Cara Mengatasi Stres Pada Ayam Dengan Vitamin C

Posted by

Loading...
Manfaat Vitamin C Sebagai Penangkal Stres Pada Ayam
Peluang untuk memaksimalkan pertumbuhan dan produktifitas ayam didaerah tropika basah Indonesia menurut Abbas (1996) yang utama adalah melalui pendekatan manipulasi biolingkungan, yakni 1) manipulasi iklim mikro melalui rasionalisasi perkandangan, 2) manipulasi bio-fisiologis melalui pengaturan; a) Feed Water balance, b) Suplementasi Vitamin C, Vitamin E, Vitamin K, Biotin, Vitamin B2 (Rivoflavin), 3) perbaikan manajemen, terutama pada saat terjadinya lonjakan suhu lingkungan.

Dari ke tiga peluang ini yang sangat mungkin untuk dilaksanakan oleh peternak adalah peluang ke dua dan ketiga, karena dua peluang ini tidak membutuhkan biaya investasi yang besar dan kontrol peternak. Peluang pertama mungkin saja dilaksanakan, namun dengan kondisi permodalan peternak saat ini maka peluang ini berat sekali untuk dilaksanakan karena membutuhkan biaya investasi yang cukup besar.

Untuk pemberian pakan pada ayam agar efektif untuk peningkatan produktivitas yaitu pada suhu nyaman atau serasi, karena dalam kondisi ini pertumbuhan dan penggunaan pakan oleh ayam broiler sangat efisien, karena ayam tak perlu mengeluarkan energi yang diperoleh dari pakan untuk mengatasi suhu lingkungan.

Manipulasi bio fisiologis dengan pemberian vitamin C (anti stres) sering dilakukan untuk mengatasi kondisi suhu lingkungan. Vitamin C ini diketahui bertanggung jawab terhadap mobilisasi energi yang diperlukan untuk berbagai fungsi vital, terutama dalam mempertahankan suhu tubuh. Secara alami ayam mampu mensintesis vitamin C dalam tubuhnya. Namun dalam keadaan stress karena pengaruh lingkungan, ayam tidak mampu memproduksi vitamin C dalam jumlah yang mencukupi. Kondisi ini menuntut peningkatan akan kebutuhan vitamin C untuk pertumbuhan dan produksi.

Vitamin C Sebagai Antistress

Vitamin C lebih dikenal sebagai asam askorbat karena sifatnya yang asam dan efektifitasnya dalam pengobatan skurvi.Selanjutnya Padue dan Thaxton (1986), melaporkan bahwa suplementasi vitamin C berpengaruh terhadap pertumbuhan, reproduksi, mortalitas, dan berpengaruh positif terhadap unggas yang mengalami cekaman lingkungan dan gizi. Sifat asam disebabkan oleh dua hidroksilenoat yaitu hidroksil pada C-3 dan C-2 (Delgado, 1982). Vitamin C merupakan struktur paling sederhana, merupakan senyawa dengan rumus bangun yang menyerupai suatu monosakarida dan dalam kenyataan vitamin C secara biokimia disintesa dari D-glukosa. Vitamin C tergolong senyawa yang larut dalam air dan bersifat tidak stabil, serta mudah teroksidasi selama proses pembuatan dan penyimpanan pakan, kemungkinan menurun kandungannya dalam ransum sangat besar sehingga kebutuhannya dalam pemnuatan pakan sangat bervariasi dan relatif tinggi. Saat ini telah diproduksi turunan vitamin C yang lebih stabil untuk mengurangi pengaruh – pengaruh tersebut seperti L-ascorbhy-2-phosphate-magnesium, L-ascorbhy-2-sulfate, L-ascorbhy-Polyphosphate sehingga penggunaannya dapat lebih efektif dalam pembuatan pakan.

Vitamin dibutuhkan dalam pertumbuhan yang normal, jaringan tubuh dan reproduksi. Kebutuhan vitamin umumnya pada batas minimum tetapi dapat mendukung pertumbuhan yang maksimum atau untuk mencegah gejala defisiensi.

