Loading...

Pro Kontra Minum Air Kencing Unta, Apa Manfaatnya?

Loading...

Pemanfaatan Air Kencing Unta Sebagai Obat, Adakah Dalilnya? Bagaimana Tinjauan dari Ilmu Kedokteran Modern?

Riset Ilmiah Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid, Tentang Air Kencing Unta dan Penggunaannya Untuk Mengobati Penyakit Kanker

Setelah menghabiskan waktu lebih dari lima tahun penelitian di laboratorium, Dr. Faten Abdel-Rahman Khorshid, ilmuwan Saudi yang juga staf King Abdul Aziz University (KAAU) dan Presiden Tissues Culture Unit di Pusat Penelitian Medis King Fahd itu, menemukan bahwa partikel nano dalam air seni hewan unta dapat melawan sel kanker dengan baik.

Penelitiannya diawali dengan eksperimen menggunakan air seni unta, sel kanker yang ada di organ paru-paru seorang pasien, serta tikus yang disuntikkan sel kanker leukimia dan air seni unta.
Berbicara kepada Saudi Gaette Dr. Khorshid mengatakan, ia terinspirasi oleh saran pengobatan dari Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bahwa air seni unta mengandung zat alami yang bisa membasmi sel berbahaya, serta menjaga sel-sel sehat pada pasien pengidap kanker.

“Pengobatan ini bukan sebuah penemuan baru, melainkan diambil dari warisan peninggalan Nabi kita,” katanya. Dalam sebuah hadits dari Bukhari (2855) dan Muslim (1671) dikatakan, beberapa orang datang ke Madinah dan jatuh sakit dengan perut yang membesar. Rasulullah menyuruh untuk mencampur susu unta dengan air seninya, kemudian diminum. Setelah itu mereka pun sembuh. Perut yang bengkak mengindikasikan kemungkinan adanya edema, penyakit liver, atau kanker.

Dari Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dan juga Hadist Ibnu Abbas, bahwasanya Rasulullah bersabda :

إِنَّ فِي أَبْوَالِ الْإِبِلِ وَأَلْبَانِهَا شِفَاءً لِلذَّرِبَةِ بُطُونُهُمْ

“Sesungguhnya dalam air kencing unta dan susunya bisa untuk mengobati sakit perut mereka (rusak pencernaannya)“. (HR. Ahmad, Thabrani dan Thohawi)

Lebih lanjut Dr. Khorshid mengatakan bahwa ia bukan dokter, melainkan seorang ilmuwan yang pekerjaannya meliputi melakukan persiapan dan percobaan terhadap obat-obatan di laboratorium, serta mengawasi pembuatan, percobaan dan pemberian obat kepada pasien.

“Kami telah meneliti dan mengkaji (air seni unta) selama tujuh tahun. Selama itu kami telah mengujicobakan efektivitas air seni unta untuk melawan sel kanker sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh International Cancer Institute,” katanya menjelaskan.

Menurut hasil studinya yang telah diterbitkan perihal masalah tersebut, uji klinis yang dilakukan timnya terhadap pasien menunjukkan bahwa obat (dalam bentuk kapsul dan sirup) yang diberikan, tidak memberikan efek samping yang berbahaya.
Pada kasus seorang pasien relawan pengidap kanker paru-paru, obat yang diberikan mampu memperkecil ukuran tumor hingga setengahnya hanya dalam waktu satu bulan. Sang pasien dan beberapa orang lain yang sama, penyakitnya sekarang ini masih dalam perawatan.

Dengan memperhatikan saran yang ditemukan dalam hadits tersebut, Dr. Khorshid mengkombinasikan sejumlah susu dan air seni unta untuk membuat obatnya dan fokus pada beberapa jenis kanker tertentu, seperti kanker paru-paru, kanker darah, kanker perut, kanker usus besar, tumor otak, dan kanker payudara.

