Cara Cepat Menambal Kolam Koi Yang Bocor

Posted by

Loading...
Kolam Koi Yang Bocor Atau Rembes Airnya Tentu Menjengkelkan, Ini Cara Mengatasinya!

Kuantitas dan kualitas air yang bagus, jernih dan sehat sangat dibutuhkan dalam pemeliharaan ikan koi. Kuantitas air wajib terjaga agar pergerakan koi juga tetap leluasa di dalam kolam. Mencegah kebocorann kolam koi adalah hal vital yang wajib dilakukan penyuka ika koi agar kuantitas air dalam kolam tetap terjaga. Bagaimana mengatasi kolam yang terlanjur bocor atau rembes sehingga airnya selalu berkurang dengan cepat? Problem kebocoran pada kolam ikan koi tentunya bisa diatasi dengan cara menambalnya. Tambal yang bocor, airnya pun tak menyusut. Tentu cara menambalnya ada triknya. Anda tidak bisa sembarang. Misalnya, ikan yang ada di kolam harus dipindah dulu. Kemudian, kebocoran bisa ditambal. Jika keliru, ikan kesayangan Anda bakal stres. Lama-lama, bisa tewas.

- Pindahkan ikan-ikan koi ke tempat yang aman, keringkan kolam.

- Perhatikan dan beri tanda setiap lapisan dinding semen yang berlubang, retak, dan yang Anda curigai sebagai titik kebocoran kolam. Jangan sampai terlewat satu titikpun karena Anda harus mengulang dari awal bila ada yang terlewat.

- Perhatikan kebocoran yang ditemukan apakah semen di sekitarnya juga terdapat retakan lembut atau keropos. Bersihkan bagian tersebut sampai tidak ada lagi semen yang keropos, kemudian ditambal dengan semen. Lakukan langkah ini pada setiap kebocoran yang Anda temukan.

- Biarkan kolam hingga semen tambalan benar-benar kering. Isi kembali kolam dengan air di atas tanda yang kita buat. Tunggu beberapa jam apakah air di kolam kita berkurang.

- Bila tidak berkurang, isi penuh kolam dan tunggu hingga 2-3 jam. Kemudian kosongkan kolam, sambil dibersihkan, barulah diisi air kembali dan ikan dapat dilepas ke kolam baru tersebut.
Biasanya kalo terlihat gejala kolam bocor, pemilik kolam akan segera berpikir mengaplikasikan pelapis anti bocor. Hal ini sangat sering terjadi karena pelapis anti bocor seperti aq**proof atau aq**guard dan merk2 lain, cukup populer di masyarakat kita. Perlu saya sampakan bahwa hal tersebut sangat tidak tepat karena samasekali pelapis anti bocor seperti a***proof tidak didesain untuk kolam yang terrendam air nonstop untuk jangka panjang.
Tips cara dan langkah-langkah detil menambal kolam koi yang terbuat dari semen yang bocor karena retakan, umumnya retakan sudut. Plus Alat dan Bahan Yang Dibutuhkan
Bahan : semen sekering mungkin (jika kondisi bagus masih bubuk dan ngebul).
Alat :
– lap kering / kanebo
– gergaji besi (tanpa gagang)
– Karet ukuran 5cm x 5-6 cm, senyamannya sebagai pengganti kape, bisa menggunakan potongan sandal karet/jepit.

Caranya :

– Kuras kolam sampai retakan tidak tergenang air (jika ada kolam ada ikannya, maka pindahkan ke kolam sebelah atau yang kosong menggunakan kandang sementara). Jarak minimal antara retakan yang akan ditambal dan genangan air adalah 10 cm. Jika retakan berada di paling dasar maka air harus dikuras habis dulu.

– Perbesar retakan menggunakan gergaji besi. kedalamanya minimal lebih 5 mm.

– Serap air di sekitar retakan dan dalam radius 5 cm menggunakan lap kering atau kanebo. jangan sampai kering.

– Taburkan semen kering, sisa air dalam retakan akan terserap oleh semen menjadi adukan/acian. sambil diurut agar retakan tertutup dan terisi penuh. Pengurutan menggunakan potongan sendal jepit.

– Keraskan acian dengan menambahkan semen kering bisa dengan ditabur ataupun ditempel menggunakan potongan sendal jepit. sambil diurut seperti pengacian dinding tembok, dilakukan berulang-ulang sampai tambalan sekering mungkin.

– Angkat dan bersihkan semua sisa adukan yang tercecer disekitar tambalan semen, jangan sampai jatuh di tambalan yang sudah kering, angkat semua peralatan ke luar kolam.

– Tunggu 10 menit agar matang, tes tambalan dengan mengusap tambalan menggunakan jari. jika terasa basah dan masih ada semen yang menempel pada jari maka belum matang. berikan tambahan waktu 10 menit lagi.

– Jika tambalan sudah matang, langsung tambahkan air kolam seperti biasa, perhatikan selama proses pengisian air jika tidak terjadi penguraian tambalan maka jika ketinggian sudah cukup ikan bisa langsung dimasukan ke dalam kolam dan pemeliharaan ikan dapat berlangsung seperti biasa.

Proses pematangan tambalan usahakan jangan sampai dalam kondisi hujan/gerimis ataupun malam/dini hari karena pematangan tambalan jadi lama.

Jika keadaan terpaksa misalnya kolam pompa yang ditambal dan sirkulasi air sudah harus dijalankan, disarankan untuk menutup tambalan agar tidak terkena ARUS air. Bisa dengan plastik, plakban, potongan karung dll. dan dikasih pemberat agar penutupnya tidak bergerak dan tambalan terbuka terhadap arus air.

Untuk penambalan retakan sepanjang 5 meter selebar tapak gergaji besi kira-kira menghabiskan semen 1/2 kg.

Jadi Prinsipnya Sebelum Melakukan Penambalan Kolam Koi Yang Bocor, Silahkan Catat dan Perhatikan Hal-hal Dibawah ini Agar Ikan Aman dan Kolam Bocor Teratasi

1. Pindahkan ikan-ikan ke tempat yang aman, keringkan kolam.

2. Perhatikan dan beri tanda setiap lapisan dinding semen yang berlubang, retak, dan yang Anda curigai sebagai titik kebocoran kolam. Jangan sampai terlewat satu titik pun karena Anda harus mengulang dari awal bila ada yang terlewat.

3. Perhatikan kebocoran yang ditemukan apakah semen di sekitarnya juga terdapat retakan lembut atau keropos. Bersihkan bagian tersebut sampai tidak ada lagi semen yang keropos, kemudian ditambal dengan semen. Lakukan langkah ini pada setiap kebocoran yang Anda temukan.

4. Biarkan kolam hingga semen tambalan benar-benar kering. Isi kembali kolam dengan air di atas tanda yang kita buat. Tunggu beberapa jam apakah air di kolam kita berkurang.

5. Bila tidak berkurang, isi penuh kolam dan tunggu hingga 2-3 jam. Kemudian kosongkan kolam, sambil dibersihkan, barulah diisi air kembali dan ikan dapat dilepas ke kolam baru tersebut.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:40

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.