Manfaat Kaliandra Sebagai Pakan Ternak dan Kandungan Nutrisinya

Posted by

Loading...

Daun Kaliandra Sebagai Pakan Ternak Alternatif dan Kandungan Gizi dan Nutrisi Yang Terkandung Pada Kaliandra

Kandungan Zat pada Daun Kaliandra Daun, bunga, dan tangkai Kaliandra mengandung protein 20-25%. Tingkat kecernaannya rendah 30-60%. Kaliandra memenuhi kurang lebih 30% kebutuhan kambing, biri-biri, dan ternak lainnya (Roshetko, 2000).



Ternak akan tumbuh lebih baik bila disuplementasi dengan Kaliandra dibandingkan hanya diberi rumput. Tingkat suplementasi yang baik adalah 30% dari total ransum karena pemberian yang lebih tinggi akan merugikan (Tangendaja, dkk. 1992; Bulo, dkk., 1992). Bila Kaliandra segar diproses untuk pengawetan maka nilai nutrisinya berubah. Pengeringan dengan oven menurunkan secara nyata kedapatdicernaan bahan kering dan protein. Kedapatdicernaan protein menurun sebesar 50% sedangkan bahan kering 19%. Kandungan tanin dalam daun Kaliandra mengikat protein lebih kuat bila daun Kaliandra dikeringkan. Ikatan protein tanin ini sangat kuat sehingga tidak mudah dipecah di rumen ataupun saluran pencernaan setelah rumen sehingga protein menjadi tidak dapat dimanfaatkan oleh mikroba rumen karena keluar bersama feses. Proses pengeringan yang baik adalah secara anaerobik (Palmer, dkk., 2000).

Proses pembuatan Kaliandra menjadi silase selama beberapa minggu tidak menurunkan nilai nutrisinya. Silase Kaliandra dapat dibuat pada akhir musim hujan untuk mempertahankan ketersediaan selama musim kemarau panjang. Alternatif lain bila rumput lapang sudah terbatas yaitu memotong kecil batang dan cabang yang empuk serta dicampur dengan daun Kaliandra dan konsentrat tanpa rumput (Wina, dkk., 1997a).

Kandungan tanin dalam daun Kaliandra merupakan salah satu yang tertinggi dibandingkan dengan daun legum lain yang sudah dikenal peternak seperti lamtoro dan gamal (Wina, dkk., 2000). Kandungan tanin dapat dikurangi dengan beberapa cara dan yang paling populer yaitu penggunaan polyethylene glycol (PEG). Pemberian PEG dapat dengan cara laruan PEG disemprotkan ke daun Kaliandra, larutan PEG diinfus langsung ke dalam rumen, atau padatan PEG dicampur dengan pakan ruminan. PEG dapat mengikat tanin sehingga ikatan tanin dan protein dipecah. Akibatnya protein dapat dimanfaatkan oleh ternak. Biasanya kedapatdicernaan bahan kering dan protein Kaliandra meningkat drastis. Harga PEG yang mahal mengharuskan mencari alternatif lain. Perendaman dalam air kapur dapat meningkatkan kedapatdicernaan tetapi tidak terhadap pertambahan berat badan (Wina, dkk., 1994).

Sebagian peneliti beranggapan bahwa daun Kaliandra kering mutunya sangat rendah karena kedapatdicernaan daun Kaliandra berkurang (Mahyudin, dkk., 1988). Pengeringan di atas suhu 45o C menurunkan kualits tetapi pengeringan pada suhu lebih rendah bahkan pengeringan dengan diangin-anginkan tidak menurunkan kualitas daun (Palmer, dkk., 2000). Karena itu, pengawetan daun Kaliandra dengan cara diangin-anginkan menjadi pilihan sebagai metode membuat cadangan pakan di musim kemarau (Paterson, dkk., 2000).

Selain pengeringan oven proses pelayuan di bawah naungan selama semalam sudah cukup untuk memberikan efek negatif bagi ternak (Palmer, dkk., 2000). Tetapi, pendapat ini disanggah oleh penelitian lain. Tidak ada bukti yang ditemukan bahwa pengeringan daun Kaliandra mengurangi pengambilan atau berpengaruh buruk terhadap produksi ternak. Daun Kaliandra nyata meningkatkan produksi susu sapi perah (Stewart, 2000).