Ia menyarankan seluruh pasien relawan untuk menggunakan susu dan air seni unta segar. Keduanya diminum secara terpisah dalam jangka waktu tertentu, dan kemudian digabung.

Penyakit lain yang diteliti meliputi vitiligo (kurangnya zat warna pada sejumlah tempat di kulit), eksim, dan psoriasis (penyakit autoimune yang mempengaruhi kulit dan persendian).

Namun, Dr. Khorshid hanya akan memberikan resep pengobatan itu kepada pasien di luar pasien relawan, jika perusahaan farmasi sudah memiliki izin untuk obat tersebut. Sekarang ini obatnya masih dalam proses pengujian.

“Kami menyediakan obat dalam bentuk salep, kapsul, sirup, shampo, sabun dan gel untuk mengobati penyakit-penyakit yang sudah disebutkan, jika sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan dan diproduksi massal oleh pabrik farmasi,” katanya.
Hasil kajian Dr. Khorshid telah mendapat persetujuan formal dari Komite Etika Penelitian Ilmiah di KAAU.

Penelitan itu juga menghasilkan medali emas bagi tim peneliti atas inovasinya, yang diberikan oleh Kerajaan pada tahun 2008. Dan obatnya terpilih sebagai salah satu dari enam inovasi terbaik dari 600 inovasi yang diajukan dalam International Innovation and Technology Exhibition (ITEX) 2009 yang diselenggarakan di Malaysia pada bulan Mei.

Riset Dr Abdulrahman Al-Qassas Tentang Manfaat Air Kencing Unta Untuk Pengobatan Penyakit Diabetes dan Hepatitis

Selain Dr.Khorshid juga ada Dr Abdulrahman Al-Qassas, seorang peneliti di Universitas Ummul Qura, Mekkah menegaskan lagi bahwa susu dan kencing unta dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya hepatitis, penyakit gula (diabetes) dan penyakit kulit.
“Hasil penelitian mutakhir telah membuktikan bahwa susu dan kencing unta dapat menyembuhkan sejumlah penyakit,” paparnya.

Menurutnya, pengobatan tergantung dari kondisi pasien. “Ada yang hanya memerlukan air kencing unta dan ada pasien yang cukup dengan susu unta saja. Sebagian pasien perlu mendapat pengobatan dengan mencampur susu dan kencing unta.”

Al-Qassas juga, menyebutkan beberapa penyakit perut lainnya yang dapat disembuhkan dengan air kencing binatang yang sering juga disebut “safinah al-sahra” (kapal padang pasir) itu.

Dalam kesempatan itu, Al-Qasas menjelaskan secara rinci hadis-hadis Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wasallam di dalam agama Islam tentang khasiat air seni dan susu unta tersebut yang diperkuat dengan berbagai penelitian yang dilakukan para ahli belum lama ini.
Kalangan ulama agama Islam Islam sejak lama telah mengumpulkan hadist yang berkaitan dengan tib (medis) dan memasukkan dalam katagori hadist mukjizat ilmiah yang dapat dibuktikan kebenarannya lewat penelitian ilmiah mutakhir.

Sumber: Alquin/BaitulMaqdis.com

Bagaimana Hukum Minum Air Kencing Hewan yang Halal Dimakan?

Air kencing hewan yang halal dimakan, seperti unta, kambing atau sapi dihukumi suci. Dan jikalu dikonsumsi air seni (air kencing) tersebut dihukumi halal. Buktinya adalah hadits ‘Urayinin beriktum

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَدِمَ أُنَاسٌ مِنْ عُكْلٍ أَوْ عُرَيْنَةَ فَاجْتَوَوْا الْمَدِينَةَ فَأَمَرَهُمْ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِلِقَاحٍ وَأَنْ يَشْرَبُوا مِنْ أَبْوَالِهَا وَأَلْبَانِهَا فَانْطَلَقُوا فَلَمَّا صَحُّوا قَتَلُوا رَاعِيَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاسْتَاقُوا النَّعَمَ فَجَاءَ الْخَبَرُ فِي أَوَّلِ النَّهَارِ فَبَعَثَ فِي آثَارِهِمْ فَلَمَّا ارْتَفَعَ النَّهَارُ جِيءَ بِهِمْ فَأَمَرَ فَقَطَعَ أَيْدِيَهُمْ وَأَرْجُلَهُمْ وَسُمِرَتْ أَعْيُنُهُمْ وَأُلْقُوا فِي الْحَرَّةِ يَسْتَسْقُونَ فَلَا يُسْقَوْنَ

