Loading...

Jangan Pernah Merasa Lebih Suci Dari Orang Lain

Loading...
loading...
Manusia biasa tidak ada yang bebas dan aman dari dosa, semua manusia pernah melakukan dosa mulai dari yang kadarnya ringan-ringan saja hingga yang dengan santainya melakukan dosa besar. Dan ternyata seseorang yang rajin ibadah pun tidak boleh mengolok-olok mereka yang sedang terjerumus berbuat dosa, tugas kita hanya mengingatkan tetapi tidak boleh men"judge" dan menilai seorang yang sedang bermaksiat semau kita. Selalu ada celah orang-orang yang berdosa untuk bertobat dari perbuatan maksiatnya. Akan lebih bagus jika kita selalu berdoa untuk diri kita sendiri dan orang lain agar dihindarkan dari berbuat maksiat daripada kita menghina mereka yang masih suka berbuat dosa. Jangan pernah merasa lebih suci dari orang lain maupun lebih banyak amalnya daripada manusia lain karena sifat ini akan membangkitkan sifat sombong dan takabur yang sangat dibenci Allah. Semoga kita semua dihindarkan dari sifat yang demikian.
Jangan Pernah Merasa Lebih Baik Amalnya Dibandingkan Dengan Orang Lain Karena akan menumbuhkan sifat riya' dan ujub, sombong dan takabur serta menghilangkan rasa ikhlas dalam beribadah.
Tulisan dibawah ini yang dimuat ulang dari WAG semoga bisa semakin mencerahkan kita semua agar kita selalu berhati-hati dalam bertindak dan berkata-kata. Semoga bermanfaat.

Hikmah Pendosa

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallaam bersabda: "Sesungguhnya dahulu di kalangan Bani Israil ada dua orang yang bersaudara. Salah satunya seorang pendosa, sedangkan yang lainnya seorang yang rajin beribadah. Dan bahwasanya sang ahli ibadah selalu melihat saudaranya bergelimang dosa, maka ia berkata: “Kurangilah!” Pada suatu hari ia mendapatinya dalam keadaan berdosa, maka ia berkata: “Kurangilah!” Berkata si pendosa: “Biarkanlah antara aku dan Rabb-ku! Apakah engkau diutus untuk menjadi penjagaku?” Sang ahli ibadah berkata: “Demi Allah, Allah tidak akan mengampunimu!” Atau: “Demi Allah, Allah tidak akan memasukkanmu ke dalam surga!” Dicabutlah ruh kedua orang tersebut dan dikumpulkan di sisi Allah.

Maka Allah berfirman kepada ahli ibadah: “Apakah engkau mengetahui tentang Aku? Ataukah engkau merasa memiliki apa yang ada di tangan-Ku?” Dan Allah berkata kepada si pendosa: “Pergilah engkau dan masuklah ke surga dengan rahmat-Ku!” Dan berkata kepada ahli ibadah: “Bawalah ia ke dalam neraka!” (HR Ahmad dan Abu Dawud, Syaikh Al-Albani dalam Shahih Jami’ ash-Shaghir)

Hendaknya kita jangan menyucikan diri sendiri, menganggap hebat. Ini semua hanyalah anugerah saja dari Allah.

Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman, “Maka janganlah kamu menganggap dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui siapa orang yang bertakwa.” (an-Najm: 32)

Semoga ilmu yang kita miliki membuat kita jauh dari sifat sombong, dan bukannya kita berpenyakit sombong karena ilmu yang dimiliki.

Mari Kita Renungkan Kisah Berikut Ini

Ibnul Qoyyim rahimahullah menukilkan perkataan seorang salaf, "Sesungguhnya seorang hamba benar-benar melakukan sebuah dosa, dan dengan dosa tersebut menyebabkan ia masuk surga. Dan seorang hamba benar-benar melakukan sebuah kebaikan yang menyebabkannya masuk neraka. Ia melakukan dosa dan dia senantiasa meletakkan dosa yang ia lakukan tersebut di hadapan kedua matanya, senantiasa merasa takut, khawatir, senantiasa menangis dan menyesal, senantiasa malu kepada Rabb-Nya, menunudukan kepalanya dihadapan Rabbnya dengan hati yang luluh. Maka jadilah dosa tersebut sebab yang mendatangkan kebahagiaan dan keberuntungannya. Hingga dosa tersebut lebih bermanfaat baginya daripada banyak ketaatan."

"Dan seorang hamba benar-benar melakukan kebaikan yang menjadikannya senantiasa merasa telah berbuat baik kepada Rabbnya dan menjadi takabbur dengan kebaikan tersebut, memandang tinggi dirinya dan ujub terhadap dirinya serta membanggakannya dan berkata, `Aku telah beramal ini, aku telah berbuat itu`. Maka hal itu mewariskan sifat ujub dan kibr (takabur) pada dirinya serta sifat bangga dan sombong yang merupakan sebab kebinasaannya…" (Al-Wabil As-Shoyyib 9-10) Wallahualam

Semoga kita bisa mengambil hikmah dari kisah ini, Bahwasannya Allah Swt tidak menyukai kepada siapa saja hambanya yang bersifat sombong juga merasa diri nya lebih baik dari orang lain, Naudzubillah. Sesungguhnya Allah Swt maha pengampun, lagi maha bijaksana.

Rasulullah SAW bersabda :

“Barangsiapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka ia (orang yang menunjukkannya) akan mendapat pahala seperti orang yang melakukannya. [HR Muslim, 3509].

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:12
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.