Alberts et al, (1991) menyatakan bahwa pada saat terjadi stress kelenjar adrenal akan mensekresikan ephinephrine, yang akan membantu pemecahan glikogen menjadi glucose 1-phosphate pada serta otot dan pada saat itu pembentukan glikogen baru akan dihentikan. Energi yang dihasilkan dari pemecahan glikogen tersebut akan digunakan untuk kontraksi otot, jika keadaan stres berkepanjangan akan menyebabkan pemecahan glikogen yang ada pada otot.

Pardue dan Thaxton (1986) menyatakan bahwa vitamin C (asam askorbat) belakangan dikenal sebagai antistress yang baik dan banyak dimanfaatkan pada unggas karena dibutuhkan dalam reaksi hidroksilasi pada sistem syaraf dan medulla adrenal. Vitamin C sebagai kosubstrat dalam hidroksilasi tirosin pada pelepasan norepineprin dan dalam medulla adrenal untuk pelepasan kotekolamin lain yaitu epinefrin. Peranan ini penting untuk fungsi sistem syaraf secara normal dan untuk ketersediaan epinefrin dalam hubungannnya dengan stress (Linder, 1992). Menurut Piliang (2001) suplemen vitamin C dalam jumlah banyak diperlukan jika tubuh dalam kondisi stress karena secara emosional atau cekaman lingkungan, untuk mempertahankan konsentrasi asam askorbat yang normal dalam plasma darah. Hal ini sesuai dengan pendapat Hornig dan Frigg (1979) ayam tidak mempunyai kemampuan lagi untuk mensintesis vitamin C dalam jumlah yang cukup apabila mendapat cekaman panas.

Kadar vitamin C dalam plasma dan hati menurun dengan bertambahnya umur. Pada saat menetas kecepatan sintesis vitamin C pada ginjal ayam masih lambat, tetapi setelah itu akan meningkat beberapa kali lipat sampai umur 20 – 30 hari dan menurun setelah di atas umur 30 – 40 hari (Hornig dan Frigg, 1979).

Penelitian penanggulangan cekaman dengan pemberian vitamin C pada broiler, ayam petelur yang sedang produksi dan ayam hutan hijau telah dilakukan di Indonesia. Ichsan (1991) melaporkan bahwa pemberian vitamin C pada suhu ruang 33oC tidak memberikan pengaruh yang berarti terhadap kecepatan pertumbuhan. Pengaruh yang menonjol adalah pada peningkatan daya tahan cekaman panas yang ditandai dengan lebih rendahnya angka kematian pada broiler yang diberi vitamin C dibandingkan dengan yang tidak diberi. Habibie (1993) dalam kesimpulan laporannya menyatakan bahwa suplementasi vitamin C pada ayam petelur tipe medium fase produksi I dan fase produksi III secara nyata meningkatkan produksi telur (hen day), menurunkan konversi ransum dan tidak berpengaruh pada konsumsi pakan, berat dan kerabang telur. Suplementasi vitamin C sebanyak 1000 ppm pada fase produksi III memberikan respon yang lebih tinggi dan memberikan keuntungan lebih besar dibandingkan pada fase produksi I.Menurut Pardue dan Thaxton (1986), pemberian vitamin C (250, 500, dan 1000 ppm) pada ayam boiler tidak memberikan peningkatan pertumbuhan pada jantan, namun pada betina yang diberi 1000 ppm, bobot badan ayam tersebut, nyata lebih tinggi dari kontrol pada umur dua dan empat minggu.

Manipulasi bio fisiologi dengan memberikan vitamin C dalam campuran pakan atau air minum sangat baik, mengingat vitamin C dapat dibutuhkan pada ayam dalam kondisi stres karena secara emosional atau cekaman lingkungan, untuk mempertahankan konsentrasi asam askorbat yang normal dalam plasma darah. Apabila ayam mengalami cekaman stress, maka produksi serata pertumbuhan tidak akan optimal.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 16:01

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.