Dari Anas bin Malik berkata, “Beberapa orang dari ‘Ukl atau ‘Urainah datang ke Madinah, namun mereka tidak tahan dengan iklim Madinah hingga mereka pun sakit. Beliau lalu memerintahkan mereka untuk mendatangi unta dan meminum air kencing dan susunya. Maka mereka pun berangkat menuju kandang unta (zakat), ketika telah sembuh, mereka membunuh pengembala unta Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan membawa unta-untanya. Kemudian berita itu pun sampai kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menjelang siang. Maka beliau mengutus rombongan untuk mengikuti jejak mereka, ketika matahari telah tinggi, utusan beliau datang dengan membawa mereka. Beliau lalu memerintahkan agar mereka dihukum, maka tangan dan kaki mereka dipotong, mata mereka dicongkel, lalu mereka dibuang ke pada pasir yang panas. Mereka minta minum namun tidak diberi.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadist di atas menunjukan bahwa air kencing unta tidak najis, karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan ‘Urayinin yang terkena sakit untuk berobat dengan meminum air susu dan air kencing unta. Beliau tidak akan menyuruh untuk meminum sesuatu yang najis. Adapun air kencing hewan-hewan lain yang boleh dimakan juga tidak najis dengan mengqiyaskan (menganalogikan) pada air kencing unta. Inilah yang jadi pendapat Imam Malik, Imam Ahmad, sekelompok ulama salaf, sebagian ulama Syafi’iyah, Ibnu Khuzaimah, Ibnul Mundzir, Ibnu Hibban. Sedangkan Imam Syafi’i dan jumhur menyatakan najisnya kencing dan kotoran setiap hewan yang haram dimakan. Ibnu Hajar sendiri lebih cenderung pada pendapat yang menyatakan najis. Lihat Fathul Bari, 1: 338-339.

Yang lebih tepat, air kencing unta tidaklah najis, termasuk pula hewan yang halal dimakan lainnya. Sebagaimana kata Ibnul Mundzir,

أن الأشياء على الطهارة حتى تثبت النجاسة

“Hukum asal segala sesuatu itu suci sampai ada dalil yang menyatakan najisnya.” (Fathul Bari, 1: 338).

Hadist di atas berlaku bagi semua unta dan semua orang, tidak dikhusukan bagi Urayinin saja, karena pada seperti dalam kaedah ushul fiqh disebutkan,

العِبرَة بِعُمُومِ اللَّفظِ لَا بِخُصُوصِ السَّبَبِ

“Teks-teks Al Qur’an dan Sunnah itu yang dipakai adalah keumuman lafadhnya, bukan kekhususan sebabnya.”

Ibnu Mundzir berkata,

وَمَن زَعَمَ أَنَّ هَذَا خَاص بِأولَئكِ الأَقوَام فَلم يُصِب ، إِذ الخَصَائِص لَا تَثبُت إِلّا بِدَلِيل

“Barang siapa yang mengatakan bahwa hadits ini khusus orang-orang tersebut, maka orang itu tidak benar, karena kekhususan itu tidak bisa ditetapkan kecuali dengan dalil. “ (Fathul Bari, 1: 338)

Fatwa Ulama: Tentang Hukum Berobat dengan Minum Air Kencing Manusia

Ada pertanyaan yang ditujukan pada Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alu Syaikh -mufti Kerajaan Saudi Arabia- di masa silam: Ada seseorang yang telah minum air kencingnya sendiri selama 80 hari, apakah boleh berobat dengan yang haram seperti itu?

