Daun Kenikir, Anti Kanker Alami Yang Murah Dan Mudah Didapatkan

Manfaat Kenikir Sebagai Pencegah Penyakit Kanker Secara Alami, Apa Saja Kandungannya?
Tanaman Kenikir dikenal dalam ranah penelitian ilmiah dengan nama daun artemisinin karena kandungan artemisinin pada daun kenikir yang relatif tinggi. Rasa daun kenikir yang agak pahit adalah akibat dari kandungan absinthin serta anabsinthin.

Kenikir adalah tanaman yang daunnya biasa dimanfaatkan untuk sayur terutama sekali untuk sayur pada pecel maupun untuk lalapan. Awalnya kenikir hanya diketahui manfaatnya hanya sebatas sayuran hijau yang tentunya sangat baik bagi pencernaan karena kandungan seratnya juga baik untuk daya tahan tubuh karena kandungan vitamin dan klorofilnya.
Dalam perkembangan seiring kemajuan penelitian pengobatan herbal, diketahui bahwa tanaman kenikir mengandung zat artemisinin yang dikenal mampu membunuh sel kanker.
Daun Artemisia memiliki kandungan sekitar 89 % dari keseluruhan artemisinin yang terkandung pada tanaman yang tersebar di 1/3 daun bagian atas (41, 7 %) ; 1/3 bagian tengah (25 %) dan 1/3 bagian bawah (22, 2 %).
Dalam pengobatan china, tanaman yang mengandung zat artemisinin sudah lama digunakan dalam mengobati penyakit kanker payudara dan mampu membunuh sebagian besar sel kanker payudara sampai 98%. Dan yang lebih mengagumkan adalah kemampuan membunuh sel kanker tersebut hanya membutuhkan waktu kurang dari 16 jam. Demikian menurut hasil penelitian yang diterbitkan oleh Life Science. Dan akan lebih ampuh lagi jika tanaman kenikir ini dalam pengobatan kanker payudara digabungkan dengan tanaman apsintus, memungkinkan untuk membunuh hampir seluruh sel kanker payudara.

Tanaman Kenikir dikenal dalam ranah penelitian ilmiah dengan nama daun artemisinin karena kandungan artemisinin pada daun kenikir yang relatif tinggi. Rasa daun kenikir yang agak pahit adalah akibat dari kandungan absinthin serta anabsinthin.
Tanaman Kenikir: Perdu dengan tinggi 75-100 cm dan berbau khas. Batang tegak, segi empat, beralur membujur, bercabang banyak, beruas berwarna hijau keunguan. Daunnya majemuk, bersilang berhadapan, berbagi menyirip, ujung runcing, tepi rata, panjang 15-25 cm, berwarna hijau. Bunga majemuk, bentuk bongkol, di ujung batang, tangkai panjang ± 25 cm, mahkota terdiri dari 8 daun mahkota, panjang ± 1 cm, merah, benang sari bentuk tabung, kepala sari coklat kehitaman, putik berambut, hijau kekuningan, merah. Buahnya keras, bentuk jarum, ujung berambut, masih muda berwarna hijau setelah tua coklat. Biji keras, kecil, bentuk jarum, panjang ± 1 cm, berwarna hitam. Akar tunggang dan berwarna putih.
Bagaimana cara kerja artemisinin yang terdapat pada daun kenikir dalam membunuh sel kanker secara efektif tanpa merugikan atau merusak sel-sel yang lain? Artemisinin akan berikatan dengan kandungan Iron yang tinggi dalam suatu sel kanker yang diakibatkan radikal bebas, dan akan berakibat sel kanker menjadi mati. Seperti diketahui bahwa sel kanker memiliki kandungan Iron yang tinggi sehingga artemisinin hanya akan membunuh sel dengan iron tinggi (sel kanker saja) tanpa merusak sel baik lainnya.

Penemuan ini sebenarnya sudah ditemukan sejak 1997 oleh Dr Zhenxing Wei. Dengan research yang lebih dalam lagi seharusnya pengobatan dengan artemisinin ini hanya akan membunuh sel kanker tanpa merusak sel baik. Jika bisa berhasil terapi ini akan mengganti kemoterapi yang saat ini dipakai oleh para dokter di dunia.

Daun Artemisia memiliki kandungan sekitar 89 % dari keseluruhan artemisinin yang terkandung pada tanaman yang tersebar di 1/3 daun bagian atas (41, 7 %) ; 1/3 bagian tengah (25 %) dan 1/3 bagian bawah (22, 2 %). Sampai sekarang ini efek negatif dari pemakaian Artemisia juga sebagai obat malaria belum banyak ditemui. Meski sekian, artemisinin bisa tingkatkan produksi asam lambung hingga butuh hati-hati bagi pasien pasien mag (masalah pencernaan). Diluar itu, pemakaiannya juga sangatlah dilarang untuk wanita hamil lantaran salah satu karakter dari artemisinin yaitu merangsang menstruasi hingga di kuatirkan bisa menyebabkan keguguran.
Manfaat Lain Kenikir:
1. Mengatasi bau mulut.
2. Penambah nafsu makan.
3. Penguat tulang.
4. Peningkat sistem imun.
5. Obat cuci darah.
6. Obat payudara bengkak.
7. Obat gondong.
8. Obat kanker.
9. Obat jantung
10. Obat maag.
11. Obat sakit lambung.
12. Antioksidan.
13. Perlancar aliran darah.
14. Anti peradangan.
15. Meredakan pembengkakan.
Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa, artemisinin lewat cara efektif dapat mengobati berbagai penyakit. Ekstrak tanaman ini telah digunakan di China untuk melawan penyakit malaria selama beberapa ribu tahun. The bioengineers Henry Lai dan Narendra Singh dari University of Washington, Seattle, yakni dua ilmuwan yang pertama kalinya temukan hal sejenis ini. Hasil penelitian mereka telah tunjukkan bahwa sel kanker akan alami apoptosis (hancur dengan sendirinya). Produsen farmasi Perancis ” Sanofi ” berusaha memproduksi sekitar 50-60 ton artemisinin tiap-tiap tahunnya.


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 05:45
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.