Harga Karkas Ayam Broiler Naik Sampai 40 Ribu per Kg

Seperti Harga Saat Lebaran, Ayam Potong per Kg Naik jadi Rp 40.000 di Bandung dan Bangkalan

Harga ayam potong saat ini untuk wilayah Probolinggo berkisar antara Rp 32.000 per kg dan sepertinya harga ini ada kecenderungan untuk terus naik. Harga ini sebenarnya sudah lebih tinggi dari harga ayam potong jenis broiler sebelumnya yang rata-rata dibawah Rp 30.000 per kgnya. Sedangkan di Madura ternyata harga ayam potong lebih drastis naiknya. Lain di Probolinggo lain pula di Jawa Barat, di Bandung saat ini ternyata harga ayam potong sudah tembus Rp 40.000 per kg seperti yang diungkap oleh republika online. Dan ternyata harga ini juga mulai dirasakan para ibu di Bangkalan Madura.

Dikutip dari republika.co.id, para pedagang ayam potong di kota Bandung menjerit menyusul terus merangkaknya harga di pasaran. Saat ini harga ayam potong berada di kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 40 ribu per kilogramnya. Selain harganya yang melambung omzet penjulan mereka pun mengalami penurunan antara 30 hingga 40 persen. "Harga sekarang sama seperti lebaran," kata Karna (40 tahun) pedagang ayam potong di Pasar Cicaheum, Kota Bandung. Menurut Karna, kenaikan tersebut terjadi sejak akhir 2017 hingga sekarang ini. Akibat kenaikan harga tersebut, imbuh dia, keuntungan yang didapatnya pun terua merosot.

Dalam situasi harga normal, dia mengatakan, sehari bisa menjual sekitar 100 kilogram ayam. Namun sejak kenaikan harga, penjualan terus merosot hingga 30 persen. "Sekarang penjualan turun dan keuntungan per kilonya pun tak seperti dulu. Paling sekarang bisa ambil untung sekitar Rp 2.000 per kilo," kata dia yang sudah berjualan sejak 1993 ini. Hal yang sama juga dikatakan Entis (30) pedagang di Pasar Cicaheum. Ia mengungkapkan, kenaikan ini seperti yang terjadi tahun 2014 lalu. Saat itu, kata dia, harga daging ayam juga menembus harga Rp 40 ribu per kilogram.

Pasokan Ayam Potong Langka?

Selain melonjak, Entis mengatakan pasokan daging ayam pun terus berkurang dari para peternak. Jika kondisi ini dibiarkan, ia khawatir pedagang akan bangkrut. "Sekarang situasinya sudah parah," kata dia yang sudah berjualan sejak lima tahun lalu.

Dikutip dari liputan6.com, sejumlah ibu rumah tangga di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur mengeluh harga ayam potong naik drastis dalam dua pekan terakhir. Biasanya, perkilogram ayam potong Rp 30 ribu, sekarang menjadi Rp 40 ribu. Naik Rp 10 ribu perkilogram. "Kalau di pengecer harganya 11 ribu seperempat kilogram, kalau sekilo 44 ribu," kata Halimah, ibu rumah tangga di Kecamatan Socah, Bangkalan, Rabu, 17 Januari 2018.

Meski mahal, Halimah tetap membeli ayam potong karena merupakan lauk favorit kedua anaknya. "Lauk ayam saya hidangkan setidaknya dua kali seminggu," ujar dia.

Sebenarnya Halimah punya trik untuk menghemat belanja dapur. Saat harga ayam potong naik, Halimah biasanya akan beralih beli ikan laut sebagai lauk pengganti. Tapi anehnya, kata dia, harga ikan laut ikutan mahal bahkan langka. Stok di pedagang sering kosong.

"Kalau sudah begini, mau gak mau dibeli juga walau ayam mahal," ujar wanita berusia 29 tahun ini.

Ajis Heriyanto, salah satu supplier ayam potong di Bangkalan membenarkan keluhan Halimah. Dia bila gejala naiknya harga ayam potong telah terjadi awal Desember 2017. “Naik karena cuaca ekstrem," kata dia.

Versi peternak langgananya, kata Ajis, curah hujan yang tinggi belakangan ini berdampak pada bobot ayam. Saat cuaca normal, bobot ayam saat masuk usia panen yaitu 35 hari, normalnya berbobot 2 kilogram.

Namun belakangan ini, pertumbuhan ayam melambat meski jumlah pakan dan obat-obatan yang diberikan jumlahnya yang sama. Menurut Ajis, saat ini bobot rata-rata ayam siap panen hanya 1,1 hingga 1,2 kilogram dan paling mentok 1,7 kilogram.

"Kalau dalam 1000 ekor, yang berbobot 1,7 kilogram paling hanya 20 persen," terang dia.

Karena pertumbuhan ayam melambat, maka siklus panen pun melambat. Proses peremajaan ayam pun terdampak, tidak normal sesuai jadwal. Stok dipeternak sering kosong, sementara kebutuhan pasar tak berkurang, akibatnya ayam susut bobotnya pun terpaksa dipanen.

"Siklus panen yang tidak normal itu membuat harga ayam naik, kalau tidak dinaikkan peternak rugi di pakan, saya terpaksa mendatang ayam dari Banyuwangi," ungkap Ajis.

Ajis mengatakan sebenarnya harga normal kulakan ayam potong berkisar antara Rp 17 hingga 18 ribu perkilogram. Namun sekarang naik menjadi Rp 20.500 perkilogram.

Bila dijual hidup, kata dia, harganya 22 ribu perkilogram, sementara kalau sudah dipotong harga berkisar antara Rp 38 hingga 40 ribu perkilogram. Harga ini sudah termasuk biaya transportasi dan ongkos potong.

"Konsumsi tetap, saya habiskan 2000 ekor perhari. Konsumsi normal karena ikan laut langka akibat cuaca buruk," kata dia.

Sumber: republika.co.id dan liputan6.com


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:10
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.