Syaikh rahimahullah menjawab, “Tidak boleh berobat dengan menggunakan yang haram. Tidak ada obat dalam sesuatu yang haram. Diharamkan berobat dengan sesuatu seperti yang ditanyakan. Karena dalam hadits disebutkan, “Berobatlah wahai hamba Allah, janganlah berobat dengan yang haram.” Juga disebutkan pula, “Sesungguhnya Allah menjadikan obat pada umatku bukan yang diharamkan padanya.“

Akan tetapi, mintalah pada Allah dengan hati yang penuh kekhusyu’an supaya engkau disembuhkan dan diberi taufik untuk segera sembuh. Semoga Allah pun memberikan kepadamu kesehatan. Wassalamu ‘alaikum.

Dinukil dari Al Fatawa Al Muta’alliqoh bith Thib wa Ahkamul Marodh, 1: 198.

Kesimpulan

Berobat dengan minum air kencing perlu dirinci:

1- Jika yang diminum adalah air seni (air kencing) manusia, maka dihukumi haram.

2- Jika yang diminum adalah air seni (air kencing) dari hewan yang halal dimakan (seperti unta dan kambing), dihukumi halal karena air kencing tersebut tidak najis.

3- Jika yang diminum adalah air seni (air kencing) dari hewan yang haram dimakan (seperti anjing dan babi), dihukumi haram karena air kencing tersebut najis.

Wallahu Ta’ala a’lam.

Sumber : https://rumaysho.com/

Sementara itu dari sumber lainnya menyebutkan bahwa hasil kajian ilmiahnya menunjukkan air susu dan air seni unta mengandung banyak manfaat. dan permasalahan ini sudah banyak dipahami oleh para ulama terdahulu. Sebut saja misalnya Ibnu Qayyim al-Jauziyah, dalam kitabnya, Dzadul Ma’ad, beliau menukil sebuah perkataan dari Ibnu Sina, “Penulis kitab al-Qanun (Ibnu Sina) berkata, ‘Urin yang paling bermanfaat adalah urin unta Badui yang dikenal sebagai an-najiib’,” (Dzadul Ma’ad, 4/47-48)

Dalam sebuah artikel yang ditulis oleh Dr Ahlaam al-‘Awadi, diterbitkan di majalah al-Da’wah, terbit no. 1938, 25 Safar 1425 / 15 April 2004, tentang penyakit yang bisa diobati dengan susu unta, telah dibuktikan bahwa ada banyak manfaat pada susu unta. Diantaranya air kencing unta berkhasiat untuk mengobati penyakit kulit seperti kurap, tinea dan abses (penimbunan nanah), luka yang muncul pada tubuh dan rambut, bisul kering dan basah. Demikian ia juga berkhasiat untuk membuat rambut berkilau dan tebal serta menghilangkan ketombe dari kulit kepala. Sama halnya dengan susu unta yang bermanfaat untuk mengobati hepatitis, bahkan jika sudah mencapai stadium lanjut dimana obat tidak mampu lagi mengobatinya.

Demikian juga dalam surat kabar al-Jazerah al-Su’udiyyah (terbitan No. 10132, Ahad, Rabiul Awwal 1421 H) ada kutipan dari buku “Al-Ibl Asraar wa i’jaaz (Unta: rahasia dan keajaiban) yang ditulis oleh Dharman bin ‘Abdul Aziz Alu Dharmaan dan Sanad bin Mutlaq al-Subay’I sebagai berikut:

“Sedangkan untuk urin unta, buku ini menunjukkan bahwa ia memiliki banyak kegunaan yang bermanfaat bagi manusia. Hal ini ditunjukkan oleh teks-teks Nabi dan dikuatkan oleh sains modern. Eksperimen ilmiah telah membuktikan bahwa urin unta memiliki efek mematikan pada kuman yang biasa membawa penyakit.

