Kanibalisme (Saling Mematuk) Pada Ayam, Penyebab dan Cara Mengatasinya

Posted by

Loading...
Macam-macam Cara Mengatasi dan Mencegah Terjadinya Kanibalisme Atau Saling Mematuk Pada Ayam Di Kandang Koloni


Kanibalisme pada ayam kampung disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain :

1. Cuaca didalam kandang yang terlalu panas
2. Ketersediaan pakan dan air minum yang tidak tentu sehingga ayam menjadi buas
3. Suasana yang terlalu gaduh disekitar area kandang
4. Pindah kandang
5. Siklus genetik (kami menyebutnya demikian, ini terjadi pada anak ayam usia antara 24-47 hari dan 45-47 hari), pada usia seperti ini peternak harus benar benar memperhatikan perkembangan ayam kampung yang dipelihara.
6. Pergantian musim yang ekstrim
Pengaruhnya :
- Ayam akan merasa kesakitan pada waktu pendarahan di bagian yang di patuk temannya
- Ayam akan diam dan pasif, sehingga cenderung akan mati secara cepat
- Setelah satu ekor ayam yang terkena kanibal, maka yang lain akan menjadi korban berikutnya

Solusinya :
- Pisahkan ayam yang mengalami Pendarahan
- Semprotkan obat kanibal pada tubuh yang mengalami pendarahan
- Pisahkan ayam yang mengalami pendarahan dengan yang sehat
- Periksa/cek ulang untuk memastikan ayam tersebut, yang berada di beberapa kandang itu aman dari serangan kanibal lainnya
- Pemberian pakan dan minum harus akurat dan cukup bagi ayam yang terkena kanibal
Hal-hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi dan meminimalisir adanya kanibal ini adalah:

1. Siklus udara didalam kandang harus menjadi perhatian penting, pada siang hari buka semua penutup pada kandang ayam, sehingga kandang tidak terlalu panas ataupun lembab dan yang lebih penting lagi, sirkulasi udara menjadi sangat baik untuk perkembangan ayam.
2. Pada saat udara dan suasana kandang terlalu panas, semprot kandang, liter berikut ayam menggunakan air yang dicampur dengan rodalon (disinfektan yang disarankan) yang tidak berbahaya bagi kandang yang sedang digunakan, dengan basahnya kandang dan ayam, ayam akan merasa dingin dan mengurangi aktivitas kanibalisme.
3. Segera pisahkan ayam yang telah luka akibat aksi kanibalisme teman sejawadnya, karena apabila tidak, dia akan menjadi korban amuk masa yang berujung pada kematian.
4. Ayam yang luka dipisahkan kemudian ditanggulangi dengan P3K untuk ayam berupa cairan neo antiseptik ataupun saleb anti kanibal, niscaya dalam tiga hari mendatang luka sudah kering dan sedang menunggu proses penyembuhan.
5. Perhatikan ketersediaan pakan dan air dalam kandang, jangan sampai ayam dipuasakan, karena sangat dihindari apabila ayam sengaja didietkan.
6. Untuk mengurangi tingkat strees yang berujung aksi brutal ayam, perlu ditambahkan vitamin pada minuman ayam.
Faktor yang menyebabkan terjadinya kanibalisme 1. Ayam kekurangan pakan dan defisiensi mineral. Ayam kekurangan batu-batuan (grit), mineral (NaCI dan Kalsium) dan kandungan nutrisi lainnya akan memicu timbulnya sifat kanibalisme. Pada ayam petelur, ayam mematuk telurnya untuk menambah kekurangan kalsium. Pada ayam broiler ayam akan mematuk bulu, pial, jari-jari kaki ayam lainnya, bahkan hal ini jika terlalu parah dapat mengakibatkan kematian 2. Populasi ayam dalam 1 kandang dan keseragaman umur. Jumlah ayam dalam suatu kandang yang terlalu padat, dapat mengakibatkan suhu ruang meningkat, sehingga ayam akan saling berebut untuk mendapatkan tempat yang nyaman. Dalam mencari tempat yang nyaman, ayam akan melakukan kanibalisme (bertarung) untuk mendapatkan tempat nyaman tersebut Keseragaman umur ternak sangat penting karena kebanyakan ternak yang lebih dewasa akan menyerang ternak yang lebih muda, hal ini berakibat fatal jika saat pematukan mengenai mata atau organ lainnya yang menyebabkan cacat. 3. Udara di dalam terlalu panas, kelembaban tinggi. Kondisi suhu kandang yang terlalu dan lembab akan mengakibatkan unggas menjadi stress. Hal ini dapat memicu timbulnya kanibalisme karena ternak berusaha melepaskan panas tubuh dengan mencari tempat yang nyaman. 4. Kurang tempat makan dan minum baik dari segi jumlah maupun luasnya. Kekurangan tempat pakan dan dapat memicunya kanibalisme, hal ini karena ternak akan berebut untuk makan ataupun minum. Sifat alamiah ternak akan saling memperebutkan makanan. Mereka akan saling mematuk jika tempat pakannya sedikit. 5. Parasit Parasit yang dapat memicu terjadinya kanibalisme adalah parasit luar yang dapat menyebabkan penyakit antara lain : kutu, caplak, tungau, dan pinjal. Ternak akan mematuk-matuk tubuhnya yang terasa gatal, bahkan bisa sampai berdarah 6.Warna merah (jengger) Ayam cenderung menyerang warna merah (jengger), hal ini sering terjadi pada ayam kampung dan ayam petelur. Unggas akan mematuk jengger unggas lainnya. Sifat ini sifat alami ayam

