Digester Biogas Murah Berbahan Plastik, Ini Cara Membuatnya!

Posted by

Loading...
Cara Mengolah Kotoran Ternak Menjadi Biogas Dengan Menggunakan Digester Plastik dan Berbiaya Murah
Biogas adalah gas yang dihasilkan dari proses penguraian bahan bahan biologis/organik oleh organisme kecil pada kondisi tanpa oksigen, terutama bakteri metan Suhu yang baik untuk proses fermentasi adalah 30-55øC, dimana pada suhu tersebut mikroorganisme mampu merombak bahan bahan organik secara optimal. Hasil perombakan bahan bahan organik oleh bakteri adalah gas metan. Biogas merupakan campuran gas metana, karbondioksida, dan lainnya N2, O2, H2, & H2S dengan perbandingan masing masing +/-60%, 38%, 2% sehingga dapat dibakar seperti layaknya gas elpiji. Biogas dapat dibakar seperti elpiji, dalam skala besar biogas dapat digunakan sebagai pembangkit energi listrik, sehingga dapat dijadikan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan terbarukan
Kantong Digester
Digester merupakan wadah atau tempat terjadinya proses fermentasi anaerob kotoran sapi. Digester dapat dibuat dari plastik sepanjang 5 m dan lapis dua. Digester dilengkapi dengan : (1) pipa pemasukan kotoran sapi paralon 4” ; (2) pipa pengeluaran pupuk kandang; dan (3) pipa pengeluaran gas paralon ½” dibagian tengah digester.

Kantong penampung gas
Kantong penampung gas berguna menampung gas yang dihasilkan digester dan mengalirkannya ke kompor biogas. Terbuat dari plastik sepanjang 5 m dua lapis dan pasang paralon ½” untuk terhubung ke digester dan kompor biogas.

Kompor Biogas
Gas yang tertampung di kantong dialirkan ke kompor dan dapat dipakai untuk memasak. Dapat menggunakan kompor elpiji dengan memperbesar lobang spuyernya.

Operasional Instalasi Biogas

1. Pengisian Pertama
Digester diisi kotoran sapi baru hingga terisi 2/3 dari digester. Kotoran sapi yang akan diisikan terlebih dahulu diaduk dengan air (1:1) atau 1 ember kotoran+1 ember air dan diaduk, kemudian baru diisikan ke digester.
Setelah terisi 2/3 kemudian dibiarkan dulu proses fermentasi berlangsung, dan gas mulai terbentuk setelah 1 minggu kemudian dan kantong penampung akan penuh setelah 2-3 minggu. Kotoran sapi yang digunakan harus baru, karena untuk makanan bagi mikroba penghasil gas

2. Pemakaian gas
Apabila kantong penampung telah penuh, maka gas sudah bisa digunakan, tinggal membuka kran pengeluaran gas dan kompor sudah bisa dinyalakan. Stel kompor pada posisi full dan segera sulut dengan api.

3. Pemeliharaan
Agar gas bisa dihasilkan setiap hari maka digester perlu diisi dengan kotoran sapi kontiniu setiap hari lebih kurang 1/2 gerobak per hari untuk itu dalam pemakaian normal perlu sapi 2-3 ekor.

4. Pembuangan sisa digester/ampas biogas
Ampas digester biogas dapat dijadikan pakan ikan. Percobaan dengan ikan lele pada kolam cincin beton dapat menghasilkan lele dari panjang 2,5 cm menjadi 15 cm dalam waktu 1 bulan.
Selain itu buangan digester dapat dijadikan pupuk organik cair terutama untuk tanman buah-buahan.






Bagaimana biogas bisa terbentuk?
Komponen biogas yang paling penting adalah gas methan, selain itu juga gas-gas lain yang dihasilkan dalam ruangan yang disebut digester. Biogas yang dihasilkan oleh biodigester sebagian besar terdiri dari 54% – 70% metana (CH4), 27– 45% karbondioksida (CO2), 3%-5% nitrogen (N2), 1%-0% hidrogen (H2), 0,1% karbon monoksida (CO), 0,1% oksigen (O2) dan sedikit hidrogen sulfida (H2S).