Di antara bentuk penggunaan urin unta; sebagian wanita ada yang menggunakannya untuk mencuci rambut mereka agar bisa lebih panjang dan berkilau. Selain itu, Air seni unta juga berkhasiat untuk mengobati pembengkakan hati dan penyakit lainnya seperti; abses (penimbunan nanah), luka yang muncul pada tubuh sakit gigi, dan bisa juga dipakai untuk mencuci mata yang sakit.”

Dalam sebuah tesis Master yang ditulis oleh seorang insinyur kimia, Muhammad Awhaaj Muhammad, yang diserahkan ke fakultas kimia di Universitas Al-Jazeerah Sudan dan disetujui oleh Dekan ilmu pengetahuan dan studi pascasarjana di universitas tersebut pada bulan November 1998, berjudul Studi tentang Komposisi Kimia dan Beberapa Penggunaan Medis dari Urine Unta Arab, membuktikan, “Tes laboratorium menunjukkan bahwa urin unta mengandung protein potassium, albuminous, dan sejumlah kecil asam urat, natrium dan creatine.”

Dalam penelitian tersebut, dia menjelaskan bahwa motivasi yang mendorongnya untuk mempelajari sifat obat dari urin unta disebakan realitas yang dilihatnya dari beberapa suku yang meminum urin ini setiap kali mereka menderita masalah pencernaan. Dia meminta bantuan beberapa dokter untuk mempelajari urin unta. Lalu mereka pun mengadakan percobaan pada sejumlah pasien dalam jangka waktu dua bulan. Hasilnya, tubuh mereka pulih dan ini membuktikan khasiat urin unta untuk mengobati beberapa penyakit sistem pencernaan.

Dr. Rahmah al-‘Ulyaani dari Arab Saudi juga melakukan tes pada kelinci yang terinfeksi bakteri di usus besar. Dia merawat setiap kelompok kelinci dengan jenis obat yang berbeda, termasuk urin unta. Ada regresi yang nyata pada kelinci yang diobati dengan obat lain, kecuali urin unta yang mampu menghasilkan perbaikan yang jelas. (Majallat al-Jundi al-Muslim, no. 118, 20, Dzul Qa’dah 1425 H)

Sungguh Allah telah memerintahkan kita untuk merenungkan penciptaan unta, sebagaimana firman-Nya dalam QS; Al-Ghasyiah; 17:

أَفَلا يَنْظُرُونَ إِلَى الإبل كَيْفَ خُلِقَتْ

“Apakah mereka tidak melihat unta, bagaimana mereka diciptakan?” (Al-Ghasyiah:17)

Perenungan ini tidak terbatas pada bentuk tubuh unta, atau cara kerja anggota bagian dalam tubuhnya. Melainkan juga mencakup apa yang telah kita bahas di sini, yaitu manfaat air seni dan susu unta. Penelitian ilmiah modern masih menemukan banyak keajaiban dari makhluk ini. Wallahu ta’ala a’lam bis shawab!
Sumber: Islamqa.Info


Apa Pandangan WHO Terhadap Air Kencing Unta?

Urin unta sebenarnya telah dijadikan obat alternatif di beberapa wilayah Asia dan Afrika sejak zaman dahulu kala. Dalam sebuah percobaan sampel jaringan di cawan petri, urin unta ditemukan memiliki kemampuan memblokir produksi trombosit berlebihan — serupa dengan cara kerja obat pengencer darah, mirip seperti obat antiplatelet, aspirin, serta clopidogrel yang banyak digunakan. Penelitian lain juga menemukan hasil yang sama, namun lagi-lagi percobaan hanya dilakukan pada sampel darah, bukan pada manusia langsung.

Sifat antikanker juga terlihat pada dua penelitian yang dilakukan pada jaringan kanker dalam cawan petri dan hewan coba. Pada penelitian-penelian ini, ternyata kencing urin dapat memperkecil jaringan kanker dan juga menghambat penyebaran kanker.