Pemberian silase Kaliandra dan Kaliandra segar memberi hasil pertambahan berat badan yang sama (Wina, dkk., 1997a). Penambahan sumber nitrogen seperti urea dan campuran urea amonium sulfat pada ternak yang diberi Kaliandra tidak memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap konsumsi harian dan pertambahan berat badan. Tetapi, bila ditambahkan sumber energi gaplek dan dedak maka terjadi peningkatan berat badan sebesar 30% Pemberian tambahan legum seperti Kaliandra dalam pakan sapi perah menunjukkan peningkatan produksi susu dan akibatnya keuntungan per bulan yang diperoleh peternak menjadi lebih besar. Pemberian 10 kg Kaliandra setiap hari memberikan hasil susu sebanyak 15,84 l/hari/ekor dan keuntungan terbesar bagi peternak sapi perah (Wina dan Tangendaja, 2000). Pemberian Kaliandra segar untuk sapi perah di Kenya sebanyak 3 kg mampu menggantikan 1 kg konsentrat dengan tingkat protein 16%. Pemberian Kaliandra sebagai pengganti konsentrat bervariasi tergantung tempat (Paterson, dkk., 1999). Pemberian Kaliandra untuk kondisi Indonesia diteliti dengan lima macam perlakuan. Perlakuan yang diberikan yaitu 0, 5, 10, 15, 20 kg daun Kaliandra. Produksi susu yang dihasilkan msing-masing adalah 12,87; 14,51; 15,84; 15,32; dan 14,48 l/ekor/hari (Prawiradiputra, dkk., 2000).


Kaliandra menjadi salah satu pakan hijauan bagi hewan ternak. Pakan hijauan adalah pakan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Kaliandradiberikan pada hewan dalam keadaan segar atau juga bisa dikeringkan. Kaliandra juga dapat diberikan pada ayam dalam bentuk tepung. Pada ayam pemberian ini dapat memberikan warna kuning telur yang lebih cerah. Daun, batang, dan bunga kaliandra dapat dimanfaatkan untuk pakan ternak. Kaliandra memiliki protein yang tinggi sehingga bagus untuk meningkatkan produktifitas hewan ternak. Pemanfaatan kaliandra untuk pakan hijauan ternak telah memberikan hasil yang baik. Kaliandra juga baik untuk meningkatkan produktifitas reproduksi hewan ternak.

Kaliandra merupakan tanaman semak yang tingginya dapat mencapai 45 meter. Tanaman kaliandra tumbuh lebat, tahan pangkas, dan mudah untuk bersemi kembali. Tanaman kaliandra dapat tumbuh pada semua jenis tanah dan tumbuh baik pada tanah yang kurang subur. Dapat beradaptasi pada tanah dengan tingkat keasaman tinggi, ketinggian di atas 1700 meter dari permukaan laut, dan curah hujan yang tinggi. kaliandra dapat tumbuh pada musim kemarau meski pertumbuhannya tidak sebaik pada musim penghujan sehingga kaliandra dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kesulitan pakan hijau pada musim kemarau.

Selain untuk pakan ternak, kaliandra juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan konversi lahan. Akar kaliandra panjangnya dapat mencapai kedalaman 2 meter. Sistem perakaran kaliandra dapat membentuk bintil akar. Bintil akar ini dapat menyerap Nitrogen yang dapat menjadikan tanah menjadi subur. Sehingga kaliandra juga dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki kondisi tanah. Kaliandra dapat tumbuh pada lereng yang curam sehingga dapat dijadikan sebagai penahan erosi.

Kaliandra Merah
Kaliandra merah (calothirsus) merupakan tanaman pagar yang perakarannya kuat karena tipe akarnya yang masuk ke dalam. Karakteristik ini lah yang dipakai alasan mengapa kaliandra sangat cocok untuk tanaman pagar pada tanah yang mempunyai kemiringan tajam. Kaliandra berbunga sepanjang waktu tanpa mengenal musim. Bila menanam mulai biji, kaliandra akan mulai berbunga pada maksimum usia 2 tahun. Kaliandra tahan pada tanah yang terbatas airnya,kering dan tandus, karena perakarannya yang dalam, kaliandra mampu mengikat air sehingga dapat dipakai untuk merehbilitasi kandungan air tanah. Saat tanaman sudah setinggi 1 meter, akan bisa bertahan dan tumbuh subur meskipun saat musim kering (kemarau).