Biogas dapat dihasilkan pada hari ke 4–5 sesudah biodigester terisi penuh, dan mencapai puncaknya pada hari ke 20–25. Akan tetapi perlu juga dipertimbangan ketinggian lokasi pembuatannya karena pada suhu dingin biasanya bakteri lambat berproses sehingga biogas yang dihasilkan mungkin lebih lama.
Ada tiga kelompok bakteri yang berperan dalam proses pembentukan biogas:
1. Kelompok bakteri fermentatif, yaitu: Steptococci, Bacteriodes, dan beberapa jenis Enterobactericeae,
2. Kelompok bakteri asetogenik, yaitu Desulfovibrio,
3. Kelompok bakteri metana, yaitu Mathanobacterium, Mathanobacillus, Methanosacaria, dan Methanococcus.

Sedangkan terkait dengan temperatur, secara umum ada 3 rentang temperatur yang disenangi oleh bakteri, yaitu:
1. Psicrophilic (suhu 4o – 20o C), biasanya untuk negara-negara subtropics atau beriklim dingin,
2. Mesophilic (suhu 20o – 40o C),
3. Thermophilic (suhu 40o – 60o C), hanya untuk men-digesti material, bukan untuk menghasilkan biogas.
Dengan demikian, untuk negara tropis seperti Indonesia, digunakan unheated digester (digester tanpa pemanasan) pada kondisi kondisi temperatur tanah 20o – 30o C.

Berapa ekor sapi yang harus dimiliki kalau biogasnya digunakan untuk memasak setiap hari ?
untuk mengetahui kebutuhan kotoran sapi setiap hari kita juga harus tahu terlebih dahulu jenis bahan bakar yang akan digantikan misalnya LPG, kita juga harus tahu konsumsi LPG per harinya misalnya 3 kg per 7 hari atau 0,43 kg per hari jadi kita tahu ternyata kita memerlukan 1 m3 atau 1.000 liter biogas per hari. 1.000 liter biogas ini dapat dihasilkan oleh sekitar 30 kg kotoran sapi per hari ( 1 kg kotoran sapi menghasilkan sekitar 35 liter biogas). 1 m3 biogas dapat menyalakan kompor selama kurang lebih 3 jam. jumlah kotoran sapi dewasa per hari untuk sapi potong sekitar 15 kg dan sapi perah 25 kg. jadi kalau sapi potong perlu memiliki 2 ekor sedangkan sapi perah cukup 1 ekor.

Berapa ukuran reaktor biogas yang perlu dimiliki ?
kita dapat menghitung ukuran reaktor berdasarkan waktu tinggal kotoran dalam reaktor (jumlah hari kotoran sapi di dalam reaktor sejak masuk dan keluar) sebaiknya sekitar 40 hari (supaya 80% potensi biogasnya termanfaatkan dan ampasnya bebar-benar sudah matang jadi pupuk). jumlah kotoran sapi per hari 30 kg kebutuhan air 30 kg total input 60 kg atau 60 liter, dengan waktu tinggal 40 hari, volume reaktor yang dibutuhkan 60 liter/hari x 40 hari = 2.400 liter atau dibulatkan serta ditambah faktor pengaman dan ditambah ruang pelepasan biogas, volume reaktor menjadi 3.000 liter atau 3 m3. dengan catatan material reaktor terbuat dari plastik, fiberglass, HDPE. kalau reaktor dibuat dari pasangan bata sebaiknya volumenya menjadi 4 m3 karena material tersebut cenderung membuat temperatur reaktor lebih dingin. kapasitas diatas jika reaktor dilengkapi penampung biogas di luar reaktor, jika penampung biogas di dalam reaktor seperti pada model fixed dome maka volume reaktor ditambah 1 m3 sehingga yang menggunakan material fiberglass menjadi 4 m3 dan yang terbuat dari pasangan bata atau beton menjadi 5 m3.

Berapa Banyak Jumlah Kotoran Ternak Berbagai Jenis?
Berdasarkan hasil estimasi, seekor sapi dalam satu hari dapat menghasilkan kotoran sebanyak 10—30 kg. Seekor ayam meghasilkan 25 g/hari, dan seekor babi dewasa dengan berat 4,5--5,3 kg/hari. Berdasarkan hasil riset yang pernah ada diketahui bahwa setiap 1 kg kotoran ternak sapi berpotensi menghasilkan 360 liter biogas dan 20 kg kotoran babi dewasa bisa menghasilakan 1,379 liter biogas Menurut Hardi Julendra,periset Balai Pengembangan Proses dan Teknologi Kimia-LIPI, “lima puluh kg kotoran menghasilkan 100 liter biogas per hari. Itu bisa dipakai memasak selama 2 jam non-stop”.

