Laron Sebagai Pakan Burung, Gizi dan Cara Pemberiannya

Posted by

Loading...
Musim hujan identik dengan munculnya laron dimana-mana dan ternyata jika tahu manfaatnya laron ini bagus buat pakan burung kicau.  Bagusnya laron sebagai pakan burung terkait juga dengan kandungan gizi yang terdapat pada laron yang bermanfaat untuk burung kicau. Laron adalah serangga yang awalnya berujud rayap. Betul rayap yang sangat mengganggu pada bangunan yang terbuat dari kayu yang akan habis disikat jika bertemu dengan hewan bernama rayap ini.
Tahukah anda bahwa dalam sehari seekor ratu rayap bisa bertelur hingga 30.000 butir/ buah? Menakjubkan bukan? Jadi sangat wajar jika tidak diberantas populasi rayap akan sangat cepat berkembang biak.
Berdasarkan laporan FAO (2002), laron sering dikonsumsi sebagai bahan pangan bernutrisi tinggi. Kandungan protein laron mencapai 65 persen. Ini jauh lebih tinggi dari belalang, karena kandungan protein belalang hanya 32 persen, seperti yang disadur dari Omkicau.com.
Laron hanya akan hidup dalam satu malam saja dan apabila tidak menemukan pasangan saat laron keluar dari sarangnya maka laron akan mati karena umur laron hanya semalam saja setelah keluar dari sarangnya apabila tidak bisa menemukan pasangan, jika bertemu pasangan maka laron akan membangun koloni baru dan sarng baru.
Tak hanya itu, kandungan lemak laron juga tinggi yakni 31 persen, tapi laron tidak menyebabkan obesitas. Sehingga walaupun burung diberi laron dalam jumlah banyak, burung tidak akan mengalami kegemukan. Adapun asam lemak tak jenuh pada laron sekitar 57 persen, asam linoleat 6,7 persen, dan asam olet 48 persen.


Di alam liar, banyak sekali jenis burung yang suka makan laron, di antaranya burung Murai Batu, Kacer, Seriti, Walet, Kutilang, Kenari, Cendet, Jalak, dan burung kicau lainnya.

Selain burung, ada juga jenis hewan lain yang gemar memangsa laron, yakni kadal, cicak, ikan lele, ikan nila, kalajengking, ayam, dan masih banyak lagi. Cicak makan laron (Aan Prihandaya)

Manfaat laron untuk burung
  • Menjaga stamina burung
  • Menjaga daya tahan tubuh burung agar tidak mudah sakit
  • Pakan alternatif pengganti kroto dan jangkrik
  • Menambah birahi burung
  • Meningkatkan performa burung saat lomba
  • Membuat burung gacor seharian
  • Meningkatkan frekuensi berkicau burung
  • Mengatasi burung yang stres dan terlihat lesu
Ternyata selain bermanfaat, laron juga berbahaya untuk burung. Jadi, Anda harus berhati-hati dalam porsi pemberian laron ke burung. Sebagai antisipasi, kami akan memberikan beberapa bahaya laron untuk burung.

Gigi laron cukup tajam sehingga dapat menggigit selaput kulit burung atau melukai tenggorokannya. Laron berasal dari rayap yang notabene mempunyai gigi sangat tajam. Maka tak heran, mereka bisa merusak benda-benda keras, seperti kayu dan lain.
Menurut Siakapkeli, dalam setiap koloni laron ada laron pekerja, tentara, dan pembiak serta raja dan ratu. Tugas-tugas ini biasanya disesuaikan dengan ukuran tubuh dan usia mereka. Laron pekerja memiliki tugas yang cukup banyak. Mereka bertugas sehari-hari dalam menjaga ratu, memperbaiki sarang, memberi makan, menjaga telur, dan mencari makanan. Sementara laron tentara tugasnya hanya satu, yaitu mempertahankan koloni. Mereka pakar dalam hal pertahanan. Karena itu laron tentara memiliki capit di depan mulutnya.

Sayap laron mempunyai kandungan zat yang bisa lengket jika terkena air. Hal ini berbahaya karena kalau sampai sayap laron menempel di tenggorokan burung, maka bisa menyebabkan batuk, gatal, nyeri, bahkan macet bunyi.

Laron bisa membuat burung over birahi jika diberikan dalam jumlah yang banyak.
Laron dapat menjadikan bulu burung ambrol atau rontok, jika pemberiannya terlalu sering dan banyak.

Tips dan Cara aman memberikan laron ke burung:
  • Pemberian laron sebagai pakan burung harus dalam keadaan mati.
  • Kepala laron sebaiknya dipotong agar tidak melukai tenggorokan burung.
  • Sayap laron harus dilepas biar tidak menempel di tenggorokan burung.
  • Untuk pengenalan, sebaiknya berikan laron 1-2 ekor saja.
  • Pemberian pakan laron untuk burung dilakukan saat burung terlihat lesu atau menjelang lomba. Jangan memberikan laron setiap hari karena efeknya kemungkinan tidak baik untuk kesehatan burung.
Fakta seputar laron dan Rayap, bahwa Rayap merupakan makhluk sosial seperti semut dan lebah artinya makhluk yang tidak hidup sendirian tapi hidup dalam masyarakat yang disebut koloni. Koloni ini terjadi juga pada binatang yang lebih besar seperti singa, serigala, buaya nil. Rayap dalam bahasa Inggris disebut juga semut putih (white ants). Hidup dalam koloni di dalam lubang di bawah permukaan tanah dan tidak terbatas letak geografis hutan, desa atau kota di manapun rayap selalu ada karena sudah disebutkan tadi bahwa rayap adalah bagian dari ekosistem kehidupan punya tugas sebagai pengurai karbon yang berasal dari kayu-kayu mati termasuk bahan bangunan. 
Dalam tiap koloni rayap memiliki kasta-kasta mulai dari raja dan ratu sebagai pemimpin tugasnya memproduksi telur. Rayap prajurit yang kepalanya besar-besar bertugas menjaga sarang serta keselamatan ratu dan raja dari serangan serangga lain misalnya semut. Rayap yang kepalanya lebih kecil sebagi pekerja bertugas mencari makanan berupa kayu-kayu kering, melayani ratu yaitu menyuapi makan, membersihkan, memelihara telur serta bertani jamur. Jamur sengaja di budidayakan oleh rayap hasilnya untuk sumber makanan selain kayu-kayu kering koloni rayap jamur ini berwarna putih berongga menyerupai busa atau spone.
 Dari berbagai sumber

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 04:57

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.