Namun, hingga saat ini sifat antikanker dan penyembuh lainnya dari susu atau air kencing unta masih belum bisa dipastikan. Selain itu, belum ada penelitian yang dapat melihat manfaat langsung kencing urin dalam uji klinis pada manusia dan belum ada penelitian toksikologi yang menguji keamanannya untuk dikonsumsi. Masih butuh penelitian mendalam yang lebih banyak lagi untuk mengetahui khasiat air kencing unta yang sebenarnya.

Urin unta biasanya dicampur dengan susu unta agar rasa urine-nya bisa tersamarkan. Maka tak heran jika sebagian orang masih bisa menerima campuran urine unta dan susu unta saat mengonsumsinya.

Sama seperti urin manusia, urin unta adalah zat sisa produk buangan dari ginjal. Urin unta juga sama-sama mengandung senyawa amonia dan urea, meski kadarnya lebih sedikit. Menurut Journal of Cancer Science and Therapy, air kencing unta tidak begitu membahayakan atau merugikan kesehatan manusia.

Namun yang perlu diingat, kandungan mineral garam dalam kencing unta sepuluh kali lipat lebih banyak ketimbang urin manusia. Terlebih meski notabene dibilang aman, urin (entah itu dari manusia atau hewan apapun) tetap mengandung racun dan zat kimia dalam tubuh.

Perlu dipertimbangkan juga, hingga saat ini belum diketahui seberapa besar dosis yang dibutuhkan untuk mencapai efek obat yang diinginkan — entah itu antikanker, antiplatelet, atau lainnya. Yang lebih penting, belum ada yang mengetahui seberapa besar dosis yang dianggap berbahaya bagi tubuh. Bila Anda menakar sembarangan dan mengonsumsinya kebanyakan, alih-alih manfaat, malah justru bahaya yang Anda dapat.
WHO telah melarang meminum air kencing unta sejak tahun 2015

Terlepas dari apa keputusan Anda, WHO telah melarang masyarakat untuk minum air kencing unta sejak tahun 2015 karena bisa memberikan efek mematikan. Air kencing unta adalah perantara penyebaran penyakit MERS (dikenal dengan Middle East Respiratory Syndrome, sindrom pernapasan Timur Tengah, atau MERS-CoV) dari hewan ke manusia.

Masih dilansir dari WHO, penyakit MERS-CoV ditemukan pada hewan unta dromedari (unta asal Arab Saudi) di beberapa negara termasuk Mesir, Oman, Qatar, dan Arab Saudi. Gejala penyakit MERS-CoV ditandai dengan demam, masalah pernapasan, pneumonia, gagal ginjal, dan komplikasi mematikan lainnya.

Sama seperti dua tahun lalu, di akhir 2017 WHO terus menekan dan melarang keras masyarakat untuk tidak konsumsi air kencing unta. Hal ini didasarkan pada laporan penemuan satu kasus tambahan MERS-CoV setelah dilakukan uji lendir di saluran pernapasan pada 10 unta dromedari.
Sementara itu, Dr Abdulrahman Al-Qassas, seorang peneliti di Universitas Ummul Qura, Mekkah menegaskan lagi bahwa kencing dan susu onta dapat menyembuhkan beberapa penyakit diantaranya hepatitis, penyakit gula (diabetes) dan penyakit kulit. “Hasil penelitian mutakhir telah membuktikan bahwa air seni dan susu onta dapat menyembuhkan sejumlah penyakit,” paparnya di hadapan forum mahasiswa tingkat empat seperti dikutip media setempat Jumat(6/7) yang lalu. Menurutnya, pengobatan tergantung dari kondisi pasien. “Ada yang hanya memerlukan air seni dan ada pasien yang cukup dengan susu onta saja. Sebagian pasien perlu mendapat pengobatan dengan mencampur susu dan air seni onta.” Al-Qassas juga, menyebutkan beberapa penyakit perut lainnya yang dapat disembuhkan dengan air kencing binatang yang sering juga disebut “safinah al-sahra” (kapal padang pasir) itu. Dalam kesempatan itu, Al-Qasas menjelaskan secara rinci hadis-hadis Rasulullah SAW di dalam agama Islam tentang khasiat air seni dan susu onta tersebut yang diperkuat dengan berbagai penelitian yang dilakukan para ahli belum lama ini. Kalangan ulama agama Islam Islam sejak lama telah mengumpulkan hadist yang berkaitan dengan tib (medis) dan memasukkan dalam katagori hadist mukjizat ilmiah yang dapat dibuktikan kebenarannya lewat penelitian ilmiah mutakhir, demikian menurut sumber Antara.
Bagi sebagian masyarakat Muslim, minum air kencing seekor unta adalah hal yang lazim. Dilansir dari Vice, suku Badui Arab misalnya, selama berabad-abad memakai kencing unta untuk keramas dan pengobatan. Tindakan ini dilakukan sesuai pemahaman agama yang membahas konsumsi susu dan air kencing unta yang diriwayatkan dalam sebuah hadis.

