Loading...

Jenis Teknologi Untuk Mencegah Kerusakan Bumi Bertambah Parah, Apa Saja?

Loading...
loading...

Saatnya Dikembangkan Teknologi Yang Ramah Lingkungan, Cegah Bumi Dari Kerusakan Yang Semakin Parah
Seperti diketahui, efek pemanasan global yang salah satunya adalah pencairan es dikutub yang semakin masif, suhu bumi yang semakin lama semakin bertambah panas akan berefek negatif terhadap keberlangsungan ekosistem dan kehidupan dibumi. Tidak hanya manusia yang akan terkena dampaknya tetapi semua makhluk hidup akan merasakan efek negatif akibat kerusakan bumi tersebut.

Semakin banyak kehancuran pada hutan-hutan tropis sebagai penyangga udara segar dan paru-paru dunia akibat eksploitasi yang semakin rakus dan serakah menyebabkan iklim bumi semakin tidak nyaman untuk makhluk hidup. Pemakaian BBM, Pembangunan pabrik yang masif dengan polusi udara dan air serta tanah akibat limbahnya semakin menambah beban dan "penderitaan" bagi bumi dan efeknya tetap akan sampai juga pada manusia, baik yang membuat kerusakan maupun yang tidak.

Banyak memang teknologi saat ini yang bisa ikut andil dalam percepatan perusakan bumi. Tetapi memang harus juga diakui bahwa saat ini juga ilmuwan sudah banyak yang mulai sadar untuk menciptakan teknologi yang ramah lingkungan agar bumi tidak semakin rusak dan menuju ambang kehancuran. Badan dunia PBB memperkirakan, hingga tahun 2030 kebutuhan energi akan melonjak sebesar 60 persen. Sebanyak 2,9 miliar manusia akan kekurangan pasokan air.

Apa Saja Jenis Teknologi Ramah Lingkungan Yang Harus Secepatnya Dikembangkan? Berikut ini macam-macam jenis teknologi yang tergolong dapat mencegah bumi kerusakan yang semakin parah.

Saatnya  Memproduksi Bahan Bakar Minyak (bbm) secara alami
Ada proses bernama thermo-depolymerization, suatu proses yang sama dengan bagaimana alam memproduksi minyak. Misalnya limbah berbasis karbon jika dipanaskan dan diberi tekanan tepat, mampu menghasilkan bahan minyak. Secara alamiah proses ini menbutuhkan waktu jutaan tahun. Dari eksperiman yang sudah-sudah, kotoran ayam kalkun mampu memproduksi sekitar 600 pon petroleum.

Mengolah Ait Minum dari Air Laut Yang Stoknya Melimpah.
PBB mencatat, suplai air bersih akan sangat terbatas bagi miliaran manusia pada pertengahan abad ini. Ada teknologi bernama desalinasi, yakni menghilangkan kadar garam dan mineral dari air laut sehingga layak diminum. Ini merupakan solusi yang bisa dilakukan untuk mencegah krisis air. Masalahnya, teknologi ini masih terlalu mahal dan membutuhkan energi cukup besar. Kini para ilmuwan tengah mencari jalan agar desalinasi dapat berlangsung dengan energi lebih sedikit. Salah satu caranya adalah dengan melakukan evaporasi pada air sebelum masuk ke membran dengan pori-pori mikroskopis.

Mengembangkan Teknologi dengan Tenaga Hidrogen.
Bahan bakar hidrogen dianggap sebagai bahan bakar alternatif bebas polusi. Energi dihasilkan dari perpaduan antara hidrogen dan oksigen. Problemnya adalah bagaimana hidrogen itu dihasilkan. Molekul seperti air dan alkohol harus diproses dulu untuk mengekstaksi hidrogen sehingga menjadi sel bahan bakar. Proses ini juga membutuhkan energi besar. Namun setidaknya ilmuwan sudah mencoba membuat laptop serta peranti lain dengan tenaga fuel cell.

