Jenis-Jenis Ternak Potong Besar, Sapi, Kerbau, Kuda

Posted by

Loading...
Tiga Jenis Ternak Potong Besar Yang Umum Dipelihara di Indonesia (Sapi, Kerbau dan Kuda)

Definisi Istilah Ternak Potong. Ternak Potong adalah hewan piara yang dipelihara khusus untuk menghasilkan bahan daging. Tidak semua ternak yang dipotong termasuk ternak potong.

Ternak potong dikelompokkan ke dalam 2 kelompok besar yaitu :
  • Ternak Potong Besar terdiri dari Sapi, Kerbau dan Kuda
  • Ternak Potong Kecil terdiri dari Kambing, domba dan babi. 
Jenis- Jenis KUDA (Equus species)


Menurut Stegman Von Pritzwald Equus caballus dibagi menjadi 5 macam berdasarkan tempat perkembangbiakkannya, yaitu :
  • Equus caballus germanicus (Kuda Jerman)
  • Equus caballus occidentalis (Kuda Eropa Tengah)
  • Equus caballus gmelini (Kuda Eropa Timur)
  • Equus caballus orientalis (Kuda Asia Muka)
  • Equus caballus mongolicus (Kuda mongol = Equus prewalsky).
Kuda adalah perkataan Sanskrit, oleh karenanya diperkirakan orang-orang Hindu yang pada permulaan perhitungan tahun Masehi datang ke Indonesia dengan membawa kuda dari India.
Dalam abad-abad pertama tahun Masehi orang-orang Tionghoa berulang-ulang membawa kuda ke Indonesia, demikian juga orang-orang Islam dari India datang ke Indonesia sesudah orang Hindu.
Oleh karenanya perlu diperhitungkan bahwa kuda-kuda Indonesia bukan hanya berasal dari Kuda Timur Asli melainkan juga mengandung kuda Cina dan Mongol yang tergolong Tarpan (Equus gmelini).
Pemeliharaan kuda semula digunakan untuk tujuan tunggang bagi lascar atau kavillah sesudah penggunaan unta. Namun kuda sebagai ternak yang dipotong. Oleh karenanya pada Bahasan ini kuda dimasukkan ke dalam Ternak Potong Besar.
Pada beberapa tempat seperti Banyuwangi dan Malang, kuda dipotong untuk konsumsi daging.

Macam-macam kuda yang ada di Indonesia, yaitu :
a. Kuda Sandel
Kuda sandel disebut juga Kuda Sumba karena sudah sejak lama dikenal di Pulau Sumba.
Kuda sumba merupakan kuda yang terbaik di Indonesia. Tipe daging dan tarik ringan.
Ciri-ciri :
Bagian tubuhnya bagus
Tubuh bagian depan lebih besar dari belakang
Duduk ekor tinggi.
Warna bermacam-macam
Temperamen cerah, riang dan bertingkah laku sabar.
Tinggi 130 cm
b. Kuda Sumbawa
Kuda ini terdapat di Pulau Sumbawa, terdapat 2 ras yaitu : Kuda Sumbawa dan Kuda Bima. Badan kuda bima lebih rendah daripada Kuda Sumbawa. Tinggi 1-1,25 m, temperamen sabar dan tipe kerja.
c. Kuda Sawu. Kuda sawu terdapat di Pulau Sawu, merupakan tipe tarik.
d. Kuda Timor
Kuda Timor terdapat di Pulau Timor, warna bermacam-macam, tinggi 1,36 m, tipe tarik
e. Kuda Flores
Di Flores terdapat 2 ras yaitu : Kuda Manggarai dan Kuda Ngada, Tipe Tarik, warna umumnya merah.
f. Kuda Sulawesi. Terdiri dari Kuda Bone dan Kuda Mahar
g. Kuda Jawa. Kuda-kuda jawa umumnya kecil dan tipe tarik.
h. Kuda Aceh
Kuda-kuda Aceh banyak tersebar disekitar Danau Toba, kecil, tinggi 120 cm (Kuda batak)
Sedangkan Kuda Luar Negeri yang banyak didatangkan di Indonesia, yaitu :
a. Kuda Arab
Berasal dari Arabia dan sekarang banyak di Syria dan Mesir. Tipe Balap/Pacu. Lari cepat, badan relative pendek, tinggi 150-160 cm dan berat 500 Kg.
b. Kuda Thoroughbred
Kuda ini dibentuk di Inggris dari Arab, tipe pacu, warna bermacam-macam, sifat aktif, muka dan kaki biasanya putih, tinggi 150 – 170 cm dan berat 500 Kg.
c. Kuda Australia
Bermula dari Kuda Thoroughbreed yang disebar ke Amerika, kemudian masuk ke Australia. Kuda yang masuk ke Australia ini disebut Kuda Australia. Namun di Australia sendiri banyak terdapat kuda-kuda Inggris seperti Suffolk (penarik berat), Kuda Inggris (Tunggang), Kuda Poney (Pacuan), Kuda Shire (penarik beban berat), Kuda Hackney (penarik ringan) dan Kuda Clydesdale (penarik berat)
d. Kuda Percheron, berasal dari Perancis merupakan tipe tarik
e. Kuda Belgia, Asal Belgia tipe penarik.
Jenis-jenis Sapi (Bos species) Diantara sapi-sapi yang ada, maka sapi Gaur merupakan kumpulan yang paling primitif dilihat dari bangun tengkoraknya. Sapi gaur ditandai oleh adanya gumba yang agak tinggi dan rambut yang pendek. Sapi ini hidup dalam kawanan kecil di bukit-bukit yang berimba kecil di India Utara. Oleh orang Birma sapi Gaur dipelihara setengah liar disebut Sapi Gayal, untuk produksi daging dan susu.

