Antara Penggerebekan Pabrik Beras dan Harga Gabah Petani

Posted by

loading...

loading...

Petani Tidak Boleh Jual Gabah Lebih Tinggi dari Harga Pemerintah?
.
Minggu ini sedang dihebohkan dengan pemberitaan penggerebekan pabrik beras oleh kepolisian. Berita pun bermacam-macam mengulasnya.
.
1. Ada yang mengatakan, karena pabrik tersebut membeli gabah ke petani di atas harga aturan pemerintah, yaitu Rp4.900,00 per kg, sedangkan pemerintah menetapkan GKP kadar air 20% Rp3.9000,00. Akibatnya petani lebih suka menjualnya ke perusahaan PT. IBU tersebut, yang kemudian disebutkan polisi ini mengganggu perusahaan lain tidak dapat membeli gabah dari petani.
.
2. Ada yang memberitakan kalau pabrik beras tersebut telah melakukan penipuan dengan membeli padi non premium (IR64) lalu dijual dengan harga premium
.
3. Ada berita yang langsung mengaitkan keterlibatan mantan menteri pertanian kabinet lalu dan mengaitkannya dengan parpol Islam. Dengan framing disinyalir perusahaan dengan komisaris mantan menteri tersebut adalah mafia beras.
.
4. Ada pula info yang mengatakan, perusahaan ini membeli beras-beras dari lokal, dan dalam rencana scale up beberapa pabriknya, yang terendus oleh “mafia beras impor”. Lalu terjadilah kegaduhan berita penggerebekan pabrik beras ini.
.
Entahlah, saya sendiri tidak terlalu dipusingkan dengan persoalan pabrik tersebut. Yang menjadi konsentrasi saya adalah, mengapa petani tidak boleh menjual gabahnya dengan harga diatas aturan pemerintah?
.
Lalu ada pendapat yang mengatakan, beras memang sangat sensitif (terutama untuk kalangan bawah). Naik Rp50,00 saja sudah bisa membuat kegaduhan. Maka wajar kalau pemerintah tegas dalam mengatur harga beras yang saat ini hampir telah menggantikan makanan pokok seluruh rakyat Indonesia. Padahal dulunya, beras bukanlah makanan pokok seluruh rakyat Indonesia, ada yang makan sagu, jagung, dll.
.
Mari kita coba hitung berapa pendapatan petani padi. BPS 2015 menghitung biaya tanam padi sekitar Rp12,5 juta per musim tanam per hektar.
Target produktivitas padi Jawa Barat sekitar 6 ton gabah basah. Kadar air 20% menjadi 4,8 ton GKP.
HPP pemerintah tahun 2017, GKP kadar air 20%: Rp3.900,00, maka hasil 4,8 ton GKP menghasilkan Rp18.720.000,00.
Maka selisih penjualan gabah dikurangi biaya produksi = Rp18.720.000,00 - Rp12.500.000,00 = Rp6.220.000,00 per hektar per musim tanam.
Musim tanam padi rata-rata 4 bulan, maka pendapatan petani per ha adalah Rp6.220.000,00 dibagi 4 bulan = Rp 1.555.000 per bulan.
Jika bayar listrik per bulan Rp300,000,00 maka sisanya tinggal Rp1,2juta.
Itu kalau sawah sendiri, kalau sawahnya paroan dengan pemilik sawah?
Maka pantaslah kalau seorang pejabat mengatakan mendingan mendirikan pabrik sepatu daripada pertanian. Mendirikan pabrik sepatu adalah prestasi yang luar biasa dibandingkan mensejahterakan petani.
.
Pemerintah mengatakan, bahwa harga beras tidak boleh mahal, karena rakyat bawah tidak bisa membeli beras mahal. Lalu dengan kebijakan tersebut, maka petani sawahlah yang “dikorbankan”, dilarang menjual mahal. Maka, petani pun kapok tanam padi, jual sawahnya, dan jadilah pabrik sepatu. Kita lupa, bahwa, semua produk pangan bisa dijadikan High Value Agriculture.
.
Padahal, menurut saya, mengapa pemerintah tidak membeli gabah dari petani dengan harga yang mensejahterakan petani? Kemudian menjualnya kepada rakyat kecil dengan harga subsidi. Tentu saja yang berhak mendapatkannya didata dengan benar. Kalau pun kemudian pendataan tidak benar, subsidi salah sasaran, maka tidaklah elok kalau itu dibebankan kepada petani sawah. Saya pernah melihat ada program ATM beras, yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin, kerjasama suatu lembaga dengan lembaga zakat/sedekah. Bukankah ini bisa diterapkan? Misalnya ATM berasnya dipasang disetiap desa, bekerjasama dengan PT. POS yang jangkauannya ke seluruh kecamatan di Indonesia.
.
Petani, lagi-lagi, diminta kebesaran hatinya untuk “berkorban” demi bangsa dan negara ini. Sedangkan, apa pengorbanan kita, pengorbanan pejabat-pejabat, bagi bangsa ini?
.
Salam, Kang Eep
Swadaya Petani Indonesia.

Sumber status fb (screenshot)

loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:31

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.