Bahaya Obat PCC dan Kandungan Kimianya

Posted by

Loading...
PCC : Parasetamol, Caffein dan Carisoprodol, Efek Samping dan Bahayanya Jika Digunakan Tidak Sesuai Aturan, Ternyata Obat Ini Termasuk Obat Ilegal Yang Sudah Tidak Boleh di Edarkan Oleh BPOM

Apa sebenarnya isi kandungan obat PCC dan apa bahayanya jika paracetamol dikonsumsi bersamaan dengan Caffeine dan carisoprodol?
Di Bengkulu, BPOM berhasil menyita puluhan ribu obat daftar G dan obat-obatan tradisional berbagai merk yang berbahaya, diperjualbelikan bebas di tengah masyarakat tanpa menggunakan resep dokter.
PCC merupakan obat yang terdiri dari tiga komponen, yaitu paracetamol, caffeine, dan carisoprodol yang masing-masing memiliki efek berbeda.

1. Paracetamol

Paracetamol merupakan obat yang berkhasiat analgetik dan antipiretik. Obat ini dijual bebas di apotek dan biasanya digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, sakit gigi, dan segala nyeri lainnya.

"Analgetik merupakan obat penghilang rasa sakit, sementara antipiretik merupakan obat penurun suhu badan. Jadi paracetamol bisa digunakan untuk menghilangkan nyeri dan menurunkan suhu badan pada anak maupun orang dewasa," ucap Arief Achmad Fauzi, S.Farm.

Mengenai efek samping penggunaan paracetamol, Arief menyebutkan ruam, hipotensi, atau tekanan darah rendah serta alergi dan kesulitan bernapas, namun hal itu jarang terjadi. Salam jangka panjang, penggunaan paracetamol dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal.

2. Caffeine

Caffein merupakan senyawa kimia berupa alkaloid xantin yang dihasilkan oleh tanaman. Salah satu tanaman yang mengandung banyak kafein adalah biji kopi.

Dalam dunia kesehatan, kafein atau caffeine berguna untuk meningkatkan fungsi otak dan bekerja dengan memberikan rangsangan pada sistem saraf pusat.

"Kafein bisa meningkatkan daya pikir, makanya banyak yang senang minum kopi agar bisa fokus bekerja. Selain itu, caffeine juga membantu menghilangkan nyeri otot dan pemulihan cedera," ucapnya.

Mengenai efek samping, konsumsi caffeine dapat meningkatkan produksi urine berkat khasiat diuretiknya dan juga mampu menaikkan tekanan darah. Untuk itu, seseorang yang terkena hipertensi disarankan untuk menghindari kopi dan makanan yang mengandung caffeine lainnya seperti teh, cokelat, dan minuman berenergi.

3. Carisoprodol

Carisoprodol merupakan obat yang berfungi merelaksasi otot. Obat ini biasanya harus dibeli dengan resep dokter, tapi sejak 2013 obat ini ditarik izin edarnya karena diduga lebih banyak efek sampingnya dibanding kegunaannya.

"Carisoprodol bekerja dengan mengurangi rasa sakit pada saraf dan otak. Namun, efeknya ini yang bahaya karena bisa menyebabkan halusinasi dan kejang," paparnya.

Obat ini mampu mempengaruhi pikiran dan akhirnya mempengaruhi tindakan. Seperti yang terjadi di Kendari, Sulawesi Tenggara, beberapa waktu lalu.

Selain itu, obat ini bersifat adiktif sehingga bisa menyebabkan kecanduan. Kecanduan obat ini bisa menyebabkan overdosis dan kematian.

Bagaimana jika paracetamol, caffeine, dan carisoprodol diminum bersamaan?

Setiap obat yang diminum bersamaan atau dikombinasikan akan saling memperkuat efek melawan penyakit. Namun apabila obat bekerja saling bertentangan maka efeknya akan berlawanan.

