Cara Mengobati Campak Jerman, Rubella, Penyebab dan Gejalanya

Posted by

Loading...
Penyebab Penyakit Rubella, Gejala, Ciri-ciri dan Cara Mengobati Campak Jerman Serta Pencegahannya
Salah satu pencegahan virus rubella dengan melakukan imunisasi serta vaksinisasi. Yakni dengan kombinasi vaksin MMR yang paling efektif untuk memberikan kekebalan tubuh secara maksimal. Pemberian vaksin ini paling pas diberikan saat anak diusia 12 bulan atau sekitar 1 tahun setelah kelahiran. Selanjutnya dilakukan pemberian vaksin kedua saat anak di usia 4 sampai 6 tahun.
Salah satu pencegahan virus rubella dengan melakukan imunisasi serta vaksinisasi. Yakni dengan kombinasi vaksin MMR yang paling efektif untuk memberikan kekebalan tubuh secara maksimal. Pemberian vaksin ini paling pas diberikan saat anak diusia 12 bulan atau sekitar 1 tahun setelah kelahiran. Selanjutnya dilakukan pemberian vaksin kedua saat anak di usia 4 sampai 6 tahun. Penyakit yang lebih dikenal sebagai campak jerman ini memang cukup terkenal di masyarakat. Biasanya dikenal sebagai rubella, german measles, atau campak 3 hari. Memang tergolong penyakit yang ringan jika mengenai anak-anak. Namun cukup berbahaya untuk wanita yang sedang hamil. Bahkan sampai pada kematian sang bayi.
Rubella atau campak Jerman adalah infeksi virus yang ditandai dengan ruam merah pada kulit. Rubella umumnya menyerang anak-anak dan remaja. Menurut data WHO, pada tahun 2016 di Indonesia terdapat lebih dari 800 kasus rubella yang sudah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.
Virus ini menyerang kulit dan kelenjar getah bening. Biasanya ditandai dengan ruam yang khas berwarna merah serta adanya pembengkakan pada kelenjar getah bening (inflamasi).
Penyakit ini disebabkan oleh virus rubella dan dapat menyebar dengan sangat mudah. Penularan utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin. Berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita juga dapat menularkan rubella. Sama halnya jika Anda menyentuh mata, hidung, atau mulut Anda setelah memegang benda yang terkontaminasi virus rubella. Walau sama-sama menyebabkan ruam kemerahan pada kulit, rubella berbeda dengan campak. Penyakit ini biasanya lebih ringan dibandingkan dengan campak. Tetapi jika menyerang wanita yang sedang hamil, terutama sebelum usia kehamilan lima bulan, rubella berpotensi tinggi untuk menyebabkan sindrom rubella kongenital atau bahkan kematian bayi dalam kandungan. WHO memperkirakan tiap tahun terdapat sekitar 100.000 bayi di dunia yang terlahir dengan sindrom ini. Sindrom rubella kongenital dapat menyebabkan cacat lahir pada bayi, seperti tuli, katarak, penyakit jantung bawaan, kerusakan otak, organ hati, serta paru-paru. Diabetes tipe 1, hipertiroidisme, hipotiroidisme, serta pembengkakan otak juga dapat berkembang pada anak yang terlahir dengan sindrom ini.
Ciri-ciri penderita virus rubella
Seseorang yang terkena virus ini tidak langsung terserang penyakit. Namun biasanya setelah 2 sampai 3 minggu masa inkubasinya. Gejala yang muncul adalah :
  • Suhu tubuh naik (demam) sekitar 37,5 – 38,5 derajat celcius (Baca : Suhu tubuh normal manusia)
  • Kepala pening
  • Pilek sampai hidung mampet
  • Mata memerah, bahkan sampai meradang
  • Mengalami inflamasi kelenjar getah bening di bagian belakang leher dan telinga
  • Sendi nyeri (hanya beberapa orang yang mengalami)
  • Setelah 3 hari kemudian, muncul ruam merah muda dibagian wajah dan ke seluruh tubuh
Meskipun campak hanya berlangsung selama 3 hari, namun pembengkakan terjadi selama 1 minggu. Selain itu nyeri sendi berlangsung lebih lama, selama 2 minggu.

Cara Pengobatan Penyakit Rubella atau Campak Jerman

Sebenarnya penyakit Campak jerman penyembuhanya bukan dengan obat-obatan atau semacamnya. Biasanya dengan :
Konsumsi makanan bernutrsi. Dengan memakan makanan yang bernutrisi mampu menguatkan sistem kekebalan tubuh. Sebab untuk menstimulus imunitas perlunya ada nutrisi cukup. Dengan anda membiasakan untuk tidur cukup, mampu menjadikan sistem imun semakin baik. Pada kondisi tubuh yang rileks membantu sel untuk regenerasi dan menggantinya dengan yang baru.

