Bill Gates: Ternak Untuk Gizi dan Sumber Penghasilan Masyarakat

Tidak bisa dipungkiri bahwa di negara-negara berkembang dan juga negara miskin, ternak sapi telah menjadi salah satu penggerak roda perekonomian masyarakat negara-negara tersebut. Baik itu jenis sapi potong maupun jenis sapi perah, jika kita perhatikan di pelosok-pelosok pedesaan sudah menjadi aset berharga bagi para penduduk.
Sapi Afrika
Di negara kita, ternak adalah rojokoyo, simpanan kekayaan yang bisa diuangkan sewaktu-waktu peternak lokal membutuhkan biaya hidup yang lebih besar seperti untuk biaya sekolah anak-anak, biaya pernikahan bahkan bisa untuk biaya naik haji. Semua bisa diatasi dengan menjual rojokoyonya yang sudah siap panen, sebagian dananya digunakan lagi untuk membeli pedet agar keberlangsungan siklus pemeliharaan sapi terus berlanjut dan mereka tetap memiliki rojokoyo serta tabungan.

Manfaat ternak yang demikian besar terhadap masyarakat di negara berkembang dan dinegara miskin ternyata tidak terlepas dari perhatian seorang bos microsoft sekaligus pendirinya yang merupakan orang terkaya di dunia menurut majalah forbes. Bill Gates dengan dananya yang triliunan rupiah bahkan tertarik untuk menghibahkan sebagian kekayaannya untuk mengembangkan potensi ternak perah di negara Afrika yang dimiliki oleh peternak atau penduduk miskin disana.

Seperti dikutip dari tempo.co, Miliader Bill Gates menginvestasikan uangnya senilai 29 juta pound sterling atau setara Rp 547,9 miliar untuk mengembangbiakkan sapi super agar menghasilkan lebih banyak susu untuk dikonsumsi masyarakat miskin.

Gates ingin mengambil gen dari sapi perah asal Inggris dan menyuntikkannya ke DNA sapi asal Afrika sehingga nanti produksi susunya lebih banyak. Sebagai gambaran sapi asal Inggris, Holstein-Friesians memproduksi 40 liter susu rata-rata per hari. Sedangkan sapi-sapi Afrika sekitar sedikit lebih rendah volume susunya per hari.
Seperti diketahui, sapi FH adalah ternak daerah dingin yang memiliki produksi susu sangat tinggi mencapai puluhan liter per ekornya. Sebagai ternak daerah dingin tentunya akan sangat sulit dan membutuhkan biaya besar jika harus beternak sapi susu jenis FK didataran Afrika yang panas. Sedangkan  kelebihan sapi Afrika, dapat bertahan dalam panas terik dan makannya lebih sedikit. Dengan kombinasi kedua kelebihan tersebut maka diharapkan akan muncul satu jenis sapi susu super yang kemampuan produksinya seperti sapi FH tetapi memiliki keunggulan tahan panas seperti sapi Afrika.
Sebelum berkunjung ke Universitas Edinburgh untuk mengumumkan tentang dana riset tersebut, Gates berujar: "Ternak itu ajaib. Anda bisa menjual hasilnya dan uangnya untuk membayar uang sekolah. Anda bisa menyimpan hasilnya dan itu menjadi diversifikasi pola makan."
Sapi FH
"Lebih dari satu miliar orang hidup dalam kemiskinan di berbagai negara, agrikultur dan ternak merupakan tali penolong keluar dari kemiskinan," kata Gates, seperti dikutip dari Mirror.co.uk, Sabtu, 27 Januari 2018.

Kepala genetik ternak tropis Universitas Edinburgh, Appolinaiera Djikeng mangatakan, pekerjaan seperti ini telah berjalan beberapa tahun lalu. Pihaknya masih mempelajarinya.

Selama ini tujuan utama Yayasan Bill Gates dan istrinya, Melinda mendistribusikan kekayaan dari penjualan piranti lunak Microsot untuk membantu mengatasi kemiskinan di negara berkembang. Gates mencermati bahwa masyarakat miskin memelihara ternaknya untuk gizi dan penghasilan.

Sumber: tempo.co


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:47
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.