Obat PCC merupakan kombinasi penghilang rasa sakit. Jadi, saat meminum paracetamol, caffein dan carisoprodol, nyeri yang hebat akan teratasi. "Namun, karena efek carisoprodol yang bisa mempengaruhi saraf dan otak ini, efeknya jadi tak karuan, apalagi kalau sekali minum tiga sampai lima tablet," jelasnya.
Obat Paracetamol, Caffeine, and Carisoprodol (PCC) telah menghebohkan Kota Kendari. Anak-anak yang meminum obat ilegal tersebut mengalami efek kejang, mengamuk, hingga bertingkah seperti zombi.
"Dengan mempengaruhi saraf, akibatnya perilaku juga akan terpengaruh, Salah satu contohnya anak-anak yang mengamuk di Kendari. Penyebabnya adalah reaksi dari saraf pusat yang menyebabkan halusinasi dan menurunkan hingga menghilangkan kesadaran. Saking besar pengaruhnya ke saraf, orang yang meminum obat ini mudah merasa panik, mengalami perubahan emosi dan kehilangan kontrol, seperti anak yang berani loncat ke laut dan bertingkah seperti zombi," lanjutnya.

Dia mengimbau untuk meminimalisasi penggunaan obat jika tidak dibutuhkan.

"Minum obat kalau perlu saja, kalau enggak perlu apalagi obat itu ilegal buat apa, nantinya akan menyesal sendiri," tutupnya.
PCC Bukan Narkoba Jenis Flakka. Badan Narkotika Nasional menjelaskan, pil Paracetamol, Caffeine, Carisoprodol (PCC) yang dikonsumsi puluhan murid SD dan SMP, bukanlah narkoba jenis flakka. Puluhan murid di Kendari, Sulawesi Tenggara, kejang-kejang, hingga mual-mual. Mereka dibawa ke rumah sakit, lantaran mengonsumsi pil PCC. Deputi Pemberantasan BNN Inspektur Jenderal Arman Depari menerangkan, pil PCC biasa dikonsumsi untuk penghilang rasa sakit. "Dan juga sebagian di antaranya digunakan untuk obat sakit jantung," ujar Arman di Kantor BNN, Cawang, Jakarta Timur.

Razia Obat PCC di Jambi

Sejumlah apotek dan toko obat di Kota Jambi didatangi petugas dari Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Jambi bersama dengan petugas dari Ditreskrimsus Polda Jambi, Jumat siang, 15 September 2017.

Seperti ditayangkan Fokus Malam Indosiar, Sabtu (16/9/2017), kegiatan ini dilakukan untuk mengantisipasi peredaran obat-obatan terlarang, seperti pil PCC atau Paracetamol, Cafeine, Carisoprodol, yang baru-baru ini menelan banyak korban.


Meski tidak menemukan target operasi berupa obat-obat terlarang, namun petugas justru menemukan berbagai jenis obat-obatan yang dikemas ulang dan dijual bebas oleh pihak apotek.

Meski tidak tergolong dalam obat berbahaya, namun cara penjualan obat yang dikemas ulang yang dijual bebas tanpa menggunakan resep dokter tidak diperbolehkan.

Sementara pemilik apotek mengakui menjual obat-obatan tersebut sesuai dengan permintaan konsumen yang sebelumnya sudah berobat di puskesmas.

Konsumen biasanya datang sambil membawa contoh, padahal jika kembali ke puskesmas, obat-obatan tersebut diberikan secara gratis. Namun banyak warga yang enggan mengantre lama di puskesmas sehingga membawa contoh obat dan memilih membelinya di apotek.

Oleh petugas, ribuan butir obat-obat yang dikemas ulang tersebut langsung dimusnahkan dengan cara dilarutkan dengan air.

Sementara di Bengkulu, BPOM berhasil menyita puluhan ribu obat daftar G dan obat-obatan tradisional berbagai merk yang berbahaya, diperjualbelikan bebas di tengah masyarakat tanpa menggunakan resep dokter.

Ribuan jenis obat-obatan beragam merk ini disita dalam razia yang digelar sejak Juli hingga awal September lalu. Semuanya merupakan obat keras yang mengandung bahan kimia obat dalam dosis tinggi.

Sumber liputan6.com

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:06

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.