Mengembangkan Teknologi  Tenaga surya
Energi surya yang sampai di bumi terbentuk dari photon, dapat dikonversikan menjadi listrik atau panas. Beberapa perusahaan dan perumahan sudah berhasil menggunakan aplikasi ini. Mereka memakai sel surya dan termal surya lain sebagai media pengumpul energi.

Teknologi Konversi Panas Laut
Media pengumpul tenaga surya terbesar di bumi ini adalah air laut. Departemen Energi Amerika Serikat (AS) menyebut, laut mampu menyerap panas surya setara dengan energi yang dihasilkan 250 miliar barel minyal per hari. Ada teknologi bernama OTEC yang mampu mengkonversikan energi termal laut menjadi listrik. Perbedaan suhu antar permukaan laut mampu menjalankan turbin dan menggerakan generator. Masalahnya, teknologi ini masih kurang efisien.

Mulai Memanfaatkan Energi gelombang laut.
Laut melingkupi 70 persen permukaan bumi. Gelombangnya menyimpan energi besar yang dapat menggerakkan turbin-turbin sehingga mengasilkan listrik. Problemnya agak sulit memperkirakan kapan gelombang laut cukup besar sehingga memproduksi energi yang cukup. Solusinya adalah dengan menyimpan sebagian energi ketika gelombang cukup besar. Sungai Timur kota New York saat ini sedang menjadi proyek percobaan dengan enam turbin bertenaga gelombanng air. Sedangkan Portugis justru sudah lebih dulu mempraktikan teknologi ini dan sukses menerangi lebih dari 1500 rumah.

Bukan Ide Gila: Menanami atap rumah
Konsep ini diilhami dari Taman Gantung Babilonia yang masuk dalam daftar Tujuh Keajaiban Dunia. Istana Babilonia terdiri atas atap yang ditanami aneka flora, juga balkon dan terasnya. Taman atap ini mampu menyerap panas dan mengurangi karbon dioksida. Bayangkan jika burung-burung dan kupu-kupu berterbangan di sekitar rumah hijau kita.

Teknologi Pemanfaatan Mikroba, Bioremediasi
Ada proses bernama bioremediasi, yakni memanfaatkan mikroba dan tanaman untuk membersihkan kontaminasi. Salah satunya adalah membersihkan kandungan nitrat dalam air dengan bantuan mikroba. Atau memakai tanaman untuk menetralisir arsenik dari tanah. Beberapa tumbuhan asli ternyata punya daedah untuk membersihkan bumi kita dari aneka polusi.

Kurangi Polusi Udara Secara Masif, Kubur barang-barang perusak
Karbon dioksida adalah faktor utama penyebab pemanasan global. Energy Information Administration (EIA) mencatat, tahun 2030 emisi karbon dioksida mencapai 8000 juta metrik ton. Metode paling sederhana untuk menekan kandungan zat berbahaya itu adalah dengan menguburkan berbagai sumber penghasil CO2 seperti aneka limbah elektronik berbahaya. Namun ilmuwan masih belum yakin bahwa gas berbahaya akan tersimpan aman. Tetap saja kelak akan muncul imbas negatifnya bagi lingkungan.

Pohon adalah Bahan Baku Pembuat Kertas, Kurangi Pemakaian Kertas Untuk Menjaga Hutan dari Penebangan Pohon Yang Tanpa Aturan dengan Teknologi Buku Elektronik
Bayangkan, berapa ton kertas dan berapa banyak pohon harus ditebang bagi seantero dunia jika kita semua harus membeli koran, majalah, novel, buku pelajaran, buku tulis, kertas faks, sampai tisu toilet. Buku elektronik atau surat elektronik yang lebih dikenal dengan e-book dan email memberi kontribusi sangat berarti pada kelangsungan hidup. Dengan teknologi itu, produksi kertas dapat ditekan, sehingga bahan kita tak perlu menebang terlalu banyak pohon. Biarkan pohon-pohon raksasa merimbunkan hutan agar suplai oksigen ke seluruh dunia terjaga dan kesinambungan makhluk hidup yang mengandalkan hutan sebagai habitatnya bisa tetap berlangsung dan bersinergi dengan manusia untuk menjaga bumi dari kerusakan yang semakin parah

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:30
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.