Ada Pahala Sedekah Dalam Hubungan Badan Antara Suami Istri

Posted by

Loading...

Istri Tidak Boleh Menolak Ajakan Jimak Suaminya Tanpa Sebab Yang Diperbolehkan Syariat

Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda:

إِذَا دَعَا الرَّجُلُ امْرَأَتَهُ إِلَى فِرَاشِهِ فَأَبَتْ أَنْ تَجِيءَ لَعَنَتْهَا الْمَلَائِكَةُ حَتَّى تُصْبِحَ.
“Apabila seorang pria (suami) mengajak isterinya ke tempat tidur (untuk berjimak) namun dia (isteri) enggan datang, para malaikat melaknatnya hingga Subuh.” [HR. al-Bukhari no. 4794/5193]

Abdullah bin Abi Aufa berkata, Rasulullah SAW pernah bersabda,

وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا تُؤَدِّي الْمَرْأَةُ حَقَّ رَبِّهَا حَتَّى تُؤَدِّيَ حَقَّ زَوْجِهَا وَلَوْ سَأَلَهَا نَفْسَهَا وَهِيَ عَلَى قَتَبٍ لَمْ تَمْنَعْهُ.
“Demi Zat yang nyawa Muhammad yang berada di Tangan-Nya, tidaklah seorang isteri menunaikan hak Tuhannya hingga dia menunaikan hak suaminya, meskipun suaminya meminta dirinya (untuk berjimak) sementara dia berada di atas belakang unta, maka dia tetap tidak boleh menolak.” [HR. Ibnu Majah no. 1843/1853, sahih]

Sebelum kedua hadis ini menimbulkan kemusykilan, bahkan bantahan, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu bagaimana Allah taala menciptakan pria.

Allah SWT berfirman,

زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ وَالْبَنِينَ وَالْقَنَاطِيرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَالْخَيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَالْأَنْعَامِ وَالْحَرْثِ ذَلِكَ مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَاللَّهُ عِنْدَهُ حُسْنُ الْمَآبِ.
“Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa yang diingini oleh syahwat, yaitu WANITA-WANITA, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga).” [QS. ‘Ali Imran 3:14]

Juga sabda Rasulullah SAW,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ.
“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para pria selain fitnah wanita.” [HR. al-Bukhari no. 4706/5096]

Berdasarkan ayat dan hadis di atas, hendaklah para wanita mengetahui bahwa Allah telah menciptakan pria dengan gharizatun-nau (naluri seks) yang tinggi terhadap wanita. Wanita juga memiliki nafsu seks terhadap pria, akan tetapi ia tidaklah setinggi nafsu pria ke atas wanita.

Meskipun seorang pria bersungguh-sungguh mengawal nafsunya, kehidupan pada zaman kini menyebabkan dia tetap mudah melihat aurat wanita. Sejak dia keluar rumah pada awal pagi, di jalan, di kantor hingga dalam perjalanan pulang ke rumah, akan tetap ada pemandangan dan interaksi yang menaikkan naluri seksnya.

Justru atas sebab penciptaan ini dan cobaan kehidupan zaman kini, pria sangat memerlukan isteri yang dapat memuaskan nafsunya secara halal.

Jika pria tidak dapat memuaskan nafsu seksnya secara halal, dikhawatirkan pria akan memuaskannya dengan cara kurang ahsan (poligami sembunyi-sembunyi), syubhat (onani), bahkan haram (zina).

Kekhawatiran ini diperjelas oleh sebuah hadis dimana Rasulullah SAW bersabda,

وَفِي بُضْعِ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ. قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيَأتِي أَحَدُنَا شَهْوَتَهُ وَيَكُونُ لَهُ فِيهَا أَجْرٌ؟ قَالَ: أَرَأَيْتُمْ لَوْ وَضَعَهَا فِي حَرَامٍ أَكَانَ عَلَيْهِ فِيهَا وِزْرٌ فَكَذَلِكَ إِذَا وَضَعَهَا فِي الْحَلَالِ كَانَ لَهُ أَجْرًا.
“Dan dalam hubungan seks seseorang diantara kalian terdapat nilai sedekah.”
Para sahabat bertanya: “Wahai Rasulullah! Adakah dalam rangka salah seorang kami memuaskan nafsu syahwatnya, baginya dalam perbuatan itu ada ganjaran pahala?”
Rasulullah menjawab: “Tidakkah kalian perhatikan jika dia melakukan (seks) pada sesuatu yang haram (zina), dia akan mendapat dosa? Maka demikianlah juga jika dia melakukan (seks) ke atas apa yang halal baginya, baginya ganjaran pahala.” [HR. Muslim no. 1674/1006]

Apabila seorang wanita (baca: isteri) memahami penciptaan pria dan cobaan yang dihadapi oleh suaminya seharian di luar rumah, sudah tentu isteri tidak akan menolak ajakan suami untuk berjimak. Malah lebih afdal jika seorang isteri yang berinisiatif duluan dan datang sebelum diajak oleh suami.

NB:

• Malaikat adalah makhluk yang bijak. Malaikat tidak akan melaknat isteri yang menolak ajakan suami jika dia memiliki sebab yang munasabah.

• “Seks di atas belakang unta” berarti isteri tetap memenuhi ajakan suami di manapun jua tanpa terbatas pada kamar tidur dalam rumah, yang penting ‘aman’ dari manusia lainnya.

• Isteri juga memiliki hak untuk mendapat kepuasan seks daripada suaminya berdasarkan keumuman firman Allah: “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang makruf. Akan tetapi para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari isterinya. Dan Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [QS. al-Baqarah 2:228]

• Kedua hadis pertama hanya ditujukan kepada isteri karena lazimnya isteri lebih kerap menolak ajakan suami.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:12

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.