Nilai Kesetaraan Biogas dan Energi yang Dihasilkannya
Aplikasi1 m3 Biogas Setara Dengan 1. Penerangan : 60—100 watt lampu bohlam selama enam jam 2. Memasak : Dapat memasak tiga jenis bahan makanan untuk keluarga (5—6 orang) 3. Pengganti Bahan Bakar 0,7 kg minyak tanah 4. Tenaga :Dapat menjalankan satu motor tenaga kuda selama dua jam 5. Pembangkit Tenaga Listrik : Dapat menghasilkan 1,25 kwh listrik


Reaktor Biogas Reaktor biogas dari kantung polyethylene ini pada dasarnya tergolong reaktor jenis fixed dome. Reaktor dengan volume slurry 4 m3 akan memerlukan kantung polyethylene berdiameter 80 cm dengan panjang 10 m (80% dari kantung akan berisi slurry) (Rodriguez dkk). Kantung polyethylene diposisikan horizontal (sekitar 90% badan reaktor berada di bawah permukaan tanah). Skema reaktor kantung polyethylene bisa dilihat pada gambar di atas
Bahan Pembuatan Biogas Sederhana
Peralatan yang diperlukan antara lain : Kantung plastik polyethylene dengan lebar 150cm, tebal >0,15 (semakin tebal semakin baik) Paralon dan kelengkapannya (stop kran, T, sockket drat luar dan dalam) Brum(Semen+bata+pasir), Selang 5/8” saluran gas : + 10 m Botol aqua lem PVC Karet ban dalam mobil jerigen bekas oli Kompor
PENJELASAN DETIL LANGKAH-LANGKAH PEMBUATAN BIOGAS MENGGUNAKAN DIGESTER PLASTIK

Pertama tama gelarlah alas untuk melindungi plastik dari benda benda tajam seperti batu dan ranting pohon apabila anda akan membuat di tanah lapang. lebih baik apabila pembuatan pembangkit dilakukan di alas yang licin seperti tegel keramik. Hati hati juga terhadap benda benda metal yang anda bawa seperti sabuk, jam tangan ataupun gantungan kunci. Benda benda tersebut dapat melukai plastik, jadi tanggalkanlah dahulu benda benda tersebut dari tubuh anda.

Pemotongan Plastik Potong lembar pertama dengan panjang sesuai lokasi penempatan (+ 6 m) Masukkan lembar kedua, ikat plastik kedua dengan tali, Lemparkan tali dalam plastik pertama dan tarik, hingga kedua plastik setelah ke dua lembar plastik disamakan ujung ujungnya, dan lembar kedua dipotong, kini saatnya memasang gas outlet.

Pemasangan Sparator Tentukan salah satu ujung yang akan menjadi ujung atas dan ukurlah sepanjang 1.5 meter dari ujung tersebut dan tandai dengan spidol. Tanda tersebut harus tepat berada di tengah tengah plastik, sehingga diharapkan gas outlet tepat berada di tengah atas permukaan pembangkit. Lubang yang akan dibuat sebaiknya lebih besar sedikit dari diameter luar dari ulir SDL (socket drat luar) gas outlet. Apabila terlalu pas dikhawatirkan ujung plastik akan tertarik ketika anda mengencangkan socket.

Perangkaian Sparator Pemasangan selang 5/8” dari gas outlet menuju botol jebakan uap air. Selang di klem ke socket selang plastik kemudian disambungkan ke PVC SDD dan dengan menggunakan lem PVC disambung ke pipa PVC ¾”. Dari situ sebagai washer/cincin digunakan plastik yang dipotong dari jerigen bekas oli yang menjepit washer kedua yaitu karet ban dalam mobil. Di dalam kantung plastik, juga terdapat 2 buah washer dan SDL. Trik lain adalah memotong ujung bawah SDL, sehingga dasar permukaan SDL lebih tinggi terhadap cairan kotoran. Hal ini untuk menghindari terjadinya mampet pada saluran gas outlet.

