Benarkah Uang RI Baru Tidak Laku Di Luar Negeri Gara-gara Ttd Menkeu?

Posted by

Loading...
Waspadai isu menyesatkan yang menyatakan uang baru RI tidak berlaku diluar negeri karena yang tanda tangan menkeu. Silahkan baca tulisan seorang netizen dibawah ini semoga bisa jadi pencerahan.

Uang Baru dan Tanda Tangan Menteri Keuangan Serta Isu Keabsahan Uang Baru di Luar Negeri

Ada yang bikin isyu (dan herannya dipercaya dan direshare) seolah uang baru Indonesia itu gak laku di luar negeri karena yang tandatangan Menteri Keuangan RI, bukan Gubernur BI. Seperti biasa, orang yang tidak mau nyari info cenderung jadi korban hoax. Mari kita lihat faktanya. 1. Tidak ada hubungannya antara tandatangan Menkeu dan duit tidak laku di luar negeri. Dollar AS juga ditandatangani gubernur bank sentral dan Menteri Keuangan.

Dari dulu memang uang kita tidak laku di semua negara. Ya lumrah aja. Ruppee Pakistan juga tidak laku di semua negara. Paling juga bisa ditukar di beberapa money changer di beberapa negara.

Saya tahu di pasar Ben Than Ho Chi Minh City, rupiah laku. Banyak pedagang asal Malaysia di sana. 2. Ada yang sok pintar mengatakan bahwa uang yang ditandatangani Menkeu gak laku karena dianggap gak ada kolateral (jaminan).

Pertama, di dunia ini uang yang beredar tidak ada jaminannya. Semua berdasar kepercayaan.

Kedua, kolateral itu hanya berlaku pada rezim Standar Emas, yang sudah tidak dianut dunia. Bank Sentral itu di bawah negara. Jadi gimana negara (diwakili Menkeu) tidak dipercaya?

3. Kenapa tiba-tiba nongol tandatangan Menkeu? Ya gak tiba-tiba sih. Sejak 17 Agustus 2014 tandatangan Menkeu udah muncul (mmmm siapa ya presidennya). Lho kok baru heboh sekarang? Kayak gambar 'paluarit' yang baru heboh 2017. Padahal udah lama ada.

4. Kenapa pula Menkeu ikutan tandatangan? Kementrian Keuangan itu otoritas fiskal, yang ikut bertanggung jawab terhadap peredaran uang. Apa salah ikut tandatangan? Kok jaman SBY diem?
Sumber status fb (screenshot)

Warning dari Bank Indonesia Tentang Informasi Menyesatkan di Medsos Terhadap Keabsahan Uang Baru RI di Luar Negeri


Bank Indonesia mengatakan informasi keliru yang beredar di media sosial mengenai keabsahan uang Negara Kesatuan Republik Indonesia tahun emisi 2016 dan legalitasnya di luar negeri, sebaiknya tidak disebarkan karena menyesatkan. Sebelumnya beredar informasi di media sosial tentang tanda tangan pemerintah di uang NKRI dan sulitnya menukar uang rupiah tahun emisi 2016 di luar negeri.

Mirza menjelaskan keberadaan tanda tangan Menteri Keuangan dalam uang NKRI tahun emisi 2016 merupakan amanat dari Undang-Undang Mata Uang Nomor 7 Tahun 2011. Dalam UU itu, di setiap uang rupiah NKRI harus ada tanda tangan Bank Indonesia dan pemerintah, yang dalam hal ini diwakilkan oleh Menteri Keuangan sebagai Bendahara Negara.

"Awalnya sebelum ada UU Mata Uang tahun 2011, rupiah hanya ditandatangani Dewan Gubernur BI. Namun setelah diterbitkan UU Mata Uang harus ada pemerintah yang diwakili bendahara negara yaitu Menteri Keuangan," kata Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara di Jakarta, Rabu (19/7).

Ke depannya, secara alamiah, setelah terjadi penarikan dan peredaran uang sesuai kegiatan operasi BI, maka uang rupiah yang beredar di Indonesia adalah uang rupiah NKRI. "Jadi jika ada yang mempersoalkan kenapa ada tanda tangan Menkeu, ya karena itu sudah sesuai amanat UU Mata Uang," ujar Mirza.

Terkait sulitnya menukar uang rupiah tahun emisi 2016 di luar negeri, Mirza mengatakan hal itu lebih karena ketersediaan pasokan di tempat penukaran uang (money changer) di luar negeri tersebut. Jika ada kejadian warga negara Indonesia di luar negeri sulit menukar rupiah di money changer luar negeri, hal itu, diduga Mirza, karena money changer di luar negeri tersebut memang tidak membutuhkan rupiah. "Sama saja dengan misalkan uang Argentina, uang Peru, uang Kanada, bisa tidak dituker ke money changer di Jakarta ? ya tidak bisa.. kenapa ? soalnya ya money changer tidak membutuhkan itu," kata dia.

"Masyarakat agar bertanya ke yang ahli, jangan mudah salin dan tempel informasi dan sebarkan isu yang kadar kebenarannya itu tidak sama sekali benar," kata Mirza.

Pernyataan Mirza tersebut untuk menanggapi pemberitaan di sebuah media massa nasional dan juga sebaran informasi di grup komunikasi instan WhatsApp yang menyebutkan bahwa uang rupiah baru sulit untuk ditukarkan di luar negeri, dan juga berbagai dugaan dari terdapatnya tanda tangan Menteri Keuangan di uang rupiah tahun emisi 2016.
Sumber : Antara

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 16:56

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.