Status Awas, Daerah Steril Dari Puncak Gunung Agung Diperluas Menjadi 9 Km

Posted by

Loading...
Magma Gunung Agung Semakin Mendekati Penutup Kepundan

Memasuki hari kelima sejak Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian ESDM menetapkan status Awas, aktivitas Gunung Agung semakin meningkat. Gunung tertinggi di Bali itu sempat mengeluarkan asap putih setinggi 200 meter yang merupakan semburan uap air.

Keluarnya asap putih menandakan pemanasan air di bawah dengan magma semakin meningkat. Keluarnya uap air mengindikasikan magma sudah makin ke atas untuk mendobrak katup penutup kepundan. Jumlah kegempaan juga makin banyak dan kuat.

Dilansir Antara, Kepala Bidang Mitigasi Gunungapi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Badan Geologi Kementerian ESDM, Gede Suantika, mengatakan jumlah kegempaan vulkanik dangkal meningkat. Demikian pula kegempaan di kawah makin meningkat.

Berdasarkan laporan dari Pos Pengamatan Gunung Agung, pada Senin, 25 September 2017, periode pengamatan pukul 24.00 hingga 06.00 Wita, kegempaan vulkanik dangkal jumlahnya 102 kali, amplitudo 2-4 mm, dan durasi 10-15 detik.

Namun, intensitas gempa vulkanik dalam agak menurun dibandingkan dengan dua hari lalu. Berdasarkan laporan pos pengamatan, jumlahnya 125 kali, amplitudo 4-8 mm, S-P: 1.5-2.5 detik, durasi 15-30 detik. Begitu juga gempa tektonik lokal jumlahnya 14 kali, amplitudo 6-8 mm, S-P: 5-7 detik, durasi 30-60 detik.

Gunung Agung yang memiliki ketinggian 3.142 meter di atas permukaan air laut itu secara visual kini diselimuti kabut 0-I hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati.
Begitu juga kondisi cuaca berawan, mendung, dan hujan. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 22-23 derajat Celsius dan kelembaban udara 87-88 persen. Volume curah hujan sembilan milimeter per hari.

Sejak status Gunung Agung meningkat dari Siaga menjadi Awas. Wilayah steril yang semula radius enam kilometer dari puncak gunung kini diperluas menjadi sembilan kilometer, serta ditambah perluasan wilayah sektoral yang semula 7,5 kilometer menjadi 12 kilometer ke arah utara, timur laut, tenggara dan selatan-barat daya, sehingga masyarakat telah menjauh mencari tempat yang aman.


United States Geologycal Survey (USGS) Ikut Pantau Aktivitas Gunung Agung

Sejak melakukan pemantauan aktifitas Gunungapi Agung, PVMBG Kementrian ESDM, Pos Pengamatan Gunungapi Agung di Desa Rendang, Karangasem menggandeng lembaga geologi dari Amerika Serikat.

Adalah United States Geologycal Survey (USGS) lembaga yang diajak oleh PVMBG bekerjasama dalam melakukan pemantauan aktifitas Gunung terbesar di Bali ini.

Hal ini diungkapkan Kabid Mitigasi Gunungapi Kementrian ESDM, I Gede Suantika.

Dikatakannya, dalam melakukan pemantauan gunungapi diperlukan alat canggih, dan belum terpenuhi dalam melakukan pemantauan.

"Memantau gunungapi banyak peralatan modern yang canggih. Semua berbasis komputer. Kadang-kadang kami tidak bisa memenuhi semua itu," ujarnya.

"Kemudian ada dari negara lain bekerjasama dengan kami. Mereka memberi alat, kita download, kita prosesing bersama. Sharing data," imbuh Suantika.

Bentuk kerjasama dalam pemantauan gunungapi agung, USGS memasang GPS, yang telah terpasang lama.

"Mereka sudah lama memasang alatnya. Tapi transmisinya saja yang rusak. Tapi masih ada instrumen lain yang bisa digunakan," terang Suantika.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 04:29

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.