Loading...

Cara Deteksi Dini Kebuntingan Pada Ternak Sapi dan Kerbau

Loading...

Palpasi Rectal, Metode Deteksi Kebuntingan Yang Cukup Akurat dan Dapat Dilakukan Pada Umur Kebuntingan Diatas 1 Bulan

Deteksi kebuntingan dini pada ternak sangat penting bagi sebuah manajemen reproduksi sebagaimana ditinjau dari segi ekonomi. Mengetahui bahwa ternaknya bunting atau tidak mempunyai nilai ekonomis yang perlu dipertimbangkan sebagai hal penting bagi manajemen reproduksi yang harus diterapkan. Pemilihan metoda tergantung pada spesies, umur kebuningan, biaya, ketepatan dan kecepatan diagnosa. Secara umum, diagnose kebuntingan dini diperlukan dalam hal :

Mengindentifikasi ternak yang tidak bunting segera setelah perkawinan atau IB sehingga waktu produksi yang hilang karena infertilitas dapat ditekan dengan penanganan yang tepat.

Sebagai pertimbangan apabila ternak harus dijual atau di culling

Untuk menekan biaya pada breeding program yang menggunakan teknik hormonal yang mahal

Membantu manajemen ternak yang ekonomis

(Jainudeen and Hafez, 2000)

Non Return to Estrus (NR)

Selama kebuningan, konseptus menekan regresi corpus luteum (CL) dan mencegah hewan kembali estrus. Oleh sebab itu, apabila hewan tidak kembali estrus setelah perkawinan maka diasumsikan bunting. Pada sapi dan kerbau, ketidakhadiran estrus setelah perkawinan digunakan secara luas oleh peternak dan sentra-sentra IB sebagai indikator terjadinya kebuntingan, tetapi ketepatan metoda ini tergantung dari ketepatan deteksi estrusnya. Pada kerbau, penggunaan metoda NR ini tidak dapat dipercaya karena sulitnya mendeteksi estrus.

Metode Klinis pada Diagnosa Kebuntingan
Metoda klinis tergantung deteksi pada konseptus-fetus, membran fetus dan cairan fetus. Metoda ini meliputi eksplorasi rektal dan teknik ultrasonografi. Radiografi sebagai metoda diagnosa kebuntingan pada domba, kambing dan babi saat ini sudah harus ditinggalkan karena adanya bahaya radiasi bagi operatornya.



Eksplarasi Rektal
Eksplorasi rektal adalah metoda diagnosa kebuntingan yang dapat dilakukan pada ternak besar seperti kuda, kerbau dan sapi. Prosedurnya adalah palpasi uterus melalui dinding rektum untuk meraba pembesaran yang terjadi selama kebuntingan, fetus atau membran fetus. Teknik yang dapat digunakan pada tahap awal kebuntingan ini adalah akurat, dan hasilnya dapat langsung diketahui. Sempitnya rongga pelvic pada kambing, domba dan babi maka eksplorasi rektal untuk mengetahui isi uterus tidak dapat dilakukan (Arthur, et al., 1996).

Palpasi transrectal pada uterus telah sejak lama dilakukan. Teknik yang dikenal cukup akurat dan cepat ini juga relative murah. Namun demikian dibutuhkan pengalaman dan training bagi petugas yang melakukannya, sehingga dapat tepat dalam mendiagnosa. Teknik ini baru dapat dilakukan pada usia kebuntingan di atas 30 hari (Broaddus dan de Vries, 2005).

Loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 07:51
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.