Sapi yang berdekatan dengan sapi Gaur adalah sapi banteng (Bos sondaicus = Bos Banteng) yang sekarang masih dalam keadaan liar di Indo China, Siam, Burma, Malaka, Borneo dan Jawa. Warna sapi banteng jantan adalah hitam, sedangkan betina sawo matang. Jantan atau betina memiliki tanda putih (white merror dan white shocking) pada pantat dan kaki bawah. Banteng telah dilakukan penjinakkan terdapat dalam bentuk Sapi Bali, namun kurang jelas apakah penjinakkan tersebut diawali di Bali atau ditempat lain. Sapi Bali dikembangbiakan murni di Bali, Jawa Timur, Timor dan Sulawesi.


Premigenius (Sapi tipe berat dan besar), misal : Holstein, Dautch Belted, Shorthorn, Galloway, Red Polled, Aberdeen Angus, Ayrshire dll.
Lengifrons (Bentuk lebih kecil), misal : Jersey, Brown Swiss, Guernsey.
Frontasus (Bentuk sedang), misal : Simental
Branchycephalus (dengan tanduk pendek), misal : Hereford, Sussex, Britanny, Devon dll.

Sapi Bali. Sapi Bali merupakan banteng yang dijinakkan dengan tubuh lebih kecil dari banteng dengan BB berkisar 300 – 400 Kg.
Termasuk tipe potong dengan karkas mencapai 57 %. Dibiarkan murni di Bali, Jawa Timur, Timor dan Sulawesi.
Adapun tanda-tanda sapi Bali sbb.
Bentuk seperti banteng
Warna sawo matang (merah bata) pada saat pedet.
Terdapat White shocking (putih pada kaki) dan White merror (putih pada pantat)
Tanduk ternak jantan tumbuh agak keluar kepala, sedangkan yang betina agak kedalam.
Tinggi ± 130 cm.


Sapi Madura. Sapi hasil persilangan antara Bos Sondaicus dengan Bos Indicus. Pada Tahun 1910 Pemerintah RI memurnikan sapi Madura sehingga lebih seragam. Saat ini sapi Madura sebagai ternak Potong, Kerja dan Funcy. Karkas mencapai 47,9 %.
Adapun tanda-tanda sapi Madura sbb.
Bentuk seperti banteng
Warna coklat atau sawo matang (merah bata).
Pada jantan tubuh depan lebih kuat dari tubuh bagian belakang.
Bergumba kecil.
Tanduk melengkung setengah bulat dan ujung menuju kedepan.
BB mencapai 350 Kg dengan tinggi rata-rata 118 cm.
Sapi berdasarkan nama daerahnya.
Banyak sapi Lokal yang diberi nama sesuai dengan nama daerah dan sapi tersebut merupakan hasil silang sapi Zebu dengan Banteng.
Adapun sapi tersebut antara lain :
Sapi Jawa. Sapi ini sering disebut dengan PO (Peranakan Ongole). Pada betina berwarna merah muda, sedangkan jantan warna sawo matang.
Sapi Sumatra. Sapi ini hampir sama dengan sapi Jawa, dimana tinggi jantan 1,15 M dan betina 1,10 M dengan ponok (gumba) besar. Warna kemerahan tua pada jantan sedangkan betina agak muda.
Sapi Aceh. Sapi ini seperti Ongole, dimana tinggi jantan 1,16 M dan betina 1,10 M. Warna kemerahan dan ada yang warna hitam. BB berkisar 250 Kg serta dikepala terdapat tanda putih.
Sapi Lip-Lap. Merupakan hasil silang sapi Tapanuli dengan Sapi Hissar.
Sapi Batak. Warna sawo matang – hitam. Tinggi 1 – 1,12 M.
Sapi Grati. Sapi ini merupakan hasil silang Sapi Jawa,Madura & FH. BB mencapai 300 – 500 Kg