Pemasangan Saluran Masuk dan Keluar
Langkah selanjutnya adalah memasang saluran kotoran, baik masuk maupun keluar. Ini adalah tahap yang perlu dikerjakan dengan hati hati karena memerlukan kerapihan agar tidak menimbulkan kebocoran. Sebaiknya ukuran pipa masuk dan keluar adalah sama, kurang lebih memiliki diameter antara 10 – 15cm. Dapat menggunakan PVC dengan ukuran 4” atau 6” Panjang pipa kurang lebih 75 – 100cm. Masukkan setengah dari panjang pipa ke dalam 2 lembar plastik PE. Dan dengan hati hati lipat plastik menjadi satu dengan pipa (perhatikan gambar)

Pengikatan Plastik Pastikan ikatan tali karet benar benar kuat, kembali mengingatkan, banyak tali karet bekas yang karetnya rapuh dan mudah putus. Agar tidak lepas/bocor, Ikatan dapat di rangkap untuk memperkuat simpul. Yang perlu diperhatikan juga adalah pengikatan tali karet harus saling meliputi (overlap), dan ujung plastik jangan sampai terlihat, tambahkan beberapa putaran lagi untuk memastikan sambungan kedap.

 Pengeluaran Udara Antar Plastik
Dengan menggunakan dua lapis plastik PE kesulitannya adalah adanya udara yang terjebak diantara lembar plastik tersebut, hal ini kami rasa dapat memperpendek umur plastik. Solusinya adalah dengan mengeluarkan udara yang terjebak sebanyak mungkin ketika memasangkan pipa inlet dan outlet, sebelum mengikat pipa yang terakhir.

Penggelembungan Plastik
penggelembungan awal adalah mengisi plastik pembangkit dengan gas buang kendaraan bermotor. Metoda lain adalah mengisi pembangkit dengan air. Namun karena ketersediaan air untuk penggelembungan terbatas, Sebelumnya pipa outlet kita tutup terlebih dahulu dengan plastik kresek dan diikat dengan tali karet. Demikian pula dengan gas outlet

Penggelembungan Untuk penggelembungan awal adalah mengisi plastik pembangkit dengan kompresor, jika tidak ada dapat menggunakan gas buang kendaraan bermotor. Dibutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk memompa kantung plastik 5000 liter

Pemindahan Reaktor Untuk memindahkan plastik pembangkit sebaiknya digelembungkan dahulu plastik pembangkit sehingga pembangkit dapat ‘duduk’ dengan rapih dan mengisi ruangan parit dengan baik. Selain itu fungsi penggelembungan adalah memastikan bahwa semua sambungan telah terpasang dengan baik.

Pemasangan Reaktor Pembangkit dapat segera dipasang. Setelah terpasang pada tempatnya, isi pembangkit dengan sedikit air untuk menghindari terlipatnya plastik dan membuatnya duduk lebih enak. Pipa inlet dipasangkan pada lubang outlet dari bak mixer dan dipasangkan sumbat, sedangkan gas outlet dan pipa outlet kami biarkan tetap tertutup. Setelah pemasangan ini, pengisian sudah dapat dilakukan.

Pembuatan Parit Parit ini berukuran panjang 6m, lebar atas 95cm, lebar bawah 75cm, tinggi di ujung input adalah 85cm, dan tinggi di ujung output 95cm. Untuk lebih jelas, perhatikan skema berikut.

Penempatan Reaktor Digester yang digunakan ditempatkan sebagian dalam tanah, hal ini dimaksudkan untuk menjaga temperatur tetap stabil sehingga tidak terjadi perubahan temperatur. Perubahan temperatur akan mengakibatkan bakteri yang terdapat dalam digester menjadi tidak optimal atau bahkan mati

Tempat Reaktor Reaktor biogas dapat ditanam dalam tanah atau dibuatkan bak semen dengan diberi atap agar plastik tidak cepat rusak

Daya Tahan Reaktor Untuk memperkuat daya tahan reaktor ini, umumnya kantung polyethylene dipasang 2 lapis dan di bagian atas reaktor dipasang atap sederhana untuk melindungi konstruksi reaktor dari panas matahari dan hujan. Dengan konstruksi semacam itu, reaktor kantung polyethylene bisa digunakan hingga 3 tahun (Rodriguez dkk) bahkan 10 tahun (Aguilar dkk, 2001). Kerusakan yang umumnya terjadi pada reaktor jenis ini adalah sobeknya lapis polyethylene dan ketidaklancaran aliran slurry di dalam reaktor akibat sedimentasi.

