Penelitian Ilmiah Bukti Manfaat Daun Sirsak Untuk Kesehatan

Menurut peneliti di Cancer Chemoprevention Research Center Universitas Gadjah Mada (CCRC–UGM), Nur Qumara Fitriyah, riset McLaughlin menunjukkan dengan dosis kecil saja, daun sirsak efektif memberangus sel kanker. Berdasarkan riset McLaughlin ED50 ekstrak kasar daun sirsak < 20 µg/ml, sedangkan ED50 senyawa murni cuma < 4 µg/ml. Artinya dengan dosis rebusan 10 – 15 daun sirsak masih aman dikonsumsi.

Sumber lainnya, The Journal of Natural Product membeberkan riset Rieser MJ, Fang XP, dan McLaughlin, peneliti di AgrEvo Research Center, Carolina Utara, Amerika Serikat, bahwa daun sirsak membunuh sel-sel kanker usus besar hingga 10.000 kali lebih kuat dibanding adriamycin dan kemoterapi.

Menurut Ervizal AM Zuhud (kepala Bagian Konservasi dan Keanekaragaman Tanaman, Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor) penelitian sirsak sempat ditutupi-tutupi selama 10 tahun karena ‘mengancam’ kelangsungan hidup kemoterapi dan industri kimia. Apalagi harga sirsak murah. Hasil penelitian itu, ‘Baru tersebar setelah keluarga dari seorang peneliti mengidap kanker dan mempublikasikan di dunia maya.

Menurut Peneliti dari sekolah farmasi Osaka University Jepang, Naoto Kojima dalam penelitiannya menemukan dan berhasil mensintesis senyawa itu yang bersifat anti tumor. Selain itu Konima juga mensintesis senyawa ‘Murisolin’ dalam daun sirsak yang mempunyai sifat sitotoksik pada sel tumor manusia dengan kemampuan 105 sampai dengan 106 kali adriamycin (obat kemoterapi).

Peneliti Indonesia, Profesor Soelaksono Sastrodihardjo PhD dari Sekolah dan Ilmu Teknologi Hayati Institut Teknologi Bandung juga telah membuktikan khasiat daun sirsak itu dalam risetnya. Ia bersama Jerry McLaughlin dari Purdue University, Amerika Serikat telah membuktikan ’Acetogenins’ menghambat ATP (adenosina trifosfat). ATP adalah sumber energi di dalam tubuh, dan sel kanker membutuhkan banyak ATP.

Studi Buktikan Manfaat Daun Sirsak Bagi Pasien Kanker Usus Besar. Konsumsi daun sirsak sebagai pengobatan herbal untuk kanker memang sudah dikenal di masyarakat. Namun di dunia kedokteran, belum ada penelitian ilmiah yang menyebut daun sirsak dapat digunakan sebagai obat kanker.

Dr dr Lili Indrawati, MKes, staf pengajar Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Indonesia mengaku sering ditanya soal manfaat daun sirsak untuk pengobatan penyakit. Melihat manfaatnya pada beberapa orang, ia pun memutuskan untuk meneliti manfaat daur sirsak bagi pasien kanker kolorektal untuk disertasi doktoralnya.

"Karena sebagai dokter kan kita nggak bisa bilang ini bermanfaat itu bermanfaat tanpa ada pembuktian ilmiahnya. Penelitian saya bertujuan untuk membuktikan manfaat daun sirsak terhadap penyakit kanker," tutur dr Lili, ditemui usai sidang promosi doktornya di Gedung Senat Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Kamis (25/6/2015).

Penelitian dr Lili dilakukan kepada 30 orang pasien kanker kolorektal stadium dini. 15 Orang diberikan ektrak daun sirsak yang disajikan dalam bentuk teh, 7 gelas per hari. 15 Orang lainnya mendapat placebo dari gula jagung. Seluruh partisipan merupakan pasien kanker kolorektal yang sudah menjalani operasi dan sedang dalam proses pengobatan.

Penelitian ini dilakukan selama dua bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa pada kelompok yang mendapat ekstrak daun sirsak, pertumbuhan sel kanker terhambat hingga 17 persen.

"Hasilnya terlihat pada pasien kanker stadium dini saja, stadium 1, 2 dan 3 awal. Sementara pada stadium lanjut dosis minum tehnya 210 gelas per hari, tentu ini tidak memungkinkan," ungkapnya.

Meski begitu, hasil studi ini membuktikan pengobatan herbal dapat menjadi pengobatan tambahan bagi pasien kanker. Yang harus diingat adalah pengobatan herbal sifatnya komplementari alias pendampingan, bukan sebagai pengganti pengobatan atau terapi kedokteran lainnya.

dr Lili berharap penelitiannya dapat menjadi pintu bagi penelitian-penelitian ilmiah lainnya soal manfaat tanaman herbal. Ke depannya, penelitian haruslah difokuskan untuk tersedianya obat dari tanaman herbal yang murah dan dapat dijangkau seluruh masyarakat.

"Karena Indonesia ini kaya sekali akan tanaman herbal, sayang kalau tidak dimanfaatkan. Namun untuk memanfaatkannya dibutuhkan penelitian ilmiah agar kita mengetahui apa yang dimakan atau diminum tersebut benar-benar bermanfaat bagi tubuh," pungkasnya.

Sedangkan sebuah studi yang dilakukan Purdue University baru-baru ini menemukan bahwa daun dari pohon sirsak sangat efektif untuk kanker prostat, pankreas dan paru-paru.

Penemuan menakjubkan ini sengaja disimpan selama bertahun-tahun sehingga banyak orang yang tidak menyadarinya. Hal ini karena perusahaan farmasi besar berusaha untuk mempelajari senyawa tersebut dan mencoba menjual versi sintetisnya. Hal ini karena sumber bahan alami untuk obat tidak bisa dipatenkan, tapi sayangnya kandungan dari sirsak tersebut tidak berhasil disintetiskan.

Berdasarkan 20 tes laboratorium yang sudah dilakukan sejak tahun 1970 seperti dilansir vine-uk.com pada April 2010, menunjukkan bahwa ekstrak dari pohon ini sangat bermanfaat, seperti:
  • Bisa menyerang sel-sel kanker secara efektif karena tidak membahayakan sel yang sehat, serta tidak menyebabkan rasa mual ekstrim, kehilangan berat badan dan rambut rontok.
  • Memiliki target yang efektif dan bisa membunuh sel-sel ganas bagi 12 jenis kanker, termasuk kanker usus besar, payudara, prostat, paru-paru dan kanker pankreas.
  • Melindungi sistem kekebalan tubuh dan menghindari infeksi yang mematikan.
  • Merasa lebih sehat dan kuat selama menjalani pengobatan.
  • Meningkatkan energi di dalam tubuh. 


FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:50
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.