Pasar Daging Cirebon Didominasi Daging Impor

Posted by

Loading...
Pelan Tapi Pasti Pasar Daging Mulai Dikuasai Daging Beku Impor

Selisih harga yang jomplang antara daging beku dengan daging segar menjadi alasan konsumen daging mulai meninggalkan daging segar dan beralih membeli daging impor baik daging impor asal india yang berupa daging kerbau maupun daging impor asal Australia yang berupa daging sapi.

Bahkan efek dari banyaknya daging import telah hampir mematikan pemotongan sapi di RPH cirebon yang merosot jumlah sapi potongnya hampir 75% dari biasanya. Sepinya pemotongan karena pedagang daging banyak yang beralih berjualan daging beku impor karena keuntungannya yang lebih tinggi dan bisa dijual jauh lebih murah daripada daging segar yang berasal dari pemotongan RPH setempat. Pelaku RPH seperti jagal dan penjual karkas tentunya sangat terpukul dengan fenomena ini karena usaha mereka macet atau omsetnya turun drastis.

Pelan tetapi pasti daging sapi lokal segar mulai ditinggal konsumen loyalnya. Gara-gara harganya masih terbilang mahal, penjualannya kalah jauh dibanding daging sapi beku impor yang kini justru semakin diminati.

“Sekarang daging sapi lokal hampir tidak laku, mahal sih,” ungkap Cicih, salah seorang pedagang daging di Kecamatan Anjatan.
Saat ini, sebut dia, harga daging sapi lokal segar di kisaran Rp110 ribu hingga Rp120 ribu per kilogram, tergantung jenisnya. Harga itu stabil sejak musim Lebaran lalu dan sampai sekarang belum pernah turun. Sedangkan harga daging sapi beku impor antara Rp80 ribu sampai Rp90 ribu sekilo. Umumnya berasal dari Australia.

Masih tingginya harga daging sapi lokal karena stok sapi hidup sedikit. Adanya daging kerbau impor dari India, juga dinilai menjadi penyebab tingginya daging sapi lokal. Sementara di sisi lain, peredaran daging sapi beku impor makin meluas sampai ke pasar-pasar tradisional. Mudah dicari, bermutu cukup baik, dan akhirnya menjadi pilihan masyarakat.

Dampak terusannya, banyak pedagang yang menghentikan kontrak dengan para pemasok daging sapi lokal. “Saya saja sudah lama nggak jualan daging sapi lokal. Soalnya jarang yang beli, perputarannya lambat,” ucapnya.

Nono, pedagang daging lainnya mengungkapkan, rata-rata tujuan membeli daging sapi beku impor bukan dikonsumsi sendiri, tapi untuk dijual kembali. Makanya, konsumen terbanyak adalah para pedagang serta rumah makan.

“Kalau dilihat kualitasnya, daging impor memang masih kalah jauh dari daging lokal yang dijual dalam kondisi segar. Tapi, kembali ke harga, konsumen maunya harga daging sapi yang terjangkau,” ujar dia.

Ditambahkan dia, turunnya penjualan daging sapi lokal sudah diprediksi sebelumnya. Kondisi itu diyakini akan terus berlanjut apabila disparitas harganya masih terus signifikan. “Idealnya harga daging sapi lokal paling tinggi Rp100 ribu per kilogram. Kalau segitu mungkin konsumen mau balik lagi membeli daging lokal,” tandasnya.

Kondisi Pasar Daging dan Pemotongan Sapi di RPH Kota Malang, Sepi Imbas Dari Daging Kerbau Impor Asal India
Permintaan daging sapi di Kota Malang menurun terdampak masuknya daging kerbau beku impor.

Direktur Rumah Potong Hewan Kota Malang Djoko Sudadi mengatakan bila dibandingkan dengan Ramadan tahun lalu, jumlah sapi yang dipotong difasilitas tersebut berkurang banyak.

“Pada Ramadan ini hanya mencapai 35 ekor/hari, padahal tahun lalu mencapai 40-45 ekor/hari sapi yang dipotong,” ujarnya di Malang, Selasa (30/5/2017).

Informasi dari pengusaha pemotongan sapi, karena masuknya daging kerbau beku di pasar tradisional. Padahal sesuai ketentuan, daging kerbau beku tidak boleh masuk ke pasar tradisional. Namun, meski permintaan daging sapi menurun, ternyata tidak berpengaruh pada harganya. Harganya tetap tinggi.

Hal itu terjadi karena harga sapi memang masih tinggi. Agar pengusaha pemotongan sapi tidak merugi, maka mereka menjual daging sapi dengan harga yang tinggi meski permintaan menurun. Harga pembelian sapi oleh pengusaha pemotongan sapi saat ini masih tinggi, yakni Rp46/kg berat hidup.

Dengan harga kulakan sebesar itu otomatis harga daging sapi juga tinggi dijual di pasar.

Seperti diketahui, Perum Bulog terus melakukan penetrasi pasar daging kerbau beku asal India, termasuk ke sejumlah daerah yang menolak. Salah satunya, kini mulai muncul permintaan dari Jawa Timur terhadap daging kerbau beku.

Direktur Komersial Bulog Febriyanto mengaku baru-baru ini mulai ada permintaan dari Jawa Timur untuk daging kerbau beku asal India ke Jawa Timur. Permintaan banyak datang dari sektor rumah tangga.

Penyaluran baru akan dilakukan jika permintaan lebih dari 25 ton atau satu kontainer. Kini Bulog dan Asosiasi Distributor Daging Indonesia terus melakukan sosialisasi dan negosiasi ke pemerintah daerah untuk masuknya daging kerbau beku itu.

**dari berbagai sumber

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 06:56

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.