Bak Pengaduk Pipa inlet dipasangkan pada lubang outlet dari bak mixer dan dipasangkan sumbat, sedangkan gas outlet dan pipa outlet biarkan tetap tertutup. Setelah pemasangan ini, pengisian sudah dapat dilakukan. Bak pengaduk, dapat terbuat dari bak semen, drum

Bak Pengaduk Dapat pula dari drum plastik dengan roda sehingga bisa dipindah-pindah

Pembuatan Tangki Penampung
Dimensi tanki yang kami buat adalah diameter 95cm dan panjang 250cm. Pengerjaannya mirip dengan pembuatan pembangkit, perbedaanya hanya satu ujung saja yang diberi pipa. Untuk instalasi utama kami selalu menggunakan pipa PVC ¾”. Beberapa artikel menggunakan pipa dengan diameter ½”. Ujung bawah tangki langsung dilipat dan diikat dengan tali karet.

Penyambungan Pipa Saluran
Akan lebih baik apabila ujung bawah tanki tidak diikat langsung, tapi diberi pipa PVC yang ditutup oleh dop PVC, baru kemudian lembaran plastik diikatkan pada pipa tersebut seperti langkah sebelumnya. Untuk pipa utama kami menggunakan pipa PVC ¾”. Sambungan dapat dibuat permanen dengan lem PVC. Tapi kami memilih metoda semi permanen yaitu dengan mengikat sambungan pipa dengan tali karet. Hanya sambungan yang penting saja yang kami beri lem. Sambungan penting ini diantaranya adalah sambungan katup bola/keran (ball valve).

Pengisian Bahan Reaktor
Di dalam bak ini kotoran ternak dicampur dengan air untuk kemudian dialirkan menuju pembangkit. Ukuran bak pencampur yang kami buat adalah 50x50x50cm sehingga volume yang dapat ditampung dengan kapasitas maksimum 80% bak adalah 100 liter. Desain bak permanen dengan bahan semen dan batu bata. Bak mixer ini memiliki celah miring di kedua sisinya sebagai tumpuan filter/screen untuk memisahkan serat yang terlalu kasar. Screen ini dapat diangkat untuk dibersihkan.

Cara Penggunaan 1. Kotoran sapi dan air perbandingan1:1 dimasukkan ke dalam bak pengisian. 2. Diaduk hingga merata. 3. Penyumbat antara pengisian dan reaktor dibuka. 4. Campuran kotoran sapi dan air akan masuk kedalam rektor sampai memenuhi setengah volume reaktor. 5. Pada pengisian pertama kran gas yang ada diatas digester dibuka agar pemasukan lebih mudah dan udara yang ada didalam digester terdesak keluar. Pada pengisian pertama ini dibutuhkan lumpur kotoran sapi dalam jumlah yang banyak sampai digester penuh.

Melakukan penambahan starter (banyak dijual dipasaran) sebanyak 1 liter dan isi rumen segar dari rumah potong hewan (RPH) sebanyak 5 karung untuk kapasitas digester 3,5 - 5,0 m2. Setelah digester penuh, kran gas ditutup supaya terjadi proses fermentasi. 7. Membuang gas yang pertama dihasilkan pada hari ke-1 sampai ke-8 karena yang terbentuk adalah gas CO2. Sedangkan pada hari ke-10 sampai hari ke-14 baru terbentuk gas metan (CH4) dan CO2 mulai menurun. Pada komposisi CH4 54% dan CO2 27% maka biogas akan menyala.8 8. Pada hari ke-14 gas yang terbentuk dapat digunakan untuk menyalakan api pada kompor gas atau kebutuhan lainnya. Mulai hari ke-14 ini kita sudah bisa menghasilkan energi biogas yang selalu terbarukan. Biogas ini tidak berbau seperti bau kotoran sapi. Selanjutnya, digester terus diisi lumpur kotoran sapi secara kontinu sehingga dihasilkan biogas yang optimal

Fase Pengisian Penyaringan pertama
Pencampuran dengan air dan pengadukan Penyaringan kedua Pemasukkan bahan organik

Penyaringan pertama Target dari penyaringan ini adalah bahan baku tidak mengandung serat yang terlalu kasar. Serat kasar disini berarti sampah sampah atau kotoran kandang selain kotoran ternak, seperti batang dan daun keras, sisa batang rumput dan kotoran lainnya yang sebagian besar adalah sisa sisa pakan ternak yang terlalu kasar. Hal ini dapat menimbulkan scum/buih dan residu di dalam pembangkit yang dapat mengurangi kinerja dari pembangkit itu sendiri.

