Beda Diet Ketogenik dan Diet Ketofastosis, Mana Lebih Baik?

Posted by

Loading...
Pola hidup manusia jaman modern ini sering tidak memperhitungkan keseimbangan gizi dan nutrisi serta jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuhnya. Banyak yang sudah sangat terlambat menyadari ketika bentuk dan ukuran tubuhnya sudah mulai menjumbo alias obesitas alias kegemukkan dan mulai sering dihampiri penyakit mereka baru memikirkan pentingnya asupan makanan yang berimbang.
Trend Diet Ketofastosis, Apa Maksudnya? Diet ketofastosis merupakan gabungan dari diet ketogonik dan fastosis. Jika ketogenik merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein sedang. Maka fastosis adalah fasting on ketosis yang artinya puasa dalam keadaan ketosis. Lamanya puasa berkisar dari 6 – 12 jam, bahkan lebih yang bergantung kondisi tubuh masing-masing individu. Sebenarnya, fastosis adalah usaha mengembalikan pola hidup manusia sebenarnya, yang akan menghasilkan pola makan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi metabolisme lemak yang optimal.

Banyak sekali cara diet yang ditawarkan dan bisa dipilih oleh mereka yang sudah terkena serangan obesitas akibat makanan yang tidak terkontrol. Cara yang paling sederhana sebenarnya adalah cukup mengurangi jumlah makanan berkalori yang masuk ke dalam tubuh tentunya secara bertahap. Tetapi kenyataannya cara ini sangat susah dilakukan apalagi jika tanpa niatan yang kuat.

Saat ini ada juga jenis diet yang terasa enak dan tidak perlu mengurangi  jumlah makanan yang masuk ke dalam tubuh secara ekstrim tetapi hanyak menggannti jenis makanan yang dikonsumsi. Bagian dari diet jenis ini yang paling utama adalah menghindari sumber makanan yang berkabohidrat seperti makanan pokok sehari-hari yang berupa nasi dan segala jenis tepung serta semua jenis gula. Diet seacam ini lebih populer dengan sebutan ketogenik.
Pada dasarnya tidak ada cara cepat untuk menurunkan berat badan secara sehat. Namun idealnya, menerapkan pola gaya hidup sehat dengan memperhatikan asupan makanan yang seimbang dan rutin melakukan aktivitas fisik akan membantu Anda berat badan secara sehat.

Jangan salah juga ternyata diet keto ini ada dua jenis yang masing-masing ada perbedaan yang cukup signifikan. Dua jenis diet keto tersebut adalah ketogenik dan ketofastosis, Apa Perbedaannya?

Apa beda diet ketogenik dan diet ketofastosis?

Definisi Diet ketogenik

Diet ketogenik adalah istilah yang digunakan untuk diet dengan kandungan karbohidrat yang sangat rendah namun tinggi lemak. Jika pada umumnya diet menghindari lemak, diet keto justru menekankan asupan tinggi lemak, protein yang moderat, dan rendah karbohidrat. Sehingga harapannya, kalori harian yang didapat, yaitu sekitar 70% – 75% dari lemak, 20% dari protein, dan 5% dari karbohidrat.

Pada proses ini, tubuh akan memasuki fase yang disebut sebagai ketosis, yaitu saat seseorang tidak mengonsumsi karbo atau mengonsumsi sedikit sekali karbohidrat. Nah dalam kondisi kekurangan karbohidrat, kadar glukosa akan turun dalam tubuh, sehingga tubuh mulai memecah lemak untuk dijadikan sebagai sumber energi.

Perbedaan Dengan Diet ketofastosis

Diet ketofastosis merupakan gabungan dari diet ketogonik dan fastosis. Jika ketogenik merupakan sebuah pola makan rendah karbohidrat, tinggi lemak, dan protein sedang. Maka fastosis adalah fasting on ketosis yang artinya puasa dalam keadaan ketosis. Lamanya puasa berkisar dari 6 – 12 jam, bahkan lebih yang bergantung kondisi tubuh masing-masing individu. Sebenarnya, fastosis adalah usaha mengembalikan pola hidup manusia sebenarnya, yang akan menghasilkan pola makan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi metabolisme lemak yang optimal.

Adakah bahaya dan efek samping dari diet ketogenik dan diet ketofastosis?

Efek Samping dan Bahaya Yang Mungkin Muncul dari Diet ketogenik

Meski terdengar sebagai diet yang sempurna, pakar nutrisi memperingatkan Anda tentang berbagai efek samping yang mungkin saja muncul. Pertama, dibutuhkan waktu selama dua hingga empat pekan untuk pola makan seperti ini supaya tubuh menyesuaikan diri dan masuk dalam fase ketosis.

Kedua, jika tubuh tidak memasuki fase ketosis dan Anda tidak memiliki cukup karbohidrat sebagai bahan bakar tubuh, efek buruknya Anda tidak akan kehilangan lemak. Penggunakan lemak yang berlebihan juga akan memberikan efek samping bagi tubuh seperti peningkatan kolesterol atau trigliserida. Apalagi jika sumbernya berasal dari lemak jenuh maupun lemak trans yang banyak ditemukan dalam makanan yang digoreng, santan dan lain sebagainya.

Seperti diketahui, untuk mendapatkan metabolisme tubuh yang sehat, tubuh memerlukan keseimbangan nutrisi. Termasuk karbohidrat. Jika Anda sembarangan membatasi asupan karbohidrat, maka ada beberapa efek buruk yang bisa terjadi pada tubuh. Di antaranya rasa lapar terus-menerus dan pusing. Anda juga berisiko menjadi lemas dan mudah mengantuk.

Efek Samping dan Bahaya Metabolisme Yang Mungkin Timbul Dari Pelaksanaan Diet ketofastosis

Umumnya orang yang akan menjalankan diet ini akan mengalami “healing crisis”, yaitu sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kondisi-kondisi tidak enak yang terjadi saat seseorang mengubah sistem metabolisme. Kondisi tidak enak yang dimaksud adalah berupa timbulnya jerawat parah – akibat mengonsumsi lemak berlebih, kulit gatal-gatal, kulit kering, ketombe, mual, bahkan lemas.

Harus dipahami, bahwa mengubah metabolisme tubuh berarti juga akan berdampak pada pergantian sel-sel tubuh untuk menyesuaikan dengan cara kerja yang baru. Itu sebabnya, muncul healing crisis. Lamanya kondisi ini berbeda-beda pada setiap orang. Ada yang mengalami penyesuaian dengan cepat, ada juga yang lebih lama.

Tidak seperti metode diet lain, ketofastosis membutuhkan komitmen dan niat dari orang yang akan menjalaninya. Artinya, diet ini harus dilakukan seumur hidup. Pasalnya, diet ini mengubah total kebiasaan pola makan seseorang. Jadi jika Anda bolak-balik melakuan diet ini, akibatnya akan merusak metabolisme tubuh.

Mana yang lebih baik antara diet ketogenik dan ketofastosis?

Sebenarnya baik diet ketogenik dan diet ketofastosis lebih cocok dijalani oleh orang yang memiliki riwayat kesehatan normal dan punya hasil medical check up yang bagus, terutama gula darah serta kolesterol. Selain itu, sebelum Anda memulai diet ini, galilah banyak informasi dan cari tahu bagaimana diet ini akan mengubah Anda. Selain itu, persiapkan diri Anda apakah benar-benar berubah secara drastis.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:11

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.