Fermentasi Daun Ubi Kayu Sebagai Pakan Ayam

Posted by

Loading...
Pakan Ayam Alternatif, Daun Ubi Kayu Fermentasi

Hampir disetiap desa diseluruh Indonesia, penduduknya telah mengenal unggas. Mulai dari Petani yang kaya hingga petani kecil dengan cara pemeliharaan yang berbeda-beda. Faktor yang terpenting pada usaha pemeliharaan unggas seperti ayam adalah pakan. Hampir 60-80% dari komponen produksi perlu dipatok untuk pengadaan pakan ini.Bagaimana tidak, harga pakan yang tidak bisa stabil ditambah harga produk yang ikut tidak stabil salah satunya adalah karena pengaruh dari pakan. Maka tak sedikit para peternak ayam ras yang stress, merugi sampai gulung tikar karena tidak bisa mengikuti permainan harga pakan sehingga beralih usaha kepada jenis usaha lain. Salah satu upaya kearah ini adalah dengan menyusun sendiri ransum pakan ternak dengan menggunakan bahan yang ada disekitar kita. Salah satu bahan makanan alternatif kita adalah daun ubi kayu ( Manihot utilisima ).

Daun ubi kayu ( Manihot utilisima )sangat potensial di jadikan pakan ternak karena merupakan sumber protein nabati dan ketersediaannya cukup banyak. Daun ubi kayu memiliki protein tinggi berkisar antara 23,42 %, SK 15,80 %, LK 6,31 % tetapi mengandung zat anti nutrisi HCN 550 – 620 ppm pada daun ubi kayu yang masih muda, dan 400 – 530 pada daun ubi kayu yang sudah tua. Daun ubi kayu dapat digunakan sebagai pakan trnak hingga 5 % dalam ransum ayam broiler yang sedang tumbuh tanpa mengurai bobot badan ( Dharma et all. 1994 ).Hal ini di karenakan dalam daun ubi kayu erdapat anti nutrisi yaitu linamarin yang mengandung HCN ( Scott et all. 1982 ). Selain kandungan zat – zat makanan dan HCN daun ubi kayu juga mengandung senyawa bioflafonoid yang di sebut dengan rutin.

Zat rutin ini diperoleh dari proses perebusan selama 45 menit ( Reflinda,1992 ). Dengan adanya perebusan dapat menurunkan kandungan HCN dalam daun ubi kayu sebanyak 70,8 % ( Rizal,1996 ). Akibat dari kandungan anti nutrisi HCN dan serat kasar yang tinggi dalam dalaun ubi kayu sehingga penggunaanya dalam ransum unggas masih terbatas, salah satu cara untuk mengatasi kendala tersebut adalah dengan metode fermentasi. Prinsif dari pembuatan fermentasi adalah dengan mengaktifkan mikroorganisme pembentuk asam laktat pada bahan makanan sehingga menghasilkan produk baru yang berbeda dengan bentuk asalnya, dengan harapan mempunyai kandungan nutrisi yang lebih tinggi di bandingkan dengan bahan dasarnya ( Winarno dkk,1990 ).

Pengaruh Pemberian Fermentasi daun ubi kayu sebagai pakan alternatif terhadap performans ayam broiler

Kandungan gizi daun ubi kayu

Daun ubi kayu ( Manihot utilisima )mempunyai kandungan zat-zat makanan yang cukup baik dengan kandungan protein kasar yang tinggi, dan vitamin serta mineral yang cukup (Rogers and Millner, 1963; Ravindran and Ravindran, 1988; Aletor and Adeogun, I 995). sehingga berpotensi untuk dijadikan makanan ternak ruminansia dan rnonogastrik. Hasil penelitian Sudaryanto et al. 107 (1982) menunjukkan bahwa daun ubi kayu mengandung protein kasar 21.45%, serat kasar 25,l %,lemak 9.7 %, Ca 0.72 % dartP 0,35 %. Menurut Mathius et al. (1983) komposisi kimia daun ubi kayu yaitu: bahan kering 18.9%, protein kasar 20.7 % ,lemak kasar 9.35 %, BETN 413% dan abu 7.56%. Daun ubi kayu juga mengandung HCN yang cukup tinggi, yaitu 560-620 ppm pada yang muda dan 400-530 ppm pada yang tua (Sudaryanto, 1 986). Menurut Darma et al. (1994) daun ubi kayu hanya bisa dipakai sampai 5% dalam ransum broiler.

