Cara Memilih Bibit Sapi Yang Baik Berdasarkan Penampilan Luar Ternak

Posted by

Loading...
Bibit Sapi Unggul dan Berkualitas, Jaminan Produktivitas Yang Tinggi

Bibit sapi yang baik adalah salah satu faktor pendukung utama yang sangat menunjang produktivitas sapi, baik itu sapi potong maupun sapi perah. Salah satu contoh bibit unggul untuk sapi potong adalah turunan limousin dan simmental, sedangkan untuk sapi perah adalah jenis FH. Meskipun demikian sapi-sapi bibit yang berasal dari jenis yang baik juga harus dipilih atau diseleksi lagi untuk bisa memperoleh bibit sapi yang memiliki performance terbaik atau super.
Sistim Pemuliabiakan Seringkali sapi perah dara dikawinkan dengan pejantan pedaging untuk mengurangi risiko kesulitan lahir dan baru setelah menghasilkan anak satu dikawinkan dengan pejantan sapi perah pilihan. Bibit harus diberi kesempatan untuk bergerak aktif paling tidak 2 jam setiap hari. 
Untuk sapi potong tentunya performance super ditandai dengan pertumbuhan bobot badan yang cepat sedangkan sapi perah ditandai dengan produksi susu yang tinggi. Menyeleksi adalah suatu tindakan untuk memilih ternak yang dianggap mempunyai mutu genetik baik untuk dikembangbiakkan lebih lanjut serta memilih ternak yang dianggap kurang baik untuk dikeluarkan dan tidak dikembangbiakkan lebih lanjut. Menyeleksi atau pemilihan bibit sapi perah berdasarkan eksteriur dalam usaha ternak perah sangat penting. Biasanya peternak memilih bibit yang sudah memasuki umur siap kawin, tetapi ada juga peternak yang menginginkan ternak laktasi atau bahkan dara.
Pemilihan Bibit dan Calon Induk Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan. Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur garam dapur, ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya.
Tindakan menyeleksi atau pemilihan bibit sapi perah berdasarkan eksteriur dalam usaha ternak perah sangat penting. Biasanya peternak memilih bibit yang sudah memasuki umur siap kawin, tetapi ada juga peternak yang menginginkan ternak laktasi atau bahkan dara Salah satu cara untuk menilai dan memilih bibit ternak adalah dengan melakukan uji tilik ternak atas performance dan kelengkapan data atau informasi produktivitas ternak yang tertuang dalam kartu recording.


Syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh bibit calon induk sapi perah betina dewasa ciri-ciri eksteriur yang baik adalah : 

a. produksi susu tinggi,
b. umur 3,5-4,5 tahun dan sudah pernah beranak,
c. berasal dari induk dan pejantan yang mempunyai keturunan produksi susu tinggi,
d. bentuk tubuhnya seperti baji,
e. matanya bercahaya, punggung lurus, bentuk kepala baik, jarak kaki depan atau kaki belakang cukup lebar serta kaki kuat,
f. ambing cukup besar, pertautan pada tubuh cukup baik, apabila diraba lunak, kulit halus, vena susu banyak, panjang dan berkelok-kelok, puting susu tidak lebih dari 4, terletak dalam segi empat yang simetris dan tidak terlalu pendek,
g. tubuh sehat dan bukan sebagai pembawa penyakit menular, dan
h. tiap tahun beranak.

Calon Induk yang baik antara lain:
a. berasal dari induk yang menghasilkan air susu tinggi,
b. kepala dan leher sedikit panjang, pundak tajam, badan cukup panjang, punggung dan pinggul rata, dada dalam dan pinggul lebar,
c. jarak antara kedua kaki belakang dan kedua kaki depan cukup lebar, (d) pertumbuhan ambing dan puting baik,
d. jumlah puting tidak lebih dari 4 dan letaknya simetris, serta
e. sehat dan tidak cacat.



Pejantan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. umur sekitar 4-5 tahun,
b. memiliki kesuburan tinggi,
c. daya menurunkan sifat produksi yang tinggi kepada anak-anaknya,
d. berasal dari induk dan pejantan yang baik,
e. besar badannya sesuai dengan umur, kuat, dan mempunyai sifat-sifat pejantan yang baik,
f. kepala lebar, leher besar, pinggang lebar, punggung kuat,
g. muka sedikit panjang, pundak sedikit tajam dan lebar,
h. paha rata dan cukup terpisah,
i. dada lebar dan jarak antara tulang rusuknya cukup lebar,
j. badan panjang, dada dalam, lingkar dada dan lingkar perut besar, serta
k. sehat, bebas dari penyakit menular dan tidak menurunkan cacat pada keturunannya.

Pemilihan Bibit dan Calon Induk Untuk mengejar produktivitas ternak yang tinggi, diperlukan perbaikan lingkungan hidup dan peningkatan mutu genetik ternak yang bersangkutan. Bibit yang baru datang harus dikarantina untuk penularan penyakit. Kemudian bibit diberi minum air yang dicampur garam dapur, ditempatkan dalam kandang yang bersih dan ditimbang serta dicatat penampilannya.

Perawatan Bibit dan Calon Induk Seluruh sapi perah dara yang belum menunjukkan tanda-tanda birahi atau belum bunting setelah suatu periode tertentu, harus disisihkan. Jika sapi yang disisihkan tersebut telah menghasilkan susu, sapi diseleksi kembali berdasarkan produksi susunya, kecenderungan terkena radang ambing dan temperamennya.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 22:24

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.