Sapi Ongole. Asal dari Madras India dan masuk ke Indonesia pada abad ke – 20. Di Jawa disebut dengan Sapi Benggala.
Merupakan tipe kerja yang sangat baik, tahan panas dan biasanya untuk ternak potong
Adapun tanda-tandanya :
Warna putih atau kehitaman dengan warna kulit kuning.
Kepala relatif pendek dan melengkung.
Tanduk pendek dan kadang-kadang hanya bungkul, dimana pada jantan tanduk lebih pendek
Mata besar, tenang dan terdapat celak hitam.
Telinga lebar, panjang dan agak menggantung.
Kaki panjang dan kuat serta ekor panjang dan ujung lurus.
Tinggi Badan pada jantan 140 – 160 cm dan betina 130 – 140 cm
BB Jantan 600 Kg dan Betina 450 Kg

Sapi Brama
Asal dari India dan masuk ke Indonesia pada Tahun 1974. Termasuk tipe potong yang baik.
Adapun tanda-tandanya :
Warna umum abu-abu (ada yang coklat, merah, putih atau belang)
Gelambir lebar dan longgar serta kaki panjang
Gumba besar dan telinga menggantung
Sapi Aberden Angus
Bangsa sapi yang berasal dari Skotlandia Utara yang kemudian menjadi salah satu bangsa sapi yang terkenal sebagai sapi daging.
Ukuran Badannya lebih kecil dibandingkan dengan bangsa shorthorn, bersifat masak dini. Produksi susunya cukup baik.
Warna paling umum adalah hitam, sedangkan yang berwarna merah disebut “Red Angus”.
Bangsa ini dikembangkan di Australia diberi nama Angus.Keturunan Bos Taurus dan masuk ke Indonesia pada tahun 1973.
Adapun tanda-tandanya adalah :
Warna hitam dan tidak bertanduk
Tubuh rata, lebar, dalam, padat seperti balok.
BB Jantan dewasa 2000 pound (± 900 Kg) dan betina 1600 pound (± 700 Kg)
Sapi Santa Gertrudis
Berasal dari Texas USA. Sapi ini merupakan persilangan Brahma jantan dengan Shorthorn betina (3/8 Brahma dan 5/8 Shorthorn) dan masuk ke Indonesia pada Tahun 1973.
Adapun ciri-cirinya :
Warna merah tua atau merah bata.
Tubuh lebih padat dan rata dari sapi Brahma.
Bergelambir dan bertanduk
Telinga kadang-kadang rebah.
BB Jantan 2000 pound dan betina 1600 pound.
Sapi Shorthorn
Berasal dari Inggris, merupakan tipe pedaging yang terbesar di Inggris.
Adapun cirri-cirinya :
Warna merah, putih atau kombinasi.
Tubuh besar, padat dan berbentuk seperti balok.
BB Jantan 2200 pound (± 1000 Kg) dan betina 1700 pound (± 750 Kg).
Sapi Hereford
Berasal dari Hereford Inggris dan merupakan tipe potong dengan cirri-ciri sbb.
Warna merah dengan muka, dada sisi badan, perut bawah, bahu dan ekor putih.
Tubuh rendah, lebar dan tegap
BB Jantan 1800 pound (± 850 Kg) dan betina 1450 pound (± 650 Kg).
Sapi Brangus
Merupakan hasil silang antara Brahman Betina dengan Aberdeen Angus Jantan (3/8 Brahman dan 5/8 Aberdeen Angus) dan merupakan tipe potong.
Adapun cirri-cirinya adalah :
Warna hitam dan tanduk kecil.
Mempunyai sifat memproduksi daging seperti A. Angus tapi kurang padat
Tubuh lebih rata.
Sapi Charolais
Berasal dari Perancis dan merupakan sapi Perancis yang mempunyai arti penting sebagai penghasil daging yang baik.
Merupakan sapi potong terbesar di dunia.
Adapun tanda-tandanya adalah :
Warna crem, putih perak, kuning muda atau putih.
Tubuh padat, tapi tidak sepadat sapi Inggris.
Berat Badan jantan berkisar 1000 Kg dan Betina 750 Kg
Sapi Simmental
Berasal dari Switzerland dan merupakan tipe potong, kerja dan perah.
Warna bulu umumnya crem, agak coklat dan sedikit merah.
Ukuran tanduk kecil. BB Jantan 1150 Kg dan Betina 800 Kg.
Sapi Limousin
Berasal dari Perancis dan merupakan tipe potong. Warna bulu coklat. Tanduk pada jantan tumbuh keluar dan agak melengkung.


