Inilah Gatotkaca, Sapi Belgian Blue Yang Lahir Di Indonesia

Posted by

Loading...
Sapi Biru Belgia atau Belgian Blue Cattle lahir di Balai Embrio Ternak Cipelang (BET Cipelang) Bogor.
Kementerian Pertanian akan menambah anggaran menjadi Rp 100 miliar pada tahun 2018 untuk mengembangbiakkan sapi jenis Gatotkaca. Anggaran tersebut naik lima kali lipat dibandingkan tahun ini yang sebesar Rp 20 miliar.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan, penambahan anggaran ini karena pemerintah puas dengan program uji coba sapi Gatotkaca.

Dilansir dari kumparan (kumparan.com), Sabtu (17/6), sapi Gatotkaca tersebut berasal dari Belgia dan telah mampu dilahirkan di Indonesia. Sapi Biru Belgia atau Belgian Blue Cattle lahir di Balai Embrio Ternak Cipelang (BET Cipelang) Bogor. Sapi yang lahir dari Inseminasi Buatan dengan Indukan FH, Limousin, dan Simmental dapat lahir sejumlah 6 ekor.

Embrio transfer dengan donor dari sapi Belgian Blue mampu lahir dengan bobot 62,5 kg. Bobot itu setara sapi keturunan Simental umur 2 bulan.


Sapi Gatot Kaca. (Foto: ditjennak.pertanian.go.id)

Sapi tersebut dinamakan Gatotkaca karena diharapkan mampu seperti Gatotkaca yang kuat, gagah dan besar. Keberhasilan ini merupakan salah satu wujud pemerintah dalam swasembada daging.

Sapi transfer embrio dibawa langsung dari Belgia ke Indonesia dengan indukan Simmental. Keberhasilan teknik transfer embrio sapi Belgian Blue merupakan keberhasilan pertama teknologi embrio transfer yang ada d

i Asia Tenggara.

Sapi Belgian Blue merupakan sapi pedaging yang kekar dan berotot. Sapi ini mampu menghasilkan daging hingga 10 kali lipat dari sapi lokal.

Sapi Belgian Blue merupakan sapi berotot pertama di dunia, merupakan persilangan dari Shorthorn dan Charolais yang dikembangkan peternak Belgia.

Sapi Gatotkaca ini memiliki bobot 1,5-2 ton, jauh di atas Limousin yang mampu 600-800 kg dalam 2 tahun. Sapi ini memliki otot besar dan kuat.

Kulit yang dimiliki sapi Belgian Blue tipis dan sedikit lemak. Sapi ini bisa menghasilkan karkas 73-80 persen dari total bobot tubuhnya, lebih besar dari karkas sapi lokal yang dihasilkan hanya 47-50 persen.


Sukses dengan Gatot Kaca, RI Geber Kembangkan Sapi Belgian Blue


Foto Sapi Belgian Blue Gatot Kaca (Okezone)

Kementerian Pertanian (Kementan) mencanangkan 1.000 ekor sapi jenis Belgian Blue pada 2018 mendatang. Sapi unggulan tersebut diharapkan menjadi salah satu solusi kekurangan daging di dalam negeri.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan pencangan 1.000 sapi Belgian Blue tersebut akan dilakukan di Balai Embrio Ternak (BET) Kementan Cipelang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.



Untuk memproduksi 1.000 ekor sapi Belgian Blue Kementan menganggarkan Rp20 miliar. Bila hal tersebut tercapai dalam waktu satu tahun. Maka Kementan kembali menganggarkan dana Rp100 miliar di tahun berikutnya.

"Saya yakin BET mampu, karena saat ini kita sudah memproduksi sekitar 1,4 juta kelahiran melalui inseminasi buatan, tahun ini target naik jadi 3 juta," kata Amran saat mengunjungi BET Cipelang, Bogor, Jumat (16/6/2017) kemarin.

Amran mengapresiasi keberhasilan BET memproduksi Belgian Blue melalui teknologi transfer embrio (TE) dan IB atau persilangan. Keberhasilan tersebut akan menjadi harapan bagi terwujudnya swasembada daging sapi di Indonesia.

Dalam kunjungannya, Amran juga kagum melihat sapi hasil pengembangan BET jenis Belgian Blue yang diberi nama Gatot Kaca. Sapi yang baru berusia 4 bulan dengan bobot berat 141 kilogram (kg).

"Ini sapi silangan Belgian Blue yang pertama di Asia Tenggara namanya Gatot Kaca. Sapi seperti inilah yang nantinya akan kita perbanyak jumlahnya untuk swasembada daging," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Produksi Embrio, Muhammad Imron mengaku optimistis dengan harapan Menteri Pertanian untuk memproduksi 1.000 ekor Belgian Blue. Menurutnya Saat ini BET sendiri tengah mengambangkan 24 ekor jenis Belgian Blue.

"Tetapi ini perlu persiapan khusus, karena Belgian Blue ini jenis eksotis dari Belgia, dan untuk sapi donornya harus ada syarat khusus, mengingat jenis ini memiliki bobot sangat besar," katanya.

Imron menambahkan, proses produksi Belgian Blue melalui beberapa kali percobaan. Untuk transfer embrio dilakukan sebanyak 13 kali, yang bunting hanya dua ekor, dan melahirkan hanya satu ekor sapi Belgian Blue murni dengan sekitar bobot 62,5 kg.

"Sapi itu diberi nama Gatot Kaca, sesuai postur tubuhnya yang baru lahir ukurannya tiga kali lipat sapi ukuran normal. Jika umur tiga tahun sapi biasa hanya sekitar 300 kg, kalau Gatot Kaca ini bisa 2 ton" paparnya.

Untuk metode Inseminasi Buatan (IB) atau kawin silang, menggunakan sperma dari Belgian Blue dan indukan sapi Indonesia jenis Limusin, FH dan Simmental dilakukan 62 kali percobaan dan hanya 17 yang bunting. Lahir 12, sisanya lima keguguran, 17 belum di PKB (pemeriksaan kebuntingan).

Dari 12 lahir, dua ekor mati, sisanya tujuh ekor masih hidup. "Dari 17 sapi bunting tersebut, lahir 12 ekor anak sapi, dua diantaranya mati, dan sisanya masih hidup dengan bobot 45 kg," jelasnya.

Rencananya, sapi jenis Belgian Blue dari IB ini akan dikawin silangkan kembali dengan sperma Belgian Blue lainnya, hinga mendapatkan jenis Belgian Blue Indonesia yang getiknya 75%.

Keberhasilan BET Cipelang memproduksi Belgian Blue juga pernah diapresiasi oleh Duta Besar Belgia untuk Indonesia, Patrick Hermann yang sempat mengunjungi BET bulan Maret 2017 lalu.

Saat ini akan lahir lagi satu Belgian Blue melalui transfer embrio yang diprediksi akan lahir dua bulan setelah Idul Fitri. Sapi Belgian Blue yang lahir melalui transfer embrio seperti Gatot Kaca akan menjadi indukan bagi pembudidaya.

Sapi Belgian Blue Jantan (Bull) (foto:google images)

Sumber:
www.kumparan.com
www.okezone.com

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 01:02

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.