Inilah Penyebab Harga Daging Di Indonesia Lebih Mahal Dibandingkan Negara Lain

Posted by

Loading...
Sudah bukan rahasia lagi jika harga daging di negara kita akan meningkat tajam menjelang hari raya Idul Fitri, mengapa? Banyak faktor yang menyebabkannya, antara lain karena permintaan daging yang melonjak drastis jelang hari raya tersebut dan juga permainan pedagang daging untuk mengambil untung sebanyak-banyaknya jelang hari raya dimana banyak orang yang tadinya jarang berbelanja daging ikut memborong daging sebagai suguhan hari raya Idul Fitri yang hanya setahun sekali. Pemikiran ini mendorong mereka tidak perduli dengan harga daging yang naik tinggi yang penting mereka bisa membelinya dan kenyataannya mereka membelipun tidak dalam jumlah besar tetapi hanya beberapa kilo bahkan kadang hanya beli 1 -2 kg saja, jadi mahal dikit tidak masalah, begitulah pemikiran mereka.


Tahukah anda ternyata harga daging di Indonesia meski pada hari-hari biasa juga terkenal lebih mahal daripada negara lain.

Negara-negara di belahan Amerika Selatan mendominasi konsumsi daging dengan Uruguay paling banyak, diikuti oleh Argentina, Paraguay dan Brasil. Dua negara pertama mengkonsumsi daging sapi lebih dari 40 kg per kapita per tahun. Hak atas foto Ian Waldie/Getty Images Image caption Konsumsi daging global masih didominasi oleh negara-negara di Amerika Selatan

Sebagai Contoh Berikut Daftar Harga Daging Sapi Bulan ini
Harga daging sapi sendiri bervariasi dan sangat beragam, setiap daerah mempunyai harga yang berbeda-beda. Salah satu contohnya adalah di daerah medan, daging di daerah tersebut mencapai harga 130 ribu/kg dan harga paling rendah sekitar 120 ribu/kg padahal sebelumnya harga untuk daging sapi per kilonya hanya mencapai 100 ribu/kg. Berikut adalah Daftar Harga sapi di wilayah indonesia. Semoga info yang kami berikan bermanfaat dan bisa menjadi pedoman bagi para pembeli maupun pedagang sapi di indonesia.
Riset paling baru menunjukan bahwa harga daging di Indonesia paling tidak terjangkau dibandingkan negara lain. Jika dibandingkan dengan harga rata-rata global, harga daging sapi dan ikan di Asia Tenggara memang lebih murah. Tapi jika dihitung-hitung dengan upah minimum, penduduk di negara-negara itu -terutama Indonesia- harus bekerja berjam-jam untuk mendapatkan uang yang lebih banyak untuk mengkonsumsi daging dan ikan.
Berikut ini Prediksi harga daging sapi hari ini.
Daftar Harga Daging Sapi Hari Ini
Daging Sapi di Medan Rp. 130.000,-/kg
  • Daging Sapi di Bandung Rp. 122.000,-/kg
  • Daging Sapi di Kota Bekasi Rp. 120.000,/kg
  • Daging Sapi di Kota Cirebon Rp. 120.000,-/kg
  • Daging Sapi di Kota Depok Rp. 110.000,-/kg
  • Daging Sapi di Suka Bumi Rp. 110.000,-/kg
  • Daging Sapi di Tasik Malaya Rp. 110.000,-/kg
  • Daging Sapi di Bogor Rp. 100.000,-/kg

Bandingkan dengan harga daging sapi di India yang menurut informasi harganya hanya berkisar Rp 40.000 per kg. Jomplang sekali bukan? Jadi adalah sangat beralasan jika makin lama masyarakat pembeli daging sapi mulai bergeser dengan membeli daging ayam yang harganya jauh lebih murah. Saat ini harga ayam potong hanya berkisar Rp 28.000 - 30.000 per kg, jauh dibawah harga daging sapi.

Dan tahukah anda bahwa untuk membeli 1 kilogram daging sapi masyarakat Indonesia harus bekerja lebih dari 20 jam? Sementara itu, hanya diperlukan 7,3 jam bekerja untuk mendapatkan 1 kg daging ayam.

Konsumsi daging sapi oleh masyarakat Indonesia sangat kecil, hanya 2,31 kilogram per kapita per tahun pada tahun lalu, berdasar data Badan Pusat Statistik. Dibanding beberapa negara tetangga, Indonesia masih tertinggal dalam hal konsumsi daging. Malaysia mengkonsumsi 8.5 kg daging sapi per kapita per tahun, sementara Vietnam 8.9 kg, dan Filipina 3 kg per tahun.

Mengapa harga daging di Indonesia susah dijangkau?

Di Indonesia, masing-masing provinsi memiliki upah minimum bervariasi, upah minimum tertinggi di ibu kota Jakarta, sebesar Rp 3.335.700, sementara yang terendah di Provinsi DIY sebesar Rp 1.337.645.

Artinya, orang-orang di kota besar yang nota bene didominasi kelas menengah sudah pasti lebih mudah untuk membeli daging ketimbang orang-orang di daerah yang lebih terpencil. Bisa dilihat, konsumsi daging justru lebih banyak dinikmati oleh warga di perkotaan.

Rantai tata niaga panjang
Menurut Ketua Asosiasi Pengusaha Importir Daging Sapi Thomas Sembiring, sebagian besar kebutuhan daging sebetulnya bisa dipasok dari dalam negeri, tapi biaya produksi di peternakan lokal tinggi karena sistem pemeliharaan mereka berskala kecil.

Selain biaya produksi tinggi, banyaknya perantara membuat harga akhir di konsumen semakin mahal.

"Rantai tata niaganya juga lebih panjang. Kalau di sini kan importir langsung ke distributor langsung ke pedagang dan pengecer. Kalau di lokal kan mungkin rantai tata niaganya cukup panjang."

Guru Besar Institut Pertanian Bogor Dwi Andreas menambahkan, saat ini harga dibiarkan berjalan sebagaimana mekanisme pasar.

"Bahkan pemerintah malah cenderung menurunkan harga melalui impor daging kerbau dan daging beku yang ditetapkan Rp 80.000 per kg di retail-retail. Itu kan upaya pemerintah untuk menurunkan harga, tapi kan tidak berhasil sama sekali," jelasnya.

Solusi yang bisa dilakukan, lanjutnya, adalah memperbaiki sektor hulu peternakan sapi dengan memperbaiki bisnis peternak lokal.

"Sektor hulu harus dibenahi, di peternak rakyat. Pemerintah harus betul-betul support sepenuhnya peternak rakyat sehingga perlahan-lahan populasi sapi meningkat. Kalau perlahan-lahan populasi meningkat, otomatis kemungkinan harga bisa tertekan kebawah."  

Jadi rantai tataniaga yang panjang dan populasi sapi yang memang belum mencukupi untuk memenuhi kebutuhan daging nasional adalah beberapa penyebab mengapa harga daging di Indonesia mahal.

Sumber bbcindonsia.com dan sumber lainnya

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 07:05

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.