Proses Terbentuknya Gua dan Macam-macamnya

Posted by

Loading...
Kalau kita tinjau bagaimana gua itu terbentuk, gua adalah lubang alamiah di tanah atau lorong di bawah tanah yang dapat dimasuki orang (Definisi dari International Union Of Speleologi di Wina – Austria).

Proses terjadinya gua membutuhkan waktu ribuan tahun bahkan jutaan tahun lamanya, dimulai ketika air dipermukaan menetes ke bawah melalui celah-celah kecil di batu. Air yang mengandung gas yang disebut karbon dioksida yang terserap dari udara, dan ini membentuk asam lunak menggerogoti batu gamping. Pada saat air mengalir terus ke bawah tanah, air itupun terus menggerogoti sebagian batuan sehingga terbentuklah lubang/gua.
Selama ribuan bahkan jutaan tahun, akibat dari air bisa menciptakan seluruh sistem gua yang berhubungan satu sama lain dengan ajringan terowongan dan lorong. Jauh di bawah tanah terdapat bagian yang disebut sebagai air bawah tanah. Pada bagian ini tidak ada lagi batuan gamping melainkan jenis batuan lain yang disebut batuan telap air dan batuan ini tidak bisa menyerap lebih banyak air lagi. Jadi air dari permukaan mulai mengalir disepanjang air bawah tanah yang membentuk sungai kecil di bawah tanah.
Permukaan air bawah tanah biasanya berubah dalam periode ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun. Setiap kali perubahan itu terjadi, sungai itu harus membuka jalan baru dan udara mengisi lubang dan bilik terdahulu, dengan demikian maka terbentuklah sistem gua.
Ternyata keindahan panorama bukan hanya milik dan didominasi di permukaan bumi saja. Perut bumipun menyimpan misteri dan pesona keindahan yang fantastis.

Berbeda dengan keindahan panorama di permukaan bumi yang senantiasa memperlihatkan dengan nyata objek yang menjadi sasaran keindahan.

Jauh di dalam perut bumi kita selalu menghadapi ketidakpastian mengenai apa yang bakal kita jumpai. Pemandangan bawah tanah yang ganjil ini sering kali luar biasa indahnya dan mengingatkan kita pada dua “seniman alam” yaitu AIR dan WAKTU.

Formasi batuan yang menakjubkan tampak dalam tiap belokan. Seperti air terjun bawah tanah, danau bawah tanah yang tenang, dsbnya. Tidak heran kalau beberapa sistem gua di dunia sekarang menjadi daya tarik wisata yang populer.
Terbentunya formasi batuan ini diakibatkan oleh air pada saat merembes melalui celah-celah di batu gamping. Air yang melarutkan mineral yang disebut Kalsit di batuan. Setelah menggerogoti batu gamping dan melubangi gua, air tersebut terus menetes ke dalam dinding gua tapi sebagian lagi menguap dan lapisan tipis Kalsit tadi tertinggal di batuan dan selama bertahun-tahun lapisan Kalsit tersebut menumpuk dibeberapa tempat sehingga Kalsit ini membentuk lapisan halus di dinding gua. Sedangkan Kalsit yang ada di tempat lain menjadi formasi batu yang berbentuk unik yang disebut Speleotem (ornamen gua). Speleotem yang terkenal adalah Stalaktit dan Stalagmit.

Gua yang dijumpai pada umumnya merupakan gua batu gamping (90% dari semua gua di dunia), tapi tidak semua gua berasal dari batuan gamping yang dilubangi oleh air.

Beberapa gua yang bukan berasal dari batuan gamping, diantaranya seperti :

a. Gua Lava. Gua ini terbentuk dalam aliran lava basalt jenis pahoehoe atau terbentuk oleh lava merah membara yang mengalir dari gunung api. Saat lava mengalir menuruni lereng gunung dan permukaan luarnya mendingin dan mengeras sehingga menjadi batu. Namun di bawahnya lava tersebut tetap mencari dan terus mengalir dan akhirnya habis dan meninggalkan “tabung” kosong. Gua seperti ini sering kali memiliki sisi yang sangat licin dan bentuknya pun beraturan. Gua ini biasanya dekat dengan permukaan dan mungkin memiliki banyak lubang di atap tipisnya.

b. Gua Es. Gua ini biasanya terbentuk di dalam gletser. Saat gletser mendekati daerah yang lebih hangat, es mulai mencair. Sungai air yang terbentuk di bawah es dan ini bergabung dengan udara hangat dan melubangi dinding-dinding es.

c. Gua Littoral. Biasanya gua jenis ini terdapat di tepi danau atau tepi pantai laut yang dangkal. Gua ini terjadi akibat dari kikisan air atau hantaman ombak dan angin yang mengkikis daerah batuan yang rapuh.

d. Gua Bawah Air. Terbentuknya gua ini bukan oleh lautan (air), akan tetapi gua ini merupakan jenis gua batu gamping (karst) yang telah tenggelam di bawah samudera.

e. Gua Garam. Terbentuk pada batuan jenis batuan halit (NaCL dan KCL)

f. Gua Gipsum. Terbentuk dari jenis batuan gipsum

g. Gua Rekahan. Terbentuk dari jenis batuan granit

h. Gua Pasir. Terbentuk di lapisan batuan pasir.

*KEPUSTAKAAN *
- Irawan, Haris, 1999. Gua Cagar Alam Yang Perlu Dilindungi. Banjarmasin Post, 7 Februari 1999.

- R.K.T. Ko, 1998. Introduksi Speleologi. Makalah Pada Temu Wicara dan Kenal Medan ke-X Mahasiswa Pecinta Alam Se-Indonesia di Yogyakarta, 7 – 15 Nopember 1998.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 02:21

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.