loading...

Kandang Untuk Sapi Perah Dara dan Pedet

Posted by

loading...
TIPE KANDANG DAN MACAM-MACAM PERALATAN YANG DIBUTUHKAN DALAM PEMELIHARAAN TERNAK SAPI PERAH PEDET DAN DARA 
Kandang, Faktor Penting Dalam Usaha Peternakan Sapi Perah. Keberhasilan dalam pemeliharan ternak sapi perah baik itu pada sapi pedet dan dara salah satunya ditentukan oleh ketersediaan kandang yang memenuhi persyaratan. Sapi pedet dan dara sangat sensitip terhadap pengaruh lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti perubahan cuaca panas dan dingin yang terjadi secara tiba-tiba. Agar memberi kemudahan bagi peternak dalam pengelolaannya , maka dalam membangun kandang untuk ternak sapi perah pedet dan dara harus memperhatikan beberapa hal diantaranya: mudah transportasi, dekat sumber air, jauh dari pemukiman penduduk, dekat dengan sumber pakan, bebas dari genangan air, cukup mendapatkan sinar matahari dan ada ijin.
Beberapa peralatan kandang yang harus dipenuhi pada saat pemeliharan ternak sapi perah pedet dan dara diantaranya : a) Skop. Alat untuk mengambil atau membuang kotoran, disamping itu dapat dipergunakan untuk mengaduk atau mencampur pakan. b) Sapu. Alat kandang yang dipergunakan untuk membersihkan kandang dan lingkungan di sekitar kandang. c) Ember. Alat untuk membawa atau mengangkat air, susu, makanan penguat, untuk memandikan ternak dan lain-lain. d) Sikat. Alat untuk menggosok badan ternak pada saat ternak dimandikan, dan untuk menggosok atau membersihkan lantai kandang. e) Gerobak dorong. Alat untuk mengangkut pakan konsentrat, kotoran atau limbah padat seperti (sampah, sisa-sisa rumput). f)Parang dan sabit. Alat untuk memotong dan mencincang hijauan pakan. g) Tali. Alat untuk mengikat ternak sapi.


Yang dimaksud dengan sapi perah pedet adalah anak sapi yang baru lahir sampai berumur kurang lebih 8 bulan. Sapi perah pedet yang baru lahir memerlukan perawatan yang khusus, yang meliputi: ketekunan, ketelian dan keseriusan dalam segala hal apabila dibandingkan dengan pemeliharaan sapi perah dewasa. Pemeliharaan sapi perah pedet mulai dari lahir hingga disapih merupakan bagian penting dalam kelangsungan usaha bidang peternakan sapi perah. Kesalahan pada saat perawatan/pemeliharaan pada usia pedet muda yaitu umur kurang dari sebulan dapat menyebabkan kematian .

Keberhasilan dalam pemeliharan ternak sapi perah baik itu pada sapi pedet dan dara salah satunya ditentukan oleh ketersediaan kandang yang memenuhi persyaratan. Sapi pedet dan dara sangat sensitip terhadap pengaruh lingkungan yang tidak menguntungkan, seperti perubahan cuaca panas dan dingin yang terjadi secara tiba-tiba. Indonesia negara kita ini termasuk daerah tropis perbedaan kelembaban dan suhu udara antara siang dan malam hari tidak begitu nyata. Begitu juga keadaan musim kemarau dan musim hujannya.

Maka dari itu kandang yang akan dipergunakan untuk pemeliharaan ternak sapi perah baik itu pedet maupun dara sebaiknya disesuaikan dengan kondisi iklim yang ada. Suhu dan kelembaban dalam kandang harus diusahakan agar tetap rendah, sehingga sapi perah pedet dan dara tersebut tidak mengalami stres.

Fungsi kandang antara lain:

· Merupakan tempat tinggal ternak dan tempat bekerja pemelihara/peternak yang mengurus ternak setiap hari.

· Merupakan tempat perlindungan ternak yang memberikan keamanan dan kenyamaan bagi ternak, dari gangguan binatang buas dan gangguan alam, misalnya angin kencang, terik matahari, air hujan suhu dingin di malam hari dan lain-lain.

