Tanda-Tanda Ayam Terkena Stres Panas dan Cara Mengatasinya

Posted by

Loading...
Heat stress atau Ayam panas dalam adalah suatu gejala yang terjadi pada ayam merasakan panas berlebih pada tubuhnya, jadi terkadang meskipun cuaca diluar tidak terlalu panas namun bisa saja ayam mengalami heat stress, oleh karena itu ciri ayam panas dalam jangan terlalu berpatokan pada thermometer ruangan yang ada dalam kandang namun alat pengukur suhu, namun yang kita pakai sebagai indicator atau pengukur adalah ayam itu sendiri. Hal ini disebabkan jika ayam mengalami panas yang berlebih maka hal itu akan dapat kita ketahui dari perilaku ayam itu sendiri.
GEJALA DAN MEKANISME HEAT STRESS
Sebenarnya ayam sudah memiliki self defense sendiri untuk mengatasi heat stress dengan cara:
  • Melebarkan atau menggantungkan sayapnya. Tetapi usaha ini kurang optimal,karena suhu lingkungan kandang tidak berbeda nyata.
  • Melakukan peripheral vasodilatation atau meningkatkan aliran darah perifer (tepi), terutama pada bagian jengger, pial dan kaki.
  • Panting, yakni bernapas melalui tenggorokan untuk meningkatkan evaporasi.Ayam akan membuka mulutnya dan menggerakkan tenggorokannya yang berguna sebagai tempat keluar masuk udara.
Ayam yang telah melakukan panting tetapi suhu tubuhnya tidak menurun akan menjadi lemah, pingsan, bahkan bisa terjadi kematian mendadak. Kematian akibat heat stress akan mulai terjadi saat suhu tubuh ayam mencapai 42OC atau lebih.
Selain menurunkan produktivitas ayam, heat stress dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh (immunosupresif). Jumlah total sel darah putih dan produksi antibodi menurun secara signifikan pada ayam petelur yang mengalami heat stress. Selain itu aktivitas limfosit juga menurun.
Saat ayam mengalami heat stress kelenjar hipofisa anterior akan mensekresi adeno corticotropin hormon (ACTH) melebihi batas normal. Hal ini akan memicu korteks adrenalis untuk meningkatkan produksi hormon koltisol yang dapat menurunkan jumlah maupun perubahan jenis leukosit seperti  sel eosinofil, basofil dan limfosit.

Bagaimana cara mengatahui ayam kita mengalamai stress panas dan bagaimana cara mencegah serta mengatasinya? Nah, seperti yang telah saya sebutkan sebelumnya, bahwa kita tidak bisa berpatokan pada thermometer ruangan yang ada dikandang namun kita melihat ayamnya hal ini karena ayam akan menunjukan tanda awal sebelum terkena heat stress. Sebenarnya tanda awal ini merupakan upaya ayam supaya tidak terjadi panas yang berlebihan dalam tubuhnya.


Adapun tanda awal ciri ayam panas dalam bisa dikelompokan menjadi 4 yaitu :

1.Radiasi : ini ditandai dengan ayam melebarkan sayap dan mengangkat bulu-bulunya. Jika Anda bingung seperti apa, silahkan Anda membayangkan induk ayam kampung yang sedang menjaga anak-anaknya saat ada sesuatu yang membahayakan anak-anaknya

2.Konduksi : ayam merapat kepada benda-benda padat seperti litter atau tembok. Tujuannya agar panas yang ada pada tubuhnya dapat sedikit berpindah pada benda tersebut.

3.Konveksi : ini ditandai dengan ayam yang banyak minum agar suhu tubuhnya turun. Jadi kalo anda lihat koq stok air cepat sekali habis dan pakan banyak sisa, waspadalah!

4.Evaporasi : ini ditandai dengan gejala gasping dan painting atau ayam menggap-menggap. Ini merupakan evaporasi lewat paru-paru.

Bagaimana caranya supaya stress akibat panas tersebut tidak terjadi?

