Tekor 9 T, Benarkah Iuran BPJS Akan Dinaikkan?

Posted by

Loading...
Mengapa BPJS Bisa Nombok 9 Triliun? Adakah yang salah dengan manajemen BPJS ataukah ada ketimpangan antara pemasukan dengan pengeluaran alias besar pasar daripada tiang?


BPJS Kesehatan Merugi 9 T, Apa Penyebabnya?

Siapa tidak kenal slogan ini, Dengan Gotong Royong Semua Tertolong

Ternyata seperti yang telah diprediksikan oleh para ahli dan pengamat, BPJS Bisa bangkrut jika mekanisme kerjanya tetap seperti ini. Dan terbukti saat ini BPJS mengaku tekor 9 T, apa masalahnya?

Dikutip dari detik.com, Dewan Pengawas BPJS Kesehatan melaporkan defisit yang mencapai Rp 9 triliun ke Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) pekan lalu. Defisit tersebut muncul akibat timpangnya penerimaan dari iuran peserta dengan beban jaminan kesehatan yang harus ditanggung.

JK tengah mempertimbangkan kenaikan iuran BPJS Kesehatan. Kenaikan tersebut diperhitungkan dengan nilai inflasi sendiri.

"Memang tarif sedang dipertimbangkan karena juga menghitung inflasi, ini kan sudah tiga tahun masa begitu-begitu saja sedangkan mungkin layanan yang diberikan sudah naik," tutur JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (31/10/2017).

Lapor ke JK, BPJS Kesehatan Ngaku Tekor Rp 9 T

JK menganggap, dengan kondisi defisit seperti ini akan sulit bagi BPJS Kesehatan untuk memberikan pelayanan dengan optimal.

"Kalau defisit begitu, banyak utang di rumah sakit, nanti RS tidak bisa jalan. Rumah sakitnya biasa aja, karena dia menerima saja pasien kemudian dibayar pemerintah. Jadi setiap defisit itu pemerintah lah yang membayarnya, bukan rumah sakit," jelasnya.
Menurut Wapres, inflasi Indonesia saat ini mencapai 3,7 persen dan defisit BPJS Kesehatan tiap tahun meningkat hingga mencapai Rp 9 triliun. Jika hal tersebut dibiarkan operasional rumah sakit tidak akan bisa berjalan dan semakin membebani pengeluaran pemerintah. "Kalau rumah sakitnya tidak banyak soal, yang menjadi masalah kan pemerintah karena pemerintah yang menambah, membayar itu kalau BPJS defisit, tapi tentu tidak mungkin dibiarkan kalau defisit, banyak utang, nanti rumah sakit tidak bisa jalan," katanya.
Selain mempertimbangkan kenaikan iuran, JK juga tengah mengkaji untuk meningkatkan kontribusi Pemerintah Daerah (Pemda).

"Jadi Pemda harus ikut bertanggungjawab karena sekarang Pemda merasa itu hanya BPJS saja sehingga baik dinas kesehatan tidak mengontrolnya, kan banyak juga hal-hal yang tidak sesuai. Padahal Pemda juga banyak, selalu ada program kesehatan oleh daerah masing-masing jadi gabungkan saja itu nanti akan selesai itu defisit. Sudah dibicarakan kabinet, nanti akan saya usul dibicarakan lagi supaya jangan tiap tahun tinggi defisitnya," imbuhnya.
Benang merah dari berita diatas adalah:
Jadi Ternyata keluhan RS jika klaim pembayaran ke BPJS sering telat bayar bahkan kadang sampai berbulan-bulan tidak dibayar oleh BPJS adalah benar, karena ternyata BPJS Minus dalam keuangannya sampai tekor 9 triliun. Wajar saja jika ternyata pasien RS yang menggunakan BPJS kadang kurang diperhatikan dalam pelayanannya oleh RS dibandingkan dengan pasien umum, padahal pasien dengan BPJS sudah rutin melakukan pembayaran iuran ke BPJS dan tentunya berharap pelayanan yang sesuai terlepas dari BPJS rugi atau untung.
Sumber berita detik.com dan republika.co.id

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 17:26

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.