· Merupakan tempat untuk istirahat setelah melakukan aktifitas sehari –hari

· Memudahkan peternak dalam melakukan pengawasan kesehatan

· Memudahkan tatalaksana pemeliharaan seperti; pemberian pakan dan minum, penanganan kotoran, dan penangan kesehatan

Persyaratan Kandang Untuk Sapi Perah Pedet Dan Dara

Adapun tujuan dari pembuatan kandang untuk ternak sapi perah pedet dan dara adalah untuk memudahkan peternak dalam pengelolaannya, baik untuk pemberian pakan, pemberian minum dan penjagaan kesehatannya. Agar memberi kemudahan bagi peternak dalam pengelolaannya , maka dalam membangun kandang untuk ternak sapi perah pedet dan dara harus memperhatikan beberapa hal diantaranya:

1) Transportasi Mudah

Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan jalan atau mudah dijangkau alat transportasi, karena akan mempermudah pada saat pengangkutan baik itu sarana produksi seperti pakan, obat-obatan maupun untuk memasarkan hasil ternaknya.

2) Dekat Sumber Air

Air merupakan keperluan yang sangat vital bagi usaha peternakan sapi perah. Baik itu untuk keperluan minum bagi ternak, memandikan ternak, membersihkan kandang dan peralatan atau sanitasi kandang, untuk menyiram atau mengairi tanaman hijauan pakan ternak dan lain sebagainya. Oleh karena itu apabila ingin membangun kandang, sebaiknya letaknya tidak jauh dari sumber air. Karena air sangat menentukan keberhasilan dalam usaha peternakan baik itu sapi perah pedet, dara mapun dewasa. Tanpa adanya air maka usaha peternakan tidak mungkin berhasil dengan baik.

3) Jauh dari Pemukiman Penduduk

Lokasi kandang ternak sapi perah sebaiknya jauh dari pemukiman penduduk, karena apabila kandang ternak sapi perah dibangun dekat dengan pemukiman penduduk dapat menimbulkan masalah sosial yang berhubungan dengan masyarakat. Seperti bau yang tidak enak atau terjadi pencemaran lingkungan. Lokasi yang ideal untuk membangun kandang sapi perah pedet dan dara walaupun sudah dijelaskan di atas jauh dari pemukiman penduduk , namun jarak untuk kandang dengan rumah tinggal minimal 10 meter.

4) Dekat dengan Sumber Pakan

Hampir sebagian besar atau (70-80 %) pengeluaran anggaran biaya dalam usaha peternakan sapi perah di pergunakan untuk membeli pakan. Dengan mengacu hal tersebut diatas, maka dalam membangun kandang ternak sapi perah alangkah baiknya dekat dengan sumber pakan. Sumber makanan tersebut bisa berupa hijauan pakan ternak seperti rumput-rumputan, jerami padi, tebon jagung, pucuk daun tebu, leguminosa (kacang-kacangan seperti lamtoro, turi, petai cina, gliricidae dan dedaunan). Selain hijauan pakan ternak, makanan tersebut bisa berupa konsentrat. Konsentrat adalah pakan ternak yang terbuat dari berbagai bahan pakan berupa : dedak, jagung, bungkil kedelai, bungkil kacang tanah, onggok, polar, tetes, bungkil biji kapuk (klenteng), kulit biji kopi, dan lain sebagainya.

5) Bebas dari Genangan Air

Air yang menggenang disekitar kandang sapi perah pedet dan dara, apabila tidak ditangani dengan baik, maka dapat merupakan tempat berkembangnya bibit penyakit. Bibit penyakit akan tumbuh dan berkembang dengan cepat di tempat dimana air dalam keadaan menggenang.Terlebih-lebih apabila suhu dan kelembaban sangat mendukung untuk tumbuh dan perkembangan bibit penyakit tersebut.

Oleh karena itu apabila akan membangun kandang sapi perah, pilih tempat atau lahan yang letaknya lebih tinggi dari sekitarnya. Dengan tempat atau lahan yang lebih tinggi dari sekitarnya dengan harapkan apabila ada hujan atau air limbah dari kandang, tidak menggenang disekitar kandang.

