Beda Antara Daging Kerbau dan Sapi, Nutrisi dan Fisiknya

Posted by

loading...

Cara Membedakan Daging Sapi Dan Kerbau, Serta Perbedaan Nutrisi Daging Kerbau dan Sapi

Didaerah tertentu seperti di Tana Toraja, daging kerbau sudah biasa dijadikan santapan mewah pada saat upacara adat. Bahkan seekor kerbau jenis tertentu yang biasa dipakai untuk upacara adat bisa dihargai sampai ratusan juta rupiah, bahkan ada yang pernah mencapi harga 1 milyar rupiah. Untuk masyarakat daerah tertentu mungkin daging kerbau kurang begitu familiar karena memang jarang dilakukan pemotongan kerbau. Jika di Kudus Jawa Tengah, daging kerbau bahkan lebih memasyarakat dibandingkan daging sapi dan ada masakan khas Kudus yang berupa soto daging kerbau.

Kebijakan pemerintah dalam membuka impor daging kerbau asal India menuai banyak protes. Tak hanya pedagang dan impotir, peternak sapi juga mempertanyakan kehigienisan, kehalalan hingga kesehatan hewan.




Hal ini dilakukan untuk menekan harga daging sapi yang masih berada sekitar Rp 100.000/kg. Sedangkan daging kerbau bisa dijual dengan 'harga miring' yaitu Rp 60.000/kg. Sebanyak 10.000 ton daging kerbau dari India telah dikirim secara bertahap masuk ke Indonesia pada akhir Juli 2016.

Jika diselidiki melalui kandungan gizinya, ternyata ada perbedaan antara daging sapi dan kerbau. Dalam 100 gram daging kerbau mengandung kalori sebesar 79 kkal, protein 18,7 gr, 0,5 gram lemak, 14 mg kalsium, dan 3,3 mg zat besi.

Sedangkan dalam 100 gram daging sapi mengandung kalori sebesar 201 kkal, protein 18,8 gr, lemak 14 gr, kalsium 11 mg dan 2,8 mg zat besi.

Jika di lihat, kandungan kalori serta lemak pada daging sapi lebih besar dibandingkan dengan kerbau. Sedangkan kandungan protein, kalsium dan zat besi hampir sama per 100 kg-nya.




Daging kerbau yang menjadi hasil ekspor utama di India ini sebenarnya kurang disukai di Asia, termasuk Indonesia karena teksturnya. Daging kerbau terkenal lebih keras sehingga membutuhkan proses pemasakan yang lebih lama.

Daging kerbau memiliki warna merah tua, seratnya lebih kasar dan tekstur dagingnya lebih liat dibandingkan daging sapi karena daging kerbau disembelih pada usia tua. Aromanya yang agak amis juga membutuhkan penggunaan rempah-rempah yang banyak.

Menurut SNI 3932:2008 tentang Mutu Karkas dan Daging Sapi, yang dimaksud dengan daging merupakan bagian otot skeletal dari karkas sapi yang aman, layak dan lazim dikonsumsi oleh manusia, dapat berupa daging segar, daging segar dingin, atau daging beku. Sedangkan menurut SNI 01- 3933-1995 tentang Karkas Kerbau, yang dimaksud dengan karkas kerbau adalah tubuh kerbau sehat yang telah disembelih, utuh atau dibelah membujur sepanjang tulang belakangnya, setelah dikuliti, isi perut dikeluarkan tanpa kepala, kaki bagian bawah dan alat kelamin kerbau jantan atau ambing kerbau betina yang telah melahirkan dipisahkan dengan/atau tanpa ekor.



Daging Kerbau dan Daging Sapi merupakan jenis daging merah (red meat) yang merupakan sumber protein hewani bermutu tinggi yang perlu dikonsumsi oleh masyarakat baik anak-anak, remaja maupun orang dewasa untuk memenuhi kebutuhan gizinya sehingga dapat tumbuh lebih sehat dan produktif. Secara penampilan fisik kedua jenis daging ini nampak mirip atau serupa namun apabila diperhatikan lagi secara seksama maka akan terlihat perbedaan yang amat jelas antara daging sapi dan daging kerbau.

Masyarakat kabupaten Lebak secara kultur lebih menyukai konsumsi daging kerbau dibandingkan dengan daging sapi, dalam setiap hari besar keagamaan umat Islam menu makanan yang berasal dari daging kerbau lebih mendominasi di masyarakat dibandingkan dengan menu masakan yang berasal dari daging sapi. Tekstur daging Kerbau yang lebih liat dan kasar membuat daging kerbau menjadi pilihan bagi masyakat kabupaten Lebak karena tidak mudah hancur ketika dilakukan proses pemasakan yang lama dan lebih tahan lama ketika dilakukan proses pemasakan berulang (“dihangatkan”).



Untuk dapat membedakan kedua jenis daging ini, dapat diperhatikan berdasarkan ciri-ciri fisiknya yaitu sebagai berikut :

1. Warna Daging
Daging sapi memiliki warna merah pucat, sedangkan daging kerbau memiliki warna merah pekat yang cenderung agak gelap.

2. Serat Daging
Daging Sapi memiliki serat yang lebih halus, sedangkan daging kerbau memiliki serat yang kasar dan terlihat jelas

3. Tekstur
Tekstur daging kerbau lebih liat dibandingkan dengan tekstur daging sapi yang lebih empuk.




Lemak Pada Daging Kerbau Lebih Tipis

Menurut Direktur Pengadaan Perum Bulog, Wahyu, padahal daging kerbau diam-diam memiliki keunggulan. Dari segi protein lebih unggul bila dibandingkan dengan protein yang didapat dalam daging sapi. Bahkan, menurut beberapa penelitian, lemak yang terdapat pada daging kerbau tidak sebanyak daging sapi.

