangkang telur yang kurang bersih. Isi telur yang baik justru tidak berbau.

4. Telur asli diklaim kuningnya tidak kenyal dan putih telurnya cair. Ini salah total, telur fresh justru kuning telurnya kenyal dan tidak mudah pecah, bahkan mudah diangkat / dipisahkan dari putihnya. Hal ini semakin membuktikan bahwa si penyebar hoax terbiasa beli telur yang kurang baik. Begitu dapat telur yang bagus malah shock dan menganggap palsu.

5. Sampai hari ini tidak ada tehnologi yang bisa membuat cangkang telur / telur utuh. Kalaupun suatu saat nanti ad, harganya pasti akan sangat mahal. Ngapain repot repot ? Peternak tinggal ambil telur tiap hari di kandang, ribet amat bikin yang palsu. Fyi harga telur di indonesia termasuk sangat murah bila dibandingkan dengan negara lain. Kalau bisa bikin telur palsu ngapain dipasarkan di Indonesia.

Jangan takut untuk mengkonsumsi telur, karena telur adalah sumber protein yang terbaik dan termurah. Bila produk makanan lain bisa diawetkan maka Telur utuh tidak dapat diawetkan, sehingga sangat baik bagi kesehatan keluarga anda. Telur adalah pilihan terbaik bagi asupan protein keluarga kita.

Penyebar Hoaks Telur Palsu Diancam Hukuman Maksimal 6 Tahun Penjara

Kepala Divisi Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto meminta masyarakat berhenti menyebarkan informasi soal telur palsu.

Sebab, Kementerian Pertanian sudah menyatakan bahwa isu tersebut tidak benar.

Jika sudah diingatkan, tetapi tetap diviralkan, maka penyebarnya terancam dijerat Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Jangan unggah ke medsos karena ada UU ITE. Siapa orang yang mengunggah berita palsu, dia diancam hukuman maksimal enam tahun penjara," ujar Setyo di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (16/3/2018).

Setyo mengatakan, pihaknya telah mendorong pengawasan Satgas Pangan di daerah yang dipimpin masing-masing direktur reskrimsus polda.

Polri mengedepankan upaya persuasif kepada masyarakat yang menyebarkan konten hoaks soal telur palsu.

"Jadi, jangan biasa mengunggah kalau kita tidak tahu. Kita sebarkan saja bisa kena," kata Setyo.

Sementara itu, Kepala Satuan Tugas Pangan itu menyatakan, media memiliki peran untuk mengedukasi masyarakat soal itu.

Sebab, sebagian masyarakat meyakini isu telur palsu itu benar. Hal tersebut tentu akan menimbulkan keresahan masyarakat.

"Konsumen jadi tidak yakin, jadi ragu saat mau beli di pasar atau toko. Ini juga merugikan para peternak ayam petelur," kata Setyo.

Isu hoaks itu, kata Setyo, bisa memengaruhi tingkat konsumsi telur yang terbilang rendah.

Berdasarkan data, rata-rata orang memakan telur 10,44 kilogram per tahun.

Per bulan tidak sampai 1 kg telur.

"Kalau dihantam dengan isu telur palsu, hal itu akan menurunkan konsumsi per kapita. Juga akan menghantam industri peternakan ayam petelur," kata dia.

Sumber fb, kompas.com dan sumber lainnya

loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:56
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.