Jus Pare, Apa Manfaatnya Bagi Kesehatan?

Posted by

Loading...
Jus Pare? Apa Tidak Pahit? Sebandingkah Manfaatnya Dengan Rasanya Yang Pahit Tersebut?
Dalam laporan tahun 2010 yang dipublikasikan di Journal BMC Complementary and Alternative Medicine, terungkap bahwa ekstrak pare bisa membantu dalam dislokasi sel-sel lemak manusia dan menghambat pembentukan sekaligus pertumbuhan sel-sel lemak baru. Lebih lanjut disimpulkan bahwa pare dapat dilihat sebagai agen alami dalam menangani obesitas.
Jangan kuatir dengan rasa pahit pada pare karena banyak cara yang bisa dicoba untuk sekedar mengurangi rasa pahitnya pare tanpa mengurangi manfaat yang ada.
Berikut ini 3 cara mudah mengurangi rasa pahit pada pare:

Gunakan Gula Pasir
Belah 2 - 3 pare menjadi dua bagian, buang isinya lalu potong kecil-kecil sesuai selera. Selanjutnya, tambahkan gula kira-kira 5 sdm atau secukupnya. Campur potongan pare dengan gula pasir lalu remas-remas pare hingga air di dalamnya keluar. Remas terus hingga sebagian besar air pada pare keluar. Jika sudah, cuci pare dengan air bersih lalu peras lagi. Pare sudah siap untuk dimasak tumis bersama ikan asin ataupun telur.

Gunakan Garam
Cara menggunakan garam sebenarnya sama dengan menggunakan gula. Kupas pare, buang isinya lalu potong kecil-kecil sesuai selera. Masukkan garam di dalam pare yang sudah dipotong dan diamkan kira-kira 15 - 30 menit. Peras pare hingga lemas dan sebagian besar air pare keluar. Cuci dengan air mengalir yang bersih sampai tekstur pare kesat.

Daun Jambu Biji
Penggunaan daun jambu biji untuk menghilangkan pahit pada pare cukup mudah. Ambil pare, belah, buang isinya lalu iris sesuai selera. Siapkan setidaknya 5 sampai 7 lembar daun biji. Cuci pare dan daun jambu biji lalu rebus pada air panas sampai layu. Tambahkan garam secukupnya untuk mempermudah menghilangkan pahit pada pare. Jika sudah layu, selanjutnya angkat pare dan saring lalu cuci dengan air bersih. Peras pare hingga kesat dan pare siap untuk ditumis ataupun dibuat sajian lainnya.
Bagaimana Dengan Pare Yang Dibuat Jus? Adakah Manfaat Lebihnya?
Pada tahun 2010, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Pharmaceutical Research Journal menyatakan bahwa pare memiliki sifat anti-karsinogen dan anti-tumor. Ini mengurangi risiko kanker prostast, payudara dan leher rahim.
Jus pare mengandung sederet nutrisi mulai dari zat besi, magnesium, vitamin C hingga kalium. Sayuran ini jadi sumber sangat baik untuk serat, juga mengandung dua kali kalsium bayam, beta karoten seperti brokoli dan kalium layaknya pisang.
Sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Vitamin and Nutrition, menyimpulkan bahwa senyawa yang disebut Momordica Charantia memberi perlindungan terhadap gagal hati dengan memperkuat aktivitas antioksidan dari enzim dalam hati. Ini juga meningkatkan fungsi kandung kemih.
Ada beberapa manfaat penting dari konsumsi jus pare. Namun tentu bisa dibayangkan rasanya yang amat pahit. Untuk mengurangi rasa pahit pare, bisa ditambahkan madu atau alternatif gula supaya lebih sehat. Pilihan lainnya, tambahkan buah manis pada pembuatan jus pare misalnya apel atau pir.

Anda juga bisa menambah jus lemon untuk mengurangi rasa pekat jus pare. Manfaatkan pula rempah seperti sedikit lada hitam dan jahe untuk menyurutkan rasa getirnya.

"Sama seperti segala sesuatu, perlu adanya moderasi. Kelebihan konsumsi jus pare bisa menyebabkan sakit perut dan diare. Ibu hamil juga harus menghindari konsumsi terlalu banyak pare atau jusnya karena bisa menstimulasi rahim dan menyebabkan persalinan prematur. Sebanyak 30 ml ekstrak jus pare dianjurkan untuk konsumsi harian," ujar Dr. Geeta Buryok, Chief Nutritionist di Max HealthCare.

Inilah 7 manfaat jus pare seperti dilansir dari NDTV (29/06).

1. Membantu jaga kadar gula darah

Organisasi Kesehatan Dunia memperkirakan lebih dari 382 juta orang di dunia menderita diabetes. Pare mengandung senyawa seperti insulin yang disebut Polypeptide-p atau p-insulin yang telah terbukti mengontrol diabetes secara alami.

Sebuah studi tahun 2011 yang dipublikasikan dalam Journal Ethnopharmacolgy melakukan uji klinis selama empat minggu. Studi menunjukkan bahwa 2.000 mg pare yang diasup secara teratur bisa mengurangi tingkat glukosa darah secara signifikan pada pasien penderita diabetes tipe-2.

Penelitian telah menunjukkan bahwa insulin berbasis tanaman pada pare bisa membantu pasien dengan diabetes tipe-1 juga. Laporan lainnya pada Journal of Chemistry & Biology memberi bukti mengenai fakta bahwa pare meningkatkan penyerapan glukosa dan meningkatkan kontrol glikemik. Penderita diabetes yang mengonsumsi obat hipoglikemik bahkan mungkin bisa mengubah dosis obat jika mereka mengonsumsi jus pare tiap hari. Namun perlu konsultasi dengan dokter sebelum melakukannya.

2. Menurunkan kadar kolesterol jahat

Dr. Anju Sood, ahli gizi di India, mengatakan jus pare bersifat anti-inflamasi dan juga bisa membantu menurunkan kadar kolesterol jahat dalam tubuh. Dengan demikian, secara signifikam mengurangi risiko serangan jantung dan stroke.

Konsumsinya juga mempertahankan tekanan darah pada tubuh karena kaya kalium yang menyerap kelebihan sodium dalam tubuh. Jus pare pun kaya zat besi dan asam folat yang diketahui bisa mengurangi risiko stroke dan menjaga jantung tetap sehat.

3. Kulit bercahaya dan rambut berkilau

Ingin kulit mulus? Dr. Simran Saini dari Fortis Hospital di New Delhi menyebut jus pare punya antioksidan kuat sekaligus vitamin A dan C. Sehingga bisa mencegah penuaan dini kulit dan mengurangi keriput. Selain itu, ini juga bisa mengurangi jerawat, membantu mengobati eksim dan psoriasis serta melindungi kulit dari sinar UV berbahaya.

Sementara vitamin A, vitamin C, Biotin dan Zinc memberi kilau pada rambut. Mengoleskan jus pare secara teratur pada kulit kepala bisa mengurangi kerontokan rambut dan uban, rambut bercabang, rambut kasar, menghindari ketombe serta menghalau rasa gatal.

Anda bisa menaruh langsung jus pare pada rambut untuk mengurangi kerontokan. Sementara dalam mengatasi ketombe, buat masker rambut dari campuran jus pare, pasta biji jintan dan 1 sdm air jeruk nipis. Biarkan selama 30 menit dan bilas rambut.

4. Mengatasi mabuk dan membersihkan hati

Anda bisa mengatasi mabuk alkohol dengan konsumsi jus pare untuk menyingirkan alkohol yang menetap di hati. Jus pare membersihkan usus sekaligus menyembuhkan berbagai masalah hati.

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam International Journal of Vitamin and Nutrition, menyimpulkan bahwa senyawa yang disebut Momordica Charantia memberi perlindungan terhadap gagal hati dengan memperkuat aktivitas antioksidan dari enzim dalam hati. Ini juga meningkatkan fungsi kandung kemih.

5. Membantu penurunan berat badan

Pare rendah kalori, lemak dan karbohidrat. Ini membuat Anda kenyang lebih lama sehingga cocok untuk penurunan berat badan.

Dalam laporan tahun 2010 yang dipublikasikan di Journal BMC Complementary and Alternative Medicine, terungkap bahwa ekstrak pare bisa membantu dalam dislokasi sel-sel lemak manusia dan menghambat pembentukan sekaligus pertumbuhan sel-sel lemak baru. Lebih lanjut disimpulkan bahwa pare dapat dilihat sebagai agen alami dalam menangani obesitas.

6. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh
Pare bisa melawan virus dan bakteri serta memperkuat imunitas. Konsumsinya juga mencegah alergi dan gangguan pencernaan. Antioksidan bekerja sebagai mekanisme pertahanan kuat dalam menghadapi penyakit dan melawan kerusakan akibat radikal bebas yang bisa menyebabkan berbagai jenis kanker.

Pada tahun 2010, sebuah studi yang dipublikasikan dalam Pharmaceutical Research Journal menyatakan bahwa pare memiliki sifat anti-karsinogen dan anti-tumor. Ini mengurangi risiko kanker prostast, payudara dan leher rahim.

7. Baik untuk mata

Dr. Anshul Jai Bharat mengatakan bahwa pare bisa membantu mencegah masalah terkait penglihatan, misalnya katarak. Sebab ada kandungan senyawa seperti beta karoten dan vitamin A yang baik untuk kesehatan mata dan memperkuat penglihatan. Ia juga menyebut pare baik sebagai racikan untuk menangani lingkaran hitam.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:47

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.