Orang-orang Yaman sejak abad ke tujuh telah mengikuti anjuran ini. Beberapa orang dan kebanyakan di daerah pedesaan meminum air kencing unta untuk segala penyakit sebagai resep dokter. Beberapa salon menggunakannya sebagai obat untuk rambut rontok. Salah satunya seperti ditemui di Kota Ta’izz, Yaman. Air kencing dari unta betina perawan dianggap punya nilai tinggi. Harganya bisa mencapai 20 dolar per liter.

Kepercayaan tentang khasiat mujarab dengan menenggak air kencing unta berdasar dorongan agama ini pada akhirnya memicu berbagai perusahaan setempat untuk menghasilkan produk-produk yang mengandung air kencing unta.

Tradisi serupa juga ditemui di benua Afrika. Di Uganda tepatnya di wilayah Karamoja, penduduk setempat mengklaim bahwa mengkonsumsi air kencing unta membuat tubuh mereka tetap sehat dan dapat menyembuhkan penyakit seperti HIV-AIDS.

“Air kencing ini Anda minum tiga kali sehari. Di pagi, siang dan malam. Jika gejala terus berlanjut, Anda harus menggunakannya selama empat bulan tanpa henti dengan menggunakan resep yang sama. Anda pergilah ke dokter. Jika masih merasa sakit di bulan itu, jangan khawatir, nanti hilang sendiri,” kata Idriss Shaban, penjual air kencing unta dikutip dari Africanews.

Pemerintah Uganda sendiri masih belum melakukan tindak lanjut mengenai penyelidikan manfaay kesehatan dari kencing unta.

Meminum kencing unta juga dapat ditemui lagi di Nigeria. Tepatnya di negara bagian Borno. Selain memakan daging unta dalam jumlah banyak, orang-orang juga meminum air kencing unta yang mereka percayai sebagai obat mujarab untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit di tubuh manusia.

Pada Februari 2013 lalu, periset dari Universitas King Abdulaziz di Jeddah Arab Saudi mengklaim telah mengidentifikasi zat dalam air kencing unta yang dapat menyembuhkan kanker. Namun, penelitian tahap awal masih menunggu persetujuan dari Otoritas Makanan dan Obat-obatan Saudi sebelum studi lebih lanjut dapat dilakukan.

Sumber : tirto.id

Dari pro kontra terhadap manfaat air kencing unta seperti yang diuraikan diatas, terserah keputusan anda untuk ikut yang pro atau yang kontra karena ternyata kedua pendapat tersebut masing-masing memiliki dasar pijakan sendiri-sendiri. Kalau saya sendiri sebagai seorang muslim lebih yakin dengan pendapat bahwa air kencing unta memang bermanfaat untuk pengobatan berbagai penyakit dan hukumnya halal.

Wallahu a'lam

Diolah dari berbagai sumber

Loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:18
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.