Hewan Liar Mulai Turun Dari Gunung Agung dan Proses Evakuasi Ternak di Daerah Terdampak

Posted by

Loading...
Evakuasi Ternak Sapi Bali di Daerah Terdampak Aktivitas Gunung Agung di Karangasem Bali
Gunung Agung, Bali, diperkirakan akan meletus. BNPB menyebutkan pengungsi sudah hampir 50.000 jiwa, tersebar di 238 titik. Namun di desa-desa yang sudah sepi manusia, ternyata ada 'ratusan' hewan yang ditinggalkan oleh pemiliknya.

Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Kasbani, pada Senin (25/09) sudah menyatakan bahwa Gunung Agung mengalami 'tren penggelembungan' seiring meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Agung.

Pantauan sampai Senin (25/09) pukul 12.00 Wita terjadi 593 kali gempa dengan rincian 368 kali gempa vulkanik dalam, dan 189 kali kali gempa vulkanik dangkal dan 36 kali tektonik lokal.

Untuk mengantisipasi letusan tersebut, puluhan ribu orang pun telah mengungsi, namun ada sebagian dari mereka yang meninggalkan hewan-hewan ternak maupun peliharaan.

Aktivis Femke de Haas dari Jakarta Animal Aid Network (JAAN) mencatat ada ratusan hewan -- dari burung kecil, ayam, anjing, sampai hewan ternak sapi dan babi--yang ditinggal oleh pemiliknya dan sebagian ditemukan tanpa makanan dan air.

"Jadi kami berusaha membantu mengantarkan pakan," kata De Haas.

"Di banyak tempat, di mana ada ada banyak hewan ternak, ada juga orang yang tidak mau mengungsi karena tidak mau meninggalkan hewan ternaknya, jadi kami berusaha membantu evakuasi."

Kita membantu hewan selamat turun dari gunung dan pemiliknya selamat, tidak usah menunggui atau ambil risiko setiap hari naik karena memberikan pakan terhadap satwanya," kata Femke de Haas pula.

Namun, menurut Femke, ada juga hewan-hewan seperti ayam dan anjing yang "terlalu dekat dengan puncak gunung" ditemukan dalam keadaan terikat atau terkurung di dalam kandang. Maka mereka membantu dengan membebaskan hewan-hewan tersebut agar bisa menyelamatkan diri.

"Kalau ada yang luka dan tampak bingung, kita bawa turun, terutama anjing-anjing, kami tinggalkan pesan di rumah masing-masing, kalau pemiliknya kembali, sudah tahu siapa yang evakuasi. Ini bukan solusi untuk menurunkan semua satwa, kami ingin semuanya dievakuasi, tapi satwanya terlalu banyak. Kalau angkut semua satwa kan, saat ini tidak cukup banyak shelter," ujarnya.

Saat ini, salah satu tempat penampungan sapi yang dikelola Femke, adalah lahan seluas 3 hektar, sudah diisi 80 ekor, dan diperkirakan akan dengan cepat mencapai kapasitas penuhnya, yaitu 200 ekor. Kini mereka tengah mencari tempat untuk menampung hewan ternak babi yang juga dievakuasi.

Sementara itu, monyet dan ular dilaporkan telah 'turun' dari Gunung Agung dan memasuki daerah permukiman penduduk di sekitar gunung tersebut dalam beberapa hari terahir, seperti disampaikan tetua desa Sogra, Wayan Sukra, yang dikutip oleh Tribun Bali.

Menurutnya, hewan liar juga terlihat menuruni gunung sebelum letusan Gunung Agung pada 1963 lalu.

Sumber bbc.com

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:39

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.