Kaliandra akan berbunga dan tumbuh subur pada kondisi cuaca yang ekstrim (panas >33 derajat celcius) dan daerah yang tandus, akan tetapi perkembangan generatif terganggu, bunga rontok sebelum jadi buah dan biji,sehingga untuk perbanbanyakannya dengan vegetatif (cangkok, stek, dll). Pada setiap pagi, bila kita amati, di pangkal benang sari terdapat titik2 air berwarna kekuningan, dan bila dijilat berasa manis. Itulah nektar yang disukai lebah, sehingga kaliandra menjadi tanaman primadona bagi pelebah.

Sebuah survey di Eropa, dengan 1 ha luasan tanah untuk budidaya kaliandara dalam satu tahun mampu menghasilkan 2 ton madu. Bayangkan, di Eropa terdapa 4 musim, dimana saat musim dingin semua tanaman hampir dipastikan mengalami hibernasi, sehingga tidak ada sedikitpun sumber makanan lebah alami. Sedangkan di Indonesia, kaliandra akan berbunga tanpa mengenal waktu. Saat ini musim penghujan, kaliandra ku masih tetep menampakkan bunganya dengan gagahnya. Sehingga masa-masa deplesi nektar tidak terjadi di Indonesia. Nah, dengan demikian jumlah produksi 2 ton madu per tahun di Eropa dapat terlampaui. 2 ton saat ini setara dengan 2000 kg x Rp50.000/kg atau sekitar 100 juta. Atau bila di kurskan dengan pendapatan per bulan sekitar 8 juta per bulan. Praktis kita hanya butuh alat untuk pemanenan madu saja dan investasi awal koloni. Sungguh sangat menggiurkan.

Lahan seluas 1 ha, saat ini sangatlah sulit. Akan tetapi yang perlu diketahui, radius mencari makan lebah 3,2 mill atau sekitar 4.8 km. Artinya berapapun luasan tanah yang kita punya masih sangat menjanjikan. Katakanlah, tanah ukuran 20 x 25 m, bila sebagai tanaman pakar bisa ditanami 90 batang pohon kalindra. sedangkan luasana dalam bisa ditanami pohon berbuah seperti klengkeng dan durian. Bila di tanami klengkeng bisa sekitar 60 batang pohon, bila ditanami durian bisa 20 batang pohon. Disela-selanya bisa ditanami pohon semusim berumur pendek, atau tanaman perdu berbunga yang disukai lebah seperti bunga matahari, lombok, terong, dll.

Kaliandra sangat cepat bertunas setelah di potong. karena itu, kaliandra seringkali dipakai untuk sember makanan ternak baik kambing maupun sapi. Pemotongan terjadwal dapat dilakukan untuk menjaga kontinuitas pasokan pakan sepanjang waktu. Kaliandra mempunyai kandungan nutrisi yang baik untuk pakan ternak, hal ini telah dilakukan banyak penelitian mengenai manfaat kaliandra sebagai suplemen makanan ternak. Di Jawa Barat, kaliandra telah dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak kambing dan domba. Di Bedugul, Bali, kaliandra dipakai sebagai pakan sapi.

Di berbagai penelitian, telah mempublikasikan kaliandra sebagai tanaman yang sangat mudah beradaptasi dan sebagai tanaman yang mampu merehbilitasi tanah yang tercemar. Di Kalimantan, kaliandra dipakai untuk merehabilitasi tanah bekas tambang batu baru. Kaliandra mampu mengikat unsur2 tertentu (hara) sehingga mampu memulihkan kesuburan tanah, dan juga mampu menguraikan zat pencemar seperti sisa hasil tambang.



source
http://misterbibittanaman.blogspot.com/
http://klancengsragi.blogspot.com/

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:17

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.