Jenis-Jenis KERBAU (Bubalus Bubalis)
Kerbau adalah hewan yang termasuk lembu disamping ternak sapi (lembu sejati). Kerbau dibedakan dengan sapi karena kerbau dianggap sebagai bentuk yang paling primitive ditinjau dari tengkoraknya.
Kerbau mempunyai sungut (moncong) yang lebar, kuping besar, tanduk subur pertumbuhannya, rambut jarang. Kaki dengan sepatu yang melebar disesuaikan untuk kehidupan di rawa-rawa/ tanah becek.

Dari fosil-fosil yang diketemukan di Asia dianggap sebagai asal dari semua kerbau. Namun sejak jaman Tertier hewan ini telah tersebar di Afrika. Kerbau-kerbau di Afrika sekarang pada galibnya terdapat sebagai Kerbau Caffer (Syncerus caffer), yang hidup disabana Afrika Tengah dan Afrika Selatan. Hewan ini besar dan BB mencapai 1000 Kg dan tinggi gumba 1,8 m, warna hitam, dengan dasar tanduk besar bertemu kiri dan kanan. Disamping itu juga ditemui ada kerbau kecil (Syncerus nanus) tinggi 1,4 m dengan warna kuning sampai merah sawo matang.

Kerbau Asia (Bubalus bubalis) sekarang masih hidup secara liar di India (dengan nama Arni) Arni liar hidup menyebar luas sampai Asia Kecil, Eropa Selatan dan Afrika Utara. Warna kehitaman, tanduk tidak bertemu, BB mencapai 1200 Kg, tinggi gumba 1,7 m. Bubalus bubalis ini hidup di Philipina dengan perubahan bentuk dengan nama Kerbau Mindoro (Bubalus mindoroensis).
Di Indonesia orang berpendapat bahwa telah tidak ada kerbau liar, sedangkan kerbau-kerbau yang dianggap liar tersebut sebenarnya berasal dari kerbau yang telah jinak, seperti Kerbau Jalang di Banten Selatan dan Bengkulu.

Di Pulau Jawa ternak kerbau banyak terdapat di Pantai Utara dan semakin ke Timur semakin berkurang. Yang banyak adalah di Banten, Sukabumi, Bogor, Cianjur, Karawang, Indramayu, Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Demak, Kudus, Bojonegoro, Pasuruan, Probolinggo dan Banyuwangi. Tujuan pemeliharaan umumnya adalah tujuan daging dan ternak kerja. Di luar Pulau Jawa terdapat di Sulawesi Tenggara dan Selatan.Nusa Tenggara, Flores, Sumba dan Sumbawa. Kerbau di Sulawesi ada yang dalam bentuk kerdil tinggi 1 m disebut dengan Anoa (Bubalus depresicornis).
Kerbau di Indonesia umumnya BB mencapai 500 – 600 Kg dengan tinggi 120 – 130 cm.

Di Negara India merupakan gudang kerbau, dipelihara untuk tujuan daging dan susu. Nama lainkerbau adalah Water buffaloes (karena sering mandi, Swamp buffaloes (karena sering berkubang), River buffaloes (karena sering di sungai) dan Kebo (Bahasa Jawa.
Beberapa Istilah yang terkait dengan Ternak Kerbau
Arna = Kerbau Air (Bubalus bubalis).
Bubaline = Golongan kerbau yang merupakan bagian dari genus Bos
Buffalo = Kerbau (Bos bubalis, bos caffer atau synerus caffer.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:57

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.