Menjaga jarak memang dinilai penting. Sebab untuk penyembuhanya biarkan tubuh anda sendiri yang membuat anti toksin. Jika anda tetap berada dilingkungan bersama teman dan keluarga, dikhawatirkan mereka tertular dengan anda. Sedangkan anda berada dalam tahap penyembuhan. Sehingga mampu memperlama proses penyembuhanya. Ketika anda merasa gejala yang muncul seperti sakit kepala, demam, serta gatal-gatal, di sarankan untuk memeriksakan ke dokter. Sebab beliau tahu mana yang terbaik untuk pasienya. Sehingga bisa memberikan penanganan yang sesuai. Jika belum bisa ke dokter, anda juga mampu memberikan obat warung yang sifatnya sebagai pertolongan pertama. Yaitu dengan memberikan acetaminophen atau ibuprofen.
Rubella tidak membutuhkan penanganan medis khusus. Pengobatan dapat dilakukan di rumah dengan langkah-langkah sederhana. Tujuannya adalah untuk meringankan gejala, namun bukan untuk mempercepat penyembuhan rubella. 
  • Beristirahatlah sebanyak mungkin.
  • Minum banyak air putih untuk mencegah dehidrasi.
  • Mengurangi nyeri dan demam. Penderita dapat mengonsumsi paracetamol atau ibuprofen untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri pada sendi.
  • Minum air hangat bercampur madu dan lemon untuk meredakan sakit tenggorokan dan pilek.
Penyebab utamanya campak jerman adalah virus rubella. Biasanya tersebar ketika penderita mengalami bersin dan batuk. Bisa saja melalui kontak secret langsung. Yakni dengan ingus atau lendir penderita.

Virus rubella bisa menular dengan penularan secara langsung melalui tubuh. Biasanya terjadi pada ibu yangsedang mengandung janin. Maka otomatis secara tidak langsung si anak akan tertular. Memakan daging setengah matang membawa kemungkinan seseorang dapat tertular. Sebab hewan yang terinfeksi dimasak belum matang. Sehingga virus yang ada pada daging masuk ke dalam tubuh manusia

Adanya transplantasi organ dengan seseorang yang terkena virus rubella juga memungkinkan seseorang terkena rubella. Sebab secara tidak langsung darah yang penderita secara tidak langsung masuk ke dalam tubuh kita. Melakukan hubungan seksual dengan seseoarang yang terkena virus campak juga mampu beresiko tertular. Sebab kemungkinan secara tidak langsung lendir penderita masuk ke orang lain yang belum terkena.

Cara untuk mendiagnosis seseorang terkena virus rubella adalah dengan menggunakan tes darah dan kultur tenggorokan. Anda juga harus mempelajari riwayat kesehatan medis serta melakukan tes pemeriksaan fisik secara lengkap dan detail.

Dengan melakukan tes ini, akan mengetahui jenis antibody apa yang dihasilkan. Serta mampu mendeteksi apakah seseorang tersebut sudah pernah melakukan vaksinisasi atau belum.

Seseorang yang terkena virus rubella akan mengalami ketahanan tubuh atau imunitas menurun. Sehingga ia mudaah terkena penyakit lain. Untuk itu disarankan bagi seseorang yang terkena virus ini untuk tetap selalu menjaga stamina. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi buah-buahan dan sayuran segar. Supaya ketahanan tubuh bisa dipertahankan.

Sekali anda terkena virus rubella, maka selanjutnya anda tidak akan terkena virus ini lagi. Sebab antibody dalam tubuh anda sudah menebal. Juga tubuh akan menghasilkan anti toksin yang khusus menetralisir pathogen virus rubella. Sehingga ketika virus rubella masuk lagi ke tubuh, sudah bisa di netralisir dengan anti toksin yang dibuat tubuh tadi.

Beberapa orang yang mengalami campak jerman juga terkena radang sendi. Beberapa terjadi pada wanita. Nyeri tersebut terjadi selama 2 minggu. Bahkan ada yang sampai satu bulan. Bagian yang mengalami radang sendi adalah jari jemari, pergelangan tangan, serta lutut. Namun kasus ini dinilai jarang.

Beberapa orang juga mengalami infeksi telinga ketika terkena virus rubella. Namun kasus ini hanya menjumpai beberapa orang saja.

Selain itu, ada juga yang mengalami radang otak atau ensefalitis. Kasus ini juga hanya menjumpai beberapa orang saja.

Paling menjadi masalah adalah jika virus rubella mengenai wanita hamil. Sebab sangat mempergaruhi perkembangan janin yang ada di perut sang ibunda. Bahkan ketika bayi tersebut lahir, akan positif menderita sindrom rubella congenital. Kelainan yang sangat beresiko pada anak, antara lain :
  • Pertumbuhan mengalami keterlambatan atau retardasi
  • Mental yang terbelakang dengan Intellegence rendah
  • Gangguan mata, misal katarak
  • Tuli bawaan
  • Kelainan Jantung, seperti klep jantung abnormal
  • Kecacatan pada beberpa organ

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 21:52

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.