6) Konstruksi

Kandang sapi perah yang akan dibangun baik itu untuk sapi pedet maupun dara harus kuat. Bahan baku kandang terbuat dari bahan yang mempunyai nilai ekonomis mudah diperoleh dan harga bahan murah.

a) Lantai Kandang

Lantai kandang hendaknya dibuat cukup kuat dan dibuat sedemikian rupa sehingga mudah dalam pembersihannya, Disamping itu untuk lantai kandang ternak sapi perah dibuat miring kurang lebih 2 cm tiap 1 meter. Dengan tujuan agar air kencing, air bekas memandikan ternak, air bekas mencuci kandang, atau air lainnya yang ada di dalam kandang dapat mengalir keluar dengan mudah.

Syarat lantai kandang yang baik antara lain: tidak licin agar ternak tidak tergelincir, tidak becek atau tidak mudah lembab, keras (tahan terhadap injakan) dan tidak kasar (lantai yang kasar dapat mengakibatkan kulit ternak menjadi lecet). Sedangkan bahan-bahan untuk membuat lantai kandang untuk ternak sapi perah (ruminansia) antara lain: tanah yang dipadatkan, papan, semen untuk mengecor lantai kandang dan lain-lain. Untuk lantai kandang dari bahan papan dipilih papan dari kayu tertentu yang tahan air. Lantai kandang dari bahan papan disusun berjajar rapat, namun perlu juga dibuat sedemikian rupa sehingga ada celah-celah yang berfungsi untuk mempermudah air kencing dan kotoran jatuh kebawah atau ketanah

b) Dinding Kandang

Hal yang perlu diperhatikan pada konstruksi dinding kandang ternak sapi perah adalah di buat sedemikian rupa sehingga di dalam kandang terdapat udara yang segar dan dalam keadaan nyaman, cahaya matahari dapat masuk di dalam ruangan kandang, ternak yang ada di dalam kandang dapat dilihat dengan mudah.

Sedangkan bahan untuk dinding kandang dapat terbuat dari tembok, papan, kayu, bambu, dan lain sebagainya.

c) Atap Kandang

Atap kandang berfungsi untuk menghindarkan panas dan hujan. Atap kandang diusahakan dari bahan yang awet, memberi kehangatan bagi ternak pada waktu malam hari. Atap kandang dapat menggunakan genting, seng, asbes, rumbia, ilalang maupun ijuk. Gunakan bahan atap kandang yang harganya murah, mudah didapat, tahan lama, panas matahari dapat ditahan dengan baik, sehingga tidak langsung mempengaruhi panas ruangan kandang.

Apabila atap kandang dari bahan seng gunakanlah seng yang jenisnya bergelombang, begitu pula konstruksi kandang harus tinggi agar panas tidak langsung mempengaruhi ternak yang tinggal di dalamnya. Atap kandang dari bahan rumbia dan ilalang pemasangannya kurang praktis dan tidak tahan lama, sehingga jarang digunakan oleh peternak yang skala usaha besar.

7) Cukup mendapat sinar matahari

Untuk menjaga kesehatan ternak sapi perah pedet dan dara kandang harus mendapatkan sinar matahari yang cukup, terlebih-lebih sinar matahari pagi. Karena sinar matahari pagi sangat baik untuk pertumbuhan dan perkembangan ternak sapi perah baik itu untuk pedet dan dara. Sinar matahari pagi banyak mengandung sinar lembayung (ultraviolet). Sinar matahari pagi dapat membantu proses pembentukan vitamin D, dapat membunuh bibit penyakit, dan dapat mempercepat pengeringan kandang yang basah akibat air kencing dan lainnya.

Disamping sinar matahari kandang ternak sapi perah juga harus cukup mendapatkan udara yang bersih. Kandang sapi perah tidak boleh tertutup rapat, agar sirkulasi udara di dalam kandang berjalan lancar. Untuk itu kandang sebaiknya dibangun membujur arah utara selatan, dan tidak mengganggu lingkungan.

8) Ada Ijin

Surat ijin mutak diperlukan bagi peternak sapi perah yang memiliki usaha yang berskala industri atau berskala usaha yang besar. Tanpa adannya ijin usaha, maka usaha peternakan sapi perah tersebut tidak mungkin dapat berjalan langgeng. Beberapa undang-undang dan peraturan pemerintah yang mengatur kegiatan usaha peternakan harus dipatuhi oleh semua peternak.

Demi berhasilnya usaha atau bertahannya usaha peternakan sapi perah dalam hal perijinan, maka perlu juga dipelajari dan dipahami