Uniknya Beternak Kerbau Kalang di Tepian Sungai Mahakam

Posted by

Loading...
Kerbau Kalang Diliarkan Saat Air Mahakam Surut

Kerbau Kalang di Kalimantan memperlihatkan penanmpilan reproduksi cukup baik yaiu tingkat kelahiran induk 2,5 – 3 tahun beranak dua kali dengan berat anak 176 – 194 kg (Putu et al, 1994). Potensi kerbau dimanfaatkan juga sebagai daya tarik pariwisata dengan mengadakan lomba renang kerbau tahunan. Ternak ini memang istimewa yaiu berenang untuk mendapatkan rumput yang ada di peraiaran rawa.
Kalang adalah nama kandang kerbau ini. Kalang merupakan tumpukan kayu gelondongan yang disusun bersilangan dengan lantai papan setebal 10 cm yang ditata rapat. Tinggi kalang mencapai 5 meter tau tergantung kedalaman rawa; tinggi lantai kalang 1,5 meter dari permukaan air (suhardono, ). Karena kerbau ini dikandangkan dikalang maka masyarakat sekitar mengenalnya hadangan kalang .

Saat volume air sungai Mahakam terus mengalami penyusutan maka saai inilah waktu yang tepat pemilik ternak kerbau kalang di sejumlah tempat pemeliharaan melepaskan begitu saja ternak mereka ke hutan sekitar yang berada di pinggiran danau atau bantaran sungai untuk mencari makan sendiri.

Di musim kemarau seperti saat ini bagi peternak kerbau kalang Dusun Lebak Singkil Desa Melintang Kecamatan Muara Wis Kutai Kartanegara mereka lebih santai, karena peternak tidak perlu direpotkan mencari rerumputan sebagai pakan kerbau yang harus disediakan setiap pagi dan sore hari.

Kerbau kalang diliarkan atau dilepaskan ke hutan-hutan sekitar danau atau pinggiran sungai untuk mencari sendiri, tergantung panjangnya musim kemarau berlangsung.

"Bisa 5 hingga 7 bulan atau lebih," ujar Arkan, Ketua Kelompok Peternak Kerbau Kalang Dusun Lebak Singkil saat ditemui Sabtu (24/8).

Sebaliknya jika air Mahakam lagi pasang anggota kelompoknya harus menyediakan pasokan pakan setiap hari berupa rumput danau yang jumlahnya mencapai hingga 10 perahu lebih, karena saat air pasang dasar hutan terendam sehingga ratusan kerbau harus dihalau masuk ke kalang atau kandangnya.

Jika di kalangnya, kerbau-kerbau itu tidak dapat mencari makan sendiri. Untuk memenuhi pasokan pakan, peternak mau tidak mau harus menyediakannya setiap hari baik pagi maupoun sore.

Oleh karena itu, jika kemarau kalang kerbau tampak kosong melompok ditinggal kerbau ke hutan mencari makan yang banyak tersedia di hutan.

Keuntungan lain dari pengliaran kerbau kalang ke dalam hutan adalah merupakan kesempatan kerbau untuk berkembang biak dengan melahirkan anak-anaknya, sehingga jika air pasang kembali kerbau kerbau itu akan membawa anak anak mereka sebagai anggota baru di kalangnya.

"Sebab kerbau kalang tidak akan beranak jika mereka ada di kalang," ujarnya.

Menyinggung tingginya harga daging ternak, menurut Alkan, memberikan nilai tambah bagi penghasilan peternak, bahkan peternak harus menahan ternak mereka untuk tidak dijual demi meningkatan jumlah populasi.
Jumlah ternak kerbau kalang di Dusun Lebak Singkil kini mencapai lebih 700 ekor. Permasalahan yang dihadapi peternak adalah kalang atau kandangnya hanya mampu menampung maksimal 600 ekor saja.
Perjalanan  untuk melihat kerbau rawa harus menggunakan kapal (kapal klothok), sejenis kapal angkut penumpang kapasitas 30 orang.  Perjalanan dimulai dengan menyusuri sungai nagara menuju rawa di wilayah nagara. Perjalanan ke lokasi sekitar 30 menit.  Pemilihan kapal untuk disewa perlu diperhatikan pada pengetahuan sopir/nahkoda yang telah mengetahui jalur dirawa. Hal ini dilakukan untuk menghindari kandasnya kapal saat menyusuri rawa.
Kerbau Kalang Kaltim yang terdapat di Kutai Kartanegara, akan dijadikan salah satu produk unggulan peternakan di daerah itu. Kepala Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kutai Kartanegara H. Sukhrawardy mengatakan, Kerbau Kalang yang ada di daerah itu tergolong unik, karena hampir seluruh aktivitas kehidupannya dilakukan di air, terutama saat mencari makan.

"Kerbau Kalang yang ada di Kutai Kartanegara ini memang beda dengan di daerah lain, karena benar-benar berenang di danau untuk mencari makan dan aktivitas lainnya. Jadi Kerbau Kalang yang ada di daerah ini memang tergolong unik," katanya ditemuai saat melakukan vaksinasi Kerbau Kalang di Kecamatan Muara Wis, Sabtu (23/3).

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kutai Kartanegara kata dia menaruh harapan untuk menjadikan Kerbau Kalang sebagai salah satu ternak unggulan di daerah itu dan dijadikan sebagai plasma nutfah sentra peternakan Kerbau Kalang Kaltim.

Pupulasi Kerbau Kalang di Kutai Kartanegara kata Sukhrawardy berjumlah lebih delapan ribu ekor yang pengembangannya tersebar di zona Hulu Mahakam yakni Kecamatan Muara wis, Muara Muntai dan Kota Bangun.

Di tiga kecamatan tersebut terhampar danau dan rawa sangat luas dengan ketersediaan rerumputan liar pakan kerbau yang melimpah, sebagai habitat Kerbau Kalang.

"Prospeknya sangat memungkinkan untuk dikembangkan, karena didukung letak geografis di tiga kecamatan yang terdapat danau dan rawa yang luas," ujarnya.

Upaya Disnakkesawan Kutai Kartanegara untuk meningkatkan populasi Kerbau Kalang diantaranya, dengan perbaikan mutu genetik melalui kawin suntik dan mendatangkan pejantan yang unggul dan sehat.

Hal tersebut agar tak terjadi 'in breeding' atau perkawinan satu rumpun yang berakibat menyusutnya ukuran dan bobot kerbau.

Upaya selanjutnya tambah dia yakni menekan angka kematian kerbau dengan cara menjaga kesehatan ternak seperti vakinasi, pengobatan dan pengambilan sampel darah untuk mengetahui kondisi kerbau.

Untuk diketahui bahwa Kerbau Kalang yang ada di Kutai Kartanegara selain untuk mememnuhi kebutuhan pasar lokal akan daging kerbau, pembelinya juga ada yang datang dari luar Kaltim, yakni dari Kalsel.

Selain itu, Kerbau Kalang di Kutai Kartanegara kerap dibeli untuk diapakai dalam upacara adat suku Dayak.

"Bahkan dari Toraja juga kerap membeli Kerbau Kalang, jadi usaha ini memang sangat menjanjikan," demikian terangnya.

Sumber: antaranews.com dan sumber lainnya

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:38

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.