"Bagi kami dari sisi protein sama dengan sapi. Tidak ada perbedaan sedikitpun antara daging sapi dengan kerbau. Bahkan menurut penelitian lemaknya kerbau lebih sedikit dibanding sapi. Itu artinya kerbau bagus dikonsumsi masyarakat," ucapnya kepada Okezone, di Jakarta.

Jika ada pihak yang menyebutkan daging kerbau tidak sehat ataupun tidak higienis, itu jelas salah. Wahyu meminta agar melihat masyarakat di beberapa wilayah Sumatera dan Pulau Jawa yang sudah sedari dulu mengonsumsi daging kerbau.

"Kalau kerbau dibilang tidak sehat, coba lihat Sumbar, Sumut, dan ada juga di beberapa wilayah Jawa, orang-orangnya senang makan daging kerbau. Justru di beberapa kota atau daerah makan kerbau itu istimewa," sebutnya.

Bahkan, pihaknya tidak sungkan-sungkan untuk mengajak awak media untuk makan bersama daging kerbau jika sudah datang pada akhir bulan ini. Tujuannya adalah untuk membuktikan bahwa daging kerbau rasanya tidak seburuk yang dibayangkan.

DAGING SAPI
Lebih Dekat Dengan Sapi, Kerbau dan Banteng

Sapi

Sapi (Bos taurus) adalah binatang memamah biak yang tergolong ke dalam genus Bos. Di beberapa daerah, sapi sering disebut sebagai lembu. Sapi mempunyai tanduk yang cukup pendek dengan kulit tubuh yang berwarna macam-macam. Sapi betina memiliki susu dalam ukuran yang sangat besar. Sebagai binatang ternak, sapi biasanya dimanfaatkan daging, susu, dan tenaganya untuk menarik gerobak. Pengecualian untuk sapi Bali, sebenarnya binatang ini bukanlah sapi melainkan banteng.

Kerbau

Kerbau (Bubalus bubalis) adalah hewan ternak yang berasal dari subfamilia yang sama dengan sapi, tetapi genusnya berbeda yaitu Bubalus. Daya tahan yang dimiliki oleh kerbau jauh lebih baik daripada sapi dan banteng karena tetap bisa bertahan hidup secara normal pada masa paceklik. Ukuran tanduk kerbau besar sekali hingga mencapai panjang 1 m serta tumbuh menjorok ke arah belakang. Manfaat kerbau bagi manusia antara lain pada daging, tenaga, kulit, dan susu untuk pembuatan keju Mozzarella.

Banteng

Banteng (Bos javanicus) adalah hewan pemamah biak yang masih termasuk dalam genus Bos. Tinggi banteng bisa mencapai 1,6 m, panjang 2,3 m, dan bobotnya sekitar 680-810 kg. Banteng jantan mempunyai kulit yang berwarna biru kehitaman sampai cokelat gelap, tanduk yang panjang melengkung ke atas, serta punuk di bagian pundaknya. Sedangkan banteng betina memiliki kulit yang warnanya cokelat kemerahan, ukuran tanduknya pendek yang mengarah ke dalam, dan tidak mempunyai punuk.

Perbedaan Antara Sapi, Kerbau dan Banteng
  • Berdasarkan klasifikasi ilmiah, sapi dan banteng sama-sama berasal dari genus Bos tetapi berbeda dalam sukunya. Sedangkan meskipun subfamilia kerbau masih sama dengan sapi dan banteng, namun kerbau mempunyai genus yang berbeda.
  • Ukuran tanduk yang paling terkecil dimiliki oleh sapi, kemudian banteng yang tanduknya cukup besar dan melengkung, serta tanduk kerbau berukuran jauh lebih besar bisa mencapai 1 m.
  • Dibandingkan dengan kerbau betina maupun banteng betina, sapi betina mempunyai susu yang berukuran jauh lebih besar.
  • Kerbau selalu memiliki kulit yang berwarna hitam kecokelatan, kecuali bila mengalami kelainan genetik. Sementara banteng mempunyai kulit berwarna putih pada bagian-bagian tertentu seperti kaki bagian bawah, pantat, punuk, mata, dan moncong. Berbeda halnya dengan sapi yang warnanya jauh lebih beraneka ragam mulai dari putih, hitam, merah, cokelat, hingga perpaduan dari beberapa warna.
  • Salah satu kebiasaan kerbau yang berbeda dengan sapi dan banteng adalah kesukaannya berkubang di sungai, sawah, atau lumpur. Hal ini dikarenakan kerbau tidak memiliki ketahanan yang baik terhadap suhu udara yang panas.
  • Daging kerbau mempunyai kelir yang lebih cerah dibandingkan dengan daging sapi. Tekstur yang dimilikinya pun lebih alot karena pola seratnya cukup rapat. Itulah kenapa, daging kerbau kurang diminati di pasaran.
  • Dari segi produk susu yang dihasilkan, susu kerbau jauh lebih banyak mengandung lemak ketimbang susu sapi. Susu kerbau bisanya digunakan sebagai bahan baku dalam pembuatan keju mozzarrela serta dadiah, makanan khas dari Minangkabau. 


Sumber:
  • Detik.com
  • Okezone.com
  • Badan Standarisasi Nasional. 1995. SNI 01- 3933-1995 Karkas Kerbau. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
  • Badan Standarisasi Nasional. 2008. SNI 3932:2008 tentang Mutu Karkas dan Daging Sapi. Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.
  • http://farof.blogspot.co.id

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 18:59

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.