Sapi Terserang Antraks? Ini Ciri-cirinya!

Posted by

Loading...
Antraks adalah salah satu penyakit berbahaya yang bisa menyerang ternak. Ternak yang diserang bisa dari jenis ruminansia besar seperti sapi dan kerbau juga bisa menyerang unggas besar seperti burung unta dan ruminansia kecil seperti kambing dan domba. Penyakit antraks tercatat pernah terjangkit dan terindikasi didaerah seperti Purwakarta, Blitar, Kulonprogo dan juga di Jawa Tengah.

Sapi Sehat

Kadang masyarakat masih tidak begitu memahami gejala dan ciri-ciri penyakit antraks yang menyerang ternak mereka.

Beberapa ciri-ciri Ternak yang terserang Antraks antara lain:
  • Ternak demam tinggi, sapi sampai 42 derajat celsius, kuda 41,5 derajat celsius
  • Ternak terlihat gelisah dan depresi
  • Terserang sesak nafas
  • Pembengkakan pada leher, dada, isi perut, pinggang dan kelamin
  • Keluar darah encer kehitamann dari lubang tubuh seperti dari mulut dan hidung ternak
  • Terdapat luka lokal seperti di Lidah
  • Mati mendadak

“Ada 10 cara pengendalian antraks yaitu pengobatan, isolasi penderita, vaksinasi, desinfeksi, pengawasan lalu lintas ternak, ketentuan ketat dalam pemotongan ternak di lokasi kasus, penanganan bangkai penderita pengiriman sampel untuk uji lab, pemantauan penyelidikan dan report,”
Penjelasan Umum Tentang Antraks
Penyakit Antraks terjadi diakibatkan oleh Bacillus Anthracis dan spora tersebut mampu germinasi, multiplikasi dan sporulasi diluar tubuh pada suhu 8 hingga 45 derajat celcius.

Selama bakteri itu tidak terpapar oksigen, bakteri tersebut akan mudah dikendalikan dan antraks tidak ditularkan melalui kontak langsung (hewan) kecuali hewan tersebut mengkonsumsi bahan-bahan yang tercemar oleh Bachillus Anthracis.

Penularan pada hewan hanya terjadi pada hewan peka yaitu hewan herbivora seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan kuda serta burung unta.

Penularan antraks itu juga bisa diakibatkan oleh vektor lalat penghisap darah seperti tabanus SP yang mengandung bakteri Bacillus Anthracis.

Gejala klinis penyakit pada hewan yang terkena antraks yaitu dibagi empat per akut, akut, kronis dan kulit.
“Jika per akut, hewan mati mendadak akibat pendarahan di otak, hewan akan tidak seimbang, gigi gemertak dan mati dengan lubang tubuh keluar darah sert berlangsung beberapa jam,”
Hewan yang memiliki gejala klinis akut seperti demam jika kuda mencapai 41,5 derajat celcius dan sapi 42 derajat celcius.

Hewan ini akan merasa gelisah, depresi, sesak nafas, pembengkakan pada leher, dada, isi perut, pinggang dan kelamin keluar serta keluar darah kehitaman encer dari lubang tubuh dan kematiannya pada jangka waktu 1 sampai 3 hari.

Selain itu ada yang memiliki gejala kronis yaitu terdapat luka lokal di lidah, penyakit berakhir 10-36 jam, atau berangsur sembuh bila infeksinya kronis yang ringan. Namun, jika gejala pada kulit maka hewan tersebut akan mengalami pembengkakan pada beberapa bagian tubuh pada sapi dan kuda.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 02:26

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.