Tempat Penitipan Sapi Bali Terdampak Gunung Agung, Wujud Solidaritas Warga

Posted by

Loading...
Warga yang tidak terkena bencana Gunung Agung, berbekal rasa kemanusian dan tolong menolong, berinisiatif memberi bantuan sukarela.

Selain membantu para pengungsi, mereka juga menyediakan tempat penampungan hewan ternak.

Bantuan yang diberikan pun tidak hanya dari satu orang melainkan beberapa kelompok yang tersebar di beberapa wilayah Bali.

Salah satunya adalah I Wayan Suriada asal Sidemen Karangasem. Dia menuturkan wilayahnya tidak terkena dampak langsung dari bencana Gunung Agung karena berada di zona hijau atau 15 km dari lokasi bencana.

Pihaknya menyediakan lahan seluas 3 hektar untuk tempat penampungan hewan.

Semenjak penitipan hewan ternak ini dibuka pada Kamis (21/9/2017) atau 2 hari setelah pengumuman level awas, sudah banyak warga terdampak yang menelepon meminta bantuannya. Kini di tempat penampungan yang dia koordinir, ada 53 sapi, 15 kambing, dan 3 babi.



Lahan warga dimanfaatkan menjadi tempat penitipan hewan ternak/Bisnis-Ni Putu Eka Wiratmini

“Pertama, saya orang Karangasem, juga kita orang Bali sama-sama saudara Indonesia, kita sebagai keluarga besar harus bantu karena saudara-saudara kita membutuhkan pertolongan,” katanya, kepada Bisnis, Rabu (27/9/2017).

Dia menyebutkan bantuan penitipan hewan ternak tidak hanya ada di Sidemen. Bantuan serupa juga terdapat di wilayah lain di Bali seperti warga di Rendang maupun di Kubutambahan, Buleleng.

Menurutnya, karena banyaknya inisiatf serupa dari warga, dia pun berkoordinasi langsung dengan Dinas Peternakan Bali untuk membuat zona penitipan hewan ternak.

Hingga saat ini, ada 4 zona penitipan hewan ternak yang sudah berada di bawah izin pemerintah Bali yakni Zona Barat yang ada di Rendang Karangasem seluas 2 hektar, Zona Selatan di Sidemen Karangasem seluas 3 hektar, Zona Timur di Tista Karangasem seluas 40 are dan Zona Utara di Kubutambahan Buleleng seluas 1 hektar.

“Penitipan hewan ternak pengungsi Gunung Agung ini bahkan telah terkoordinasi di bawah Dinas Peternakan Bali,” katanya.

Dia menekankan, musibah yang dialami warga Karangasem ini sangat membutuhkan aksi nyata dari semua pihak, tidak hanya untuk pengungsi namun juga aset yang mereka miliki.

Kata dia, karena bencana Gunung Agung, banyak pengungsi yang kebingungan dan terpaksa menjual hewan ternaknya dengan harga miring.

Dia pun menyarankan dengan penitipan hewan ternak, pengungsi tidak perlu menjual ternaknya dengan harga murah. Bahkan, di penitipan hewan ternak, pakannya terjamin sebab ada donator maupun pemerintah yang turun langsung memberi bantuan.

“Yang jelas kami berusaha semaksimal mungkin,” ujar I Wayan Suriada.



Sebagian Peternak Sapi Sudah Menjual Ternaknya Dengan Harga Murah

Ketut Suwenda bersyukur bersama keluarga bisa mengungsi ke Gelanggang Olahraga Suweca, Kabupaten Klungkung, Bali. Meski harus meninggalkan desa tercintanya lantaran bencana Gunung Agung, ia tetap bersyukur dapat menghindari ancaman bahaya letusan gunung api tertinggi di Pulau Dewata tersebut.

Suwenda sebelumnya sempat kalut lantaran bingung dengan hewan ternak sapi miliknya. Namun, ia kemudian mengetahui dari berita di media massa bahwa ada penitipan hewan ternak.‎

Ia pun bergegas membawa 10 ekor sapi, yakni dua ekor miliknya, dua ekor kepunyaan orangtuanya, tiga ekor milik iparnya, tiga ekor kepunyaan temannya. Pria asal Dusun Yeh Ho, Desa Sebudi, Kecamatan Selat, Kabupaten Karangasem, itu sempat galau lantaran tetangganya telah menjual hewan ternak mereka.

"Tapi dijual kepada saudagar dengan harga murah. Harga normal Rp 11 juta dibeli dengan harga Rp 6 juta," ucap dia, saat ditemui Liputan6.com, di Banjar Lebah, Desa Besangkawan, Kabupaten Klungkung, Minggu (24/9/2017).‎

Empat hari lalu, Suwenda didatangi oleh makelar hewan yang hendak membeli. Sialnya, sapi dia ditawar dengan harga rendah. "Sapi saya dua ekor ditawar Rp 4 juta. Padahal, harga normal Rp 14,5 juta. Saya tidak tahu dia saudagar dari mana, sudah pusing saya," ujarnya.

Seketika, Suwenda marah. Ia mendamprat makelar tersebut. ‎Saking emosinya, warga yang hendak mengungsi dari zona merah Gunung Agung itu sempat ingin menghajar makelar tersebut.

"Saudagar itu datang membeli sapi saya, tapi harga sangat murah. Saya mau pukul orang itu. Saya sampai tidak bisa tidur mikirkan sapi saat dua ekor ditawar Rp 4 juta saja," ucap dia.



Sejumlah warga pengungsi Gunung Agung terpaksa menjual hewan ternak di bawah harga pasaran kepada makelar. (Liputan6.com/Dewi Divianta)

Namun, saat ini, Suwenda bisa bernapas lega karena sapi ternaknya sudah dititipkan di lahan yang disiapkan oleh donatur di kawasan Klungkung. "Langsung saya bawa sapi saya dan punya keluarga saya total 10 ekor sapi," katanya.

Pengungsi Gunung Agung itu pun mengimbau, para makelar membeli dengan harga sewajarnya, jangan mengambil kesempatan. "Kalau bahasa Bali-nya, sudah perot lagi dilungin (sudah jatuh tertimpa tangga)," tuturnya.

dari berbagai sumber

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:17

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.