1. Usahakan membangun kandang dari timur ke barat. Memang banyak pendapat juga yang menyebutkan bahwa sebaiknya membangun kandang dari utara ke selatan. Akan tetapi, kandang utara-selatan hanya cocok di eropa atau Negara yang mempunyai 4 musim dimana musim panas cukup singkat, berbeda dengan Indonesia yang musim panasnya cukup lama, apalagi sudah setahun penuh rasanya tidak tidak turun musim hujan. Dengan kondisi demikian Jika kita membangun kandang utara-selatan maka pada pagi hari ayam kepanasan dan sore hari juga.

2. Sering melihat keadaan ayam. Hal ini agar kita dapat melihat 4 tanda awal yang sudah saya sebutkan sebelumnya (radiasi, konduksi, konveksi, dan evaporasi) sehingga kita dapat cepat bertindak. Yang perlu kita ingat juga, bahwa bisaanya kalo suhu siang hari sangat panas,bisaanya suhu menjelang subuh dingin banget, jadi kadang ayam malah banyak mati pada malam hari karena kedinginan (saling tindih ataupun bisa karena kekurangan oksigen)

3. Perbanyak ventilasi, buka semua tirai pada saat cuaca panas

4. Perhatikan litter. Karena litter yang sudah tidak layak dapat menjadi sumber panas tanpa kita sadari
Menggunakan air hujan buatan. Bentuknya bisa macam-macam, bisa dengan kita memasang kran berputar yang bisaanya dipakai untuk siram rumput dilapangan atau bisa dengan modifikasi lain sesuai kondisi dan situasi masing-masing.

5. Bisa membuat kolam di lingkungan kandang. lebih bagus kalo kolam lele, jadi bisa sekalian kalo ada ayam yang mati bisa jadi pakan lele. Tapi harus waspada, jangan sampai pernah kolam tidak berisi karena bisa jadi tempat kembangbiak nyamuk yang akan memicu malaria.

6. Bisa menanam pohon peneduh disekitar kandang Memberikan suplemen bernutrisi tinggi seperti Improlin-G yang akan meminimalisir efek stress akibat panas dan membantu mensuplai nutrisi sehingga berat badan tidak jeblok dan FCR tidak meroket.

7. Memberikan suplemen imunitas seperti imunose untuk meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit dan sekaligus dapat membuat feces menjadi lebih kering sehingga kandang tidak berbau menyengat. Jika perlu anda juga dapat menyemprotkan protexol yang mampu menghilangkan bau feces sebanyak 90% dalam waktu singkat.

8. Memberikan antibiotic jika sudah muncul gejala penyakit.

FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA HEAT STRESS PADA AYAM

Potensi genetik yang tinggi
Ayam broiler dan petelur sekarang merupakan ayam hasil rekayasa genetika dengan tingkat produktivitas yang tinggi. Ayam jenis ini dirancang agar dapat tumbuh lebih cepat. Memang bagus tetapi resiko bobot badan yang terlalu besar tanpa diikuti perkembangan organ dalam (seperti paru-paru, jantung, ginjal) akan mengakibatkan meningkatnya kasus kematian mendadak yang disebabkan oleh heat stress, terlebih pada ayam yang lebih tua.
 
Sistem pengaturan suhu tubuh ayam
Heat stress relatif mudah ditemukan pada ayam karena suhu tubuh ayam tidak dipengaruhi suhu lingkungan (homeothermik). Selain itu, tubuh ayam tidak dilengkapi dengan kelenjar keringat yang diperlukan untuk mengeluarkan panas tubuhnya.

Iklim di Indonesia
Indonesia memiliki iklim tropis dengan 2 musim, yaitu musim penghujan dan kemarau. Saat musim kemarau, pada saat siang hari, suhu lingkungan akan mencapai titik tertinggi dan kelembaban udaranya akan berada pada titik terendah (udaranya kering). Kondisi ini akan dirasakan oleh ayam sebagai suatu kondisi yang tidak nyaman atau ayam mengalami heat stress. Pada kondisi inilah, diperlukan manajemen kandang secara tepat, misalnya dengan menambahkan kipas atau blower.