Pencampuran dengan air
Dilakukan pencampuran kotoran sapi dan air. Air sangat dibutuhkan oleh mikroorganisme di dalam pembangkit sebagai media transpor. Oleh karenanya tahapan ini cukup krusial mengingat campuran yang terlalu encer atau terlalu kental dapat mengganggu kinerja pembangkit dan menyulitkan dalam penanganan effluent (hasil keluaran pembangkit biogas). Sebagai panduan dasar, campuran yang baik berkisar antara 7% - 9% bahan padat, maksimal sekitar 12.5%. Aguilar dkk (2001) menyarankan perbandingan 1 ember (ukuran standar) kotoran hewan dicampur dengan 5 ember air. Kotoran hewan dan air harus dimasukkan sudah dalam keadaan tercampur (slurry) – hal ini untuk memudahkan pengaliran slurry di dalam tangki utama serta menghindari terbentuknya sedimentasi yang akan menyulitkan pengaliran selanjutnya.

Pengadukan Disini juga dilakukan pengadukan agar campuran bahan organik – air dapat tercampur dengan homogen. Untuk mencegah timbulnya kerak pada dasar digester dan lapisan atas slurry, maka dibuat sebuah pengaduk manual. Hal ini dikarenakan lapisan kerak dapat mencegah gas yang akan keluar dari digester (anonim, 1981). Lapisan kerak tersebut dapat mempengaruhi perkembangan mikroorganisme yang erat hubungannya dengan produksi biogas. Pengadukan juga memberikan kondisi temperatur yang homogen dalam digester (Taconi dalam Ginting, 2006). Menurut anonim (1981) pengadukan pada digester dapat meningkatkan produksi gas sebesar 10 – 15% dibandingkan dengan yang tidak diaduk.

Penyaringan kedua Target kami dengan melakukan penyaringan tahap kedua adalah untuk memisahkan kotoran sapi sebagai bahan baku organik pembangkit dengan bahan anorganik lain yang lolos di saringan tahap pertama terutama pasir dan batu batu kecil. Proses ini cukup penting mengingat kandungan bahan anorganik (pasir) di dalam pembangkit tidak dapat dicerna oleh bakteri dan dapat menyebabkan residu di dasar pembangkit.

Pemasukkan bahan organik
Dapat dibuat semacam katup/keran sederhana agar proses pemasukkan bahan organik kedalam pembangkit dapat dilakukan dengan semudah mungkin

Hasil Gas Sekitar 20 hari kemudian, terlihat bahwa gas sudah mulai di produksi. Indikatornya plastik pengembang mulai menggelembung dan keras. Pengisian selanjutnya dilakukan setiap hari sebanyak +/- 40 liter setiap pagi dan sore.
Penggunaan Biogas Biogas yang diperoleh dari hasil fermentasi bahan organik di digester dapat dimanfaatkan untuk beberapa hal, misalnya : kompor gas dan lampu gas, bahan bakar mesin. Kompor biogas dapat dibuat khusus atau di modifikasi dari kompor gas LPG. Untuk kompor biogas hasil modifikasi kompor gas LPG dilakukan dengan cara memodifikasi bagian burner atau saluran gas kompor tersebut.

PEMELIHARAAN Beberapa tindakan pemeliharaan unit biogas adalah sbb :
1. Selalu berhati-hati jika berada dekat dengan unit biogas, karena gas mudah terbakar. 2. Jangan sekali-kali menyalakan korek api, merokok, membakar sampah atau tindakan berbahaya lainnya di sekitar unit biogas, karena mudah terbakar dan menimbulkan ledakan. 3. Biogas jika terhirup dalam jumlah banyak disaat bernafas dapat menyebabkan sakit. 4. Agar selalu memeriksa unit biogas termasuk pipa penghubungnya yang mudah bocor.Karena itu harus selalu dibersihkan dan dicat.

Diolah dari berbagai sumber

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:29

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.