CARA PENANGGULANGAN 1. Cara mengatasinya adalah dengan menambah pakan dan air bersih, kalau perlu air minum ditambah dengan sedikit garam dapur, yaitu 5g/liter air selama dua (2) hari berturut-turut 2. Kepadatan tebar ayam dalam sebuah kandang dikurangi supaya banyak menyisakan ruang gerak. Sehingga ternak dapat dengan mudah melepas panas tubuhnya. Kepadatan kandang sebaiknya 11-12 per meter persegi, hal ini untuk daerah pegunungan. Untuk memelihara dalam bentuk koloni, sebaiknya umur ternak harus seragama, karena unggas yang lebih muda akan menjadi sasaran kanibalisme. 3. Untuk mengndalikan suhu ruang tetap segar dan kelembapan tetap baik hrus memiliki fentilasi kandang yang baik. Suhu untuk unggas sekitar 33° C. 4. Dosis pakan per hari diberikan sedikit lebih banyak dan diberikan secara merata agar semuanya mempunyai akses terhadap pakan. Untuk tempat pakan dapat disesuaikan dengan umur ternak dan jumlah populasi ternak. 5. Melakukan sanitasi kandang dengan membersihkan kandang, dicuci dan disemprot dengan Antisep Formades atau Sporades, membatasi tamu, mencegah hewan liar dan hewan peliharaan masuk ke lingkungan kandang. Untuk membunuh kutu, caplak. Pinjal tungau dengan obat anti kutu (Kututox atau Kututox-S). Untuk mengatasi lalat didalam kandang dengan penyemprotan obat anti lalat. 6. Debeaking (potong paruh) yaitu memotong sedikit paruh ayam agar tidak melukai ketika dipakai untuk mematuk sesamanya. Pemotongan paruh yang dilakukan pada DOC atau berumur dibawah 1 minggu juga memberikan keuntungan dalam hal penanganan jauh lebih mudah dan paruhnya masih lunak, disamping itu apabila ayam mengalami stress akibat pemotongan paruh maka masih tersedia waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan kondisinya kepada keadaan semula. Debeaking pada umur muda biasanya dilakukan pada tipe petelur, yaitu umur 10 - 14 minggu dan 3 - 4 minggu sebelum periode produksi yaitu umur 18 – 20 minggu.

Kanibalisme sering kali dikaitkan dengan sifat bawaan ayam kampung yang cenderung agresif. Selain faktor tersebut ada banyak faktor lain yang dapat menimbulkan hal tersebut.
Untuk menghindari terjadinya kanibalisme pada ternak ayam maka ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatikan dari para peternak, diantaranya :
1. Kepadatan kandang harus disesuaikan antara luas kandang dengan jumlah ayam.
2. Suhu udara di dalam kandang usahakan jangan terlalu panas. Suhu udara yang terlalu panas dapat memacu ayam untuk lebih agresif, sebaiknya suhu udara di dalam kandang sesuai dengan suhu yang dibutuhkan ayam pada periode umur tertentu, selain itu suhu udara yang panas dapat menimbulkan penyakit pernafasan pada ayam dan mengurangi nafsu makan.
3. Ketersediaan pakan dan minum ayam usahakan terpenuhi secara teratur. Hal ini sering terjadi pada pemeliharaan, ketersediaan pakan yang selalu ada sangat penting dalam pemeliharaan, dengan pakan dan minum yang terbatas ayam akan berebut dan menimbulkan perkelahian.
4. Kandungan protein pada ransum ayam harus terpenuhi. Kandungan protein pada ransum sangat penting kaitannya dengan pertumbuhan ayam, selain itu kandungan protein yang kurang dapat memacu ayam untuk bertindak kanibal. sebaiknya peternak memperhatikan kebutuhan protein pada periode umur tertentu agar target pertumbuhan dapat terpenuhi dan mencegah kanibalime pada ayam.
5. Hindari suasana dalam kandang yang tidak tenang.
6. Hindari penggunaan suplemen yang berlebihan. Pengunaan suplemen dapat meningkatkan keagresifan pada ayam, namun penggunaan suplemen yang berlebihan dapat menimbulkan keagresifan yang berlebihan pada ayam, sehingga menimbulkan perkelahian.
7. Hindari Chick in atau memasukkan kelompok ayam dengan umur yang berbeda. Perbedaan umur ayam dalam satu kandang sebaiknya jangan pernah dilakukan, Hal ini dapat berakibat fatal, ayam yang lebih dewasa biasanya akan memangsa ayam yang umurnya kebih muda.

Tips Menghindari Kanibalisme Ayam
Ayam bisa dipotong parunya (1 sd 2 mili meter)
Kurangi penerangan lampu hal ini bisa jadi karena terlalu terang.
Dengan memberi singkong yang di potong kecil – kecil.
Dengan mengantung daun pepaya (3hari sekali karena bila keseringan akan berakibat pada bulu rontok) menggantung kangkung, menggantung tumbuhan katu intinya daun daun yg bervitamin, har ini sangat disarankan paling bagus karena mampu memberi struktur daging yang bagus untuk ayam.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:30

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.