Manajemen kandang yang kurang baik
Kebanyakan kandang ayam yang ada di Indonesia sebagian besar berupa kandang open house (kandang terbuka), dimana suasana di dalam kandang sangat dipengaruhi oleh keadaan lingkungan. Hindari jarak antar kandang yang terlalu sempit atau dinding kandang yang bersebelahan dengan tebing karena bisa mengakibatkan sirkulasi udara kurang baik.

Kepadatan kandang yang kurang sesuai.
Luasan kandang yang kurang atau terlalu sempit akan mengakibatkan kompetisi dalam memperoleh oksigen semakin tinggi. Selain itu, kondisi kandang akan menjadi semakin panas karena secara normal ayam juga menghasilkan panas tubuh.

Kandungan nutrisi yang tidak sesuai kebutuhan
Pemberian ransum dengan kandungan nutrisi, terutama protein kasar, yang berlebih bisa memperparah kasus heat stress. Kelebihan protein kasar akan diuraikan oleh tubuh ayam untuk dibuang bersama feses. Penguraian protein kasar ini akan menghasilkan panas tubuh yang jauh lebih besar dibandingkan dengan pencernaan karbohidrat maupun lemak. Selain itu, protein kasar yang terbuang bersama feses akan diuraikan oleh bakteri yang ada di dalam feses menjadi amonia dan panas.

Para peternak sekalian, musim panas yang berkepanjangan pada sebagian daerah di Indonesia jelas membawa dampak bagi usaha peternakan dalam hal ini peternakan ayam pedaging maupun ayam petelur. Hal yang dirasakan peternak adalah tingkat produksi ayam yang tidak maksimal seperti tingkat kematian yang tinggi, berat badan rendah, FCR tinggi, kandang menjadi lebih bau karena kotoran basah (padahal tidak ada hujan), dan serangan penyakit yang terkadang berujung pada kematian yang tinggi. Mengapa hal itu bisa terjadi, jawaban yang paling mungkin adalah karena heat stress atau stress akibat panas.
CARA MENCEGAH HEAT STRESS
  1. Buatlah kandang dengan sirkulasi udara yang baik
  • Pilih bahan atap yang mampu mengurangi panas. Akan lebih baik mengguna-kan sistem atap monitor.
  • Jika perlu tambahkan sistem hujan buatan di atas atap yang digunakan saat kondisi suhu panas.
  • Gunakan kandang panggung dengan ketinggian sekitar 1,25-2 m karena memiliki sirkulasi udara yang baik. Bisa juga menggunakan blower atau kipas dengan kecepatan angin < 2,5 m/s dan arah aliran anginnya juga harus searah.
  • Perhatikan jarak antar kandang. Jarak antar kandang minimal 1 x lebar kandang (lebar kandang sebaiknya tidak lebih dari 7 m).
  • Atur kepadatan kandang, misalnya 1 m2 untuk 15 kg ayam pedaging dan 8 ekor/m2 untuk ayam petelur umur 6-16 minggu.
  1. Sediakan air minum yang berkualitas dalam jumlah yang cukup.
  2. Berikan pakan dengan nutrisi yang sesuai dan dan merata dalam pembagiannya.
  3. Atur sistem buka tutup tirai kandang, sesuaikan dengan kondisi cuaca.
CARA MENEKAN KERUGIAN SAAT KASUS HEAT STRESS TELAH TERJADI
  • Lakukan evaluasi dan tangani penyebab heat stress secara cepat, seperti suhu lingkungan, kepadatan kandang, maupun sistem sirkulasi udara. Lakukan penanganan sesuai dengan faktor penyebab heat stress.
  • Nyalakan fan atau kalau perlu tambahkan blower untuk mengatur sirkulasi udara dan berikan “hujan buatan” saat suhu lingkungan melebihi standar.
  • Kurangi kepadatan kandang sebesar 10% dengan memperlebar sekat.
  • Atur konsumsi air minum dan ransum.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:41

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.