Kendala pemberian daun ubi

Daun ubi kayu ini mengandung serat kasar dan HCN yang tinggi. Disamping itu daun ubi kayu juga mengandung tannin berkisar antara 30 50 mg/kg (Ravindran, 1993) yang bisa mengganggu pencernaan dan penyerapan protein dan ketersediaan asam-asam amino esensil (Kumar and Sing, I 984). Hasil penelitian Rizal (1996) memperlihatkan bahwa daun ubi kayu yang direbus selama 45 menit dengan tujuan untuk mengisolasi zat rutin yang dikandungnya dapat digunakan sampai 9oh dalam ransum ayam broiler. Daun ubi kayu yang telah direbus selama 45 menit ini kandungan HCNnya turun sampai 98. 5 % (Zulkard;i, 199 4).

Jumlah pemberian daun ubi kayu dalam ransum ayam broiler masih sangat rendah jika ditujukan untuk menggantikan bungkil kedelai karena kandungan protein kasar daun ubi kayu lebih rendah dari bungkil kedelai, sedangkan kandungan serat kasarnya jauh lebih tinggi. Untuk meningkatkan kandungan protein kasar dan menurunkan kandungan serat kasar ini diperlukan teknologi yang tepat. Menurut Darma et al. (1994) daun ubi kayu hanya bisa dipakai sampai 5% dalam ransum broiler

Fermentasi daun ubi kayu

Salah satunya yaitu melalui proses fermentasi dengan menggunakan kapang. Pada proses fermentasi ini biasanya terjadi berbagai perubahan zat-zat organik yang terdapat dalam suatu bahan makanan seperti bertambahnya jumlah zat organik tertentu, hilangnya zat organik lainnya, atau zat organik tertentu menjadi lebih mudah dicerna (Winamo et al.1 980; Buckle et al., 1987). Di antara kapang yang sering dipakai untuk fermentasi yaitu dari jenis Aspergillus niger Darma et al. (1994) dan Bakie et al. (1995) memperlihatkan bahwa terjadi peningkatan kandungan protein kasar daun ubi kayu yang difermentasi dengan Aspergillus niger dan penurunan kandungan serat kasarnya. Hasil penelitian Wahyuni (2002) juga menunjukkan bahwa kandungan protein kasar daun ubi kayu yang difermentasi dengan Aspergillus niger meningkat dari 18.88 menjadi 27.47o/o. Akan tetapi belum ada informasi tentang pemakaian daun ubi kayu yang difermentasi dengan Aspergillus niger ini yang ditujukan untuk mengganti sebagian dari bungkil kedelai dalam ransum ayam broiler.Fermentasi dengan menggunakan Asfergillus niger dengan level inokulum 7 % dan lama perebusan 15 menit serta waktu fermentasi 72 jam akan menghasilkan kandungan PK 29,94 %, SK 26,93 %, LK 4,06 %, BETN 29,72 % dan HCN 162,2 ppm ( Rinawati,2002 ). Dari hasil tersebut terjadi peningkatan PK yang diiringi dngan peningkatan SK.

Dengan adanya dilakukan fermentasi ternyata penggunaan daun ubi kayu kepada ayam broiler hanya dapat diberikan sebanyak 9 % sehingga dapat menggantikan pemberian tepung kedelai sebanyak 45 % ( Rahmadian, 2004 ). Tetapi ketika Farianti (2003) melakukan percobaan fermentasi daun ubi kayu dengan menggunakan Trichorderma viride sebagai media ternyata dapat menurunkan kandungan HCN 36,37 % dengan lama fermentasi 9 hari. Hasil analisa laboratorium teknologi pkan Fakultas pertanian Unand,2006 ternyata kandungan gizi daun ubi kayu yang difermentasikan dengan Trichordema diridepada level inokulum 7 % menghasilkan adanya kenaikan protein kasar dan penurunan serat kasar.

Daun ubi kayu ( Manihot utilisima ) merupakan salah satu bahan pakan alternatif unggas, karena selain kandungan protein nabati dan kandungan nutrisinya yang tinggi juga sangat banyak di jumpai di lingkungan sekitar kita. Tetapi meskipun kandungan nutrisinya tinggi daun ubi kayu juga mengandung anti nutrisi yaitu HCN yang tinggi sehingga apabila di konsumsi unggas dapat menyebabkan racun. Sehingga untuk mengurangi senyawa HCN dalam daun ubi kayu di lakukan fermentasi dengan menggunakan mikroorganisme dari jenis kapang Asfirgillus niger. Tetapi ternyata pemakaian daun ubi kayu yang difermentasi dengan Aspergillus niger atau DUKI' melebihi 9 % dalam ransum memrnrnkan konsumsi ransum, pertambahan berat badan, berat hidup, persentase lemak abdomen dan persentase karkas ayam broiler, tetapi konversi ransum tidak terpengaruh. Dengan demikian daun ubi kayu hanya bisa dipakai sampai level 9 % dalam ransum ayam broiler.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 15:31

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.