Kampanye Melindungi Sapi Di India Turunkan Ekspor Daging Kerbau

Posted by

loading...

loading...
Ekspor daging kerbau India turun lebih dari 10 persen pada April. Pedagang menyalahkan kampanye melindungi sapi sehingga mengurangi posisi sebagai salah satu pemasok daging sapi terbesar di dunia.

Pengiriman daging kerbau turun 11,4 persen pada April sehingga hanya menghasilkan keuntungan industri ekspor senilai US$ 4,8 miliar. Penjagalan dan pedagang mendapat dampak paling besar terhadap aturan tersebut.

India tidak mengekspor daging sapi dan sapi yang dianggap suci bagi orang Hindu. Pemotongannya dilarang di banyak negara bagian. Namun pengekspor daging kerbau terbesar di dunia juga tertolong daging sapi.

Bisnis daging kerbau telah terperangkap upaya mencegah pemotongan sapi. Kelompok garis keras Hindu telah lama menuduh tempat pemotongan hewan yang sebagian besar dikelola orang Islam menutupi pemotongan sapi dan mengeluarkan dagingnya sebagai kerbau.

Bisnis di Uttar Pradesh, negara penghasil daging teratas, telah terpukul dengan inspeksi dan penutupan. Tindakan keras tersebut dipelopori pemerintah sayap kanan yang bertindak sebagai tukang jagal tanpa izin sekaligus eksportir utama.

Namun mereka dipaksa berhenti menerima perintah dan membatalkan pengiriman karena bisnis mereka ditutup. "India telah menjadi pengekspor daging terbesar. Namun setelah penurunan ini sangat mungkin kehilangan pangsa pasar itu. Penghentian pemotongan telah menambah biaya dan itu membuat kurang menarik bai pembeli," kata juru bicara Asosiasi Eksportir Daging dan Ternak India Fauzan Alavi.

Pedagang menahan kesusahannya. Pemerintah nasional yang dipimpin Partai Bharatiya Janata dari Hindu kanan memberlakukan larangan penjualan ternak secara keseluruhan, termasuk sapi dan kerbau bulan lalu.
Larangan mengakibatkan kecaman dan telah ditentang. Pengadilan India Selatan sementara tetap melarangnya. Hal tersebut diharapkan bisa terus mengekang ekspor.

Asosiasi Eksportir Daging Seluruh India meminta larangan tersebuut dicabut atau setidaknya diubah untuk mengecualikan kerbau.




RI Akan Impor 200 Ton Daging Kerbau India
Duta Besar India untuk Indonesia, Nengcha Lhouvum, membenarkan bahwa Pemerintah RI segera mengimpor daging kerbau dari negaranya. Jumlahnya sebanyak 200 ton.

Lhouvum mengatakan, Presiden Joko Widodo tertarik dengan kualitas daging kerbau di India demi memberikan yang terbaik bagi masyarakat Indonesia.



"Pasar Indonesia sudah membuka pintu bagi daging (kerbau) kami. Saat ini Indonesia baru sedikit mengimpor daging dari India. Padahal, India termasuk negara penghasil daging terbesar di dunia," kata Lhouvum di kediamannya di kawasan Jakarta Pusat, Rabu 8 Juni 2016.

Ia menjelaskan, belum lama ini sudah ada tim dari Indonesia yang sudah ke India untuk melakukan pengecekan dan pemilihan Rumah Potong Hewan (RPH).

Saat ini, mereka telah kembali ke Indonesia dan memberikan laporan ke pemerintah.

"Nantinya, India akan mensuplai 200 ton daging setiap bulannya ke Indonesia. Yang dikirim adalah daging beku prosesan secara halal. Daging tanpa tulang. Kami menjual dengan harga US$4 per kilogram," lanjut dia.

Selain daging, Dubes Lhouvum berharap Indonesia juga akan membeli komoditas lainnya dari India seperti obat-obatan dan beras. Hal ini, kata dia, akan memberikan keuntungan bagi kedua negara mengingat tidak stabilnya angka perdagangan yang ada saat ini.

Dengan demikian, kerja sama dalam sejumlah aspek tersebut diharapkan bisa membuat stabil bahkan meningkatkan angka perdagangan India-Indonesia ke depan.


Jawa Tengah Juga Akan Memasukkan Daging Kerbau India


Kepala Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jawa Tengah Djoni Nur Ashari mengatakan akan mendatangkan lima ton daging kerbau impor sebagai alternatif daging sapi. "Saat ini kami sudah mengajukan ke pusat. Harapannya sebelum Lebaran 2017 sudah bisa sampai Jawa Tengah," kata Djoni di Semarang, Kamis (6/4).

Menurut dia, daging kerbau beku nantinya akan dijual melalui jaringan Rumah Pangan Kita (RPK). Selain itu, Bulog juga bisa langsung menjualnya ke masyarakat. "Beberapa daerah yang sudah mengajukan permintaan di antaranya Banyumas dan Kudus. Kami mendatangkan bertahap. Kami lihat dulu hasilnya. Kalau memang bagus akan kami datangkan lagi," ujarnya.

Ia menilai, daging kerbau impor dalam bentuk beku akan dijual Rp 60 ribu per kg. Harga jauh lebih rendah dibandingkan harga daging kerbau di pasaran yang hampir sama dengan daging sapi di kisaran Rp 80 ribu-Rp 100 ribu per kg.

Meski lebih murah, dia menegaskan daging kerbau impor bukan untuk menekan harga daging sapi tetapi lebih sebagai alternatif bagi masyarakat.

"Kalau mereka ingin mengonsumsi daging dengan harga lebih murah bisa daging kerbau ini. Kalau dari sisi kualitas tetap terjamin karena pada proses importasi kami juga melewati Badan Karantina," katanya.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Jawa Tengah Agus Wariyanto mengatakan, sejauh ini populasi kerbau di Jawa Tengah mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Populasi kerbau di Jawa Tengah mencapai 65 ribu ekor. Pemotongan kerbau di Jawa Tengah satu tahun sebanyak 11.418 ekor," ujarnya.

Melihat surplus tersebut, Jawa Tengah tidak perlu mendatangkan daging kerbau dari luar provinsi bahkan luar negeri. Lima daerah dengan populasi kerbau tertinggi di Kabupaten Pemalang 8.000 ekor, Brebes 7.700 ekor, Magelang 6.000 ekor, Tegal 5.000 ekor, dan Jepara 4.000 ekor.

Lima daerah dengan tingkat penyembelihan tertinggi di Cilacap 3.482 ekor, Demak 2.283 ekor, Pemalang 1.599 ekor, Jepara 1.500 ekor, dan Grobogan 701 ekor.

loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:05

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.