UPSUS SIWAB JATIM, Fakta Lapangan Dan Target Pencapaian

Posted by

Loading...
Menyorot Upsus Siwab Jawa Timur, Bagaimana Pencapaian Di Lapangan? Apa Kendala dan Tantangannya?

Gempitanya program Upsus Siwab Kementan yang diberitakan media masa, bagaimana kenyataan pelaksanaan program tersebut dilapangan? Bagaimana pencapaian program upsus siwab di Jawa Timur sebagai target terbesar program ini?


Jawa Timur merupakan target terbesar dari program Upsus Siwab 2017. Dari total target nasional sebanyak 4 juta ekor sapi yang akan mendapat IB, sebanyak 1,5 juta ekor sapi terdapat di Jawa Timur. Itu artinya 37,5% dari total target Program Upsus Siwab Nasional.
"Upsus siwab tahun 2017 merupakan salah satu upaya terstruktur yang dilaksanakan oleh Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan I Ketut Diarmita.

Fakta dilapangan selama ini menunjukkan, para peternak sapi dan kerbau tidak cukup sekali IB diberikan, sapi atau kerbau bisa hamil. “Rata rata 2 kali bahkan ada yang 3 kali baru bisa hamil”, ujar Masduki (72) peternak sapi asal Jerukwangi Kandangan, Kab. Kediri Jawa Timur.
Target IB di Jawa Timur yang cukup besar, sudah tentu membutuhkan dukungan SDM yang besar pula. Masalah SDM ini nampaknya menjadi persoalan tersendiri di Jawa Timur. Kelembagaan Upsus Siwab di tingkat Provinsi, yang seharusnya hanya diisi oleh UPTD-IB dan Bidang Produksi Ternak namun ternyata harus melibatkan pihak lain, seperti perguruan tinggi (Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Malang), perorangan (Drh. Maidaswar, Msi. Mantan Kepala BBIB Singosari) dan Balai Besar Karantina Pertanian Surabaya.
Belum lagi tingkat kehamilan yang dibebankan kepada petugas insiminator yaitu sebesar 73% dari jumlah IB yang telah diberikan, membuat sejumlah petugas merasa tertekan. Sebut saja Ahmad Suradji (53), bukan nama sebenarnya, menuturkan pengalamannya kepada CapingBiru tingkat keberhasilan IB sebesar 73% sebenarnya terlalu besar. Idealnya antara 60% sampai 65% tingkat keberhasilannya. “Setiap 10 kali saya memberikan IB, rata-rata 3-4 ekor yang harus diberikan suntikan IB ulang”, ujarnya
Kebutuhan petugas inseminator yang memililki sertifikasi kompetensi sebagai ujung tombak pelaksanaan program Upsus Siwab harus tersedia. Di Jawa Timur, jumlah petugas inseminator yang ada sekitar 1.336 orang. Dari jumlah tersebut tidak seluruhnya bisa dilibatkan dalam pelaksanaan program.

Selain itu juga, tidak seluruhnya Petugas Inseminator tersebut merupakan Aparatur Sipil Negara (ASN). Mereka bisa perorangan yang telah mendapat sertifikasi kompetensi sebagai petugas insiminator dari instansi yang berwenang menerbitkannya.

Bila jumlah petugas insiminator yang terlibat melakukan IB di Jawa Timur 1.200 orang, sedangkan target sapi yang harus di berikan IB mencapai 1,5 juta maka setiap petugas insiminator harus melakukan IB sebanyak 1.250 ekor sapi. Bila satu tahun di hitung 360 hari maka petugas insiminator harus memberikan IB sebanyak 3 – 4 ekor perhari. Dengan lokasi peternakan sapi rakyat yang pada umumnya berpencar sudah barang tentu hal ini menjadi persoalan tersendiri bagi petugas insiminator dalam menjalankan tugasnya.
"Upsus siwab 2017 dilaksanakan melalui strategi optimalisasi pelaksanaan inseminasi di 33 propinsi yang dibagi menjadi tiga bagian," jelasnya.
Pertama, daerah sentra sapi yang pemeliharaannya dilaksanakan secara intensif yaitu di Jawa, Bali, dan Lampung dengan populasi betina sebanyak 3,3 juta.
Kedua, daerah sentra peternakan dengan sistem pemeliharaan semi intensif di Sulawesi Selatan, Sumatera, dan Kalimantan dengan potensi populasi betina sebanyak 1,9 juta ekor.
"Ketiga, daerah pemeliharaan ekstensif dengan total populasi betina sebanyak 700.000 ekor yang tersebar di provinsi NTT, NTB, Papua, Maluku, Sulawesi, NAD dan Kaltara,".
Belum lagi tingkat kehamilan yang dibebankan kepada petugas insiminator yaitu sebesar 73% dari jumlah IB yang telah diberikan, membuat sejumlah petugas merasa tertekan. Sebut saja Ahmad Suradji (53), bukan nama sebenarnya, menuturkan pengalamannya kepada CapingBiru tingkat keberhasilan IB sebesar 73% sebenarnya terlalu besar. Idealnya antara 60% sampai 65% tingkat keberhasilannya. “Setiap 10 kali saya memberikan IB, rata-rata 3-4 ekor yang harus diberikan suntikan IB ulang”, ujarnya.
Berdasarkan sensus Badan Pusat Statistik pada 2013, populasi sapi dan kerbau saat mencapai 15,1 juta ekor yang terdiri dari 13,5 juta sapi indukan, 472.000 sapi perah, dan 1,1 juta ekor kerbau. Jumlah populasi sapi dan kerbau betina dewasa saat ini mencapai 5,62 juta ekor. Sebesar 71,76 persen atau setara 4,03 juta ekor merupakan betina produktif.
Dari data Kementan pada 2015, dengan program inseminasi buatan (IB), dari 2 juta sapi yang diprogramkan, pemerintah berhasil menambah 1,4 juta ekor anakan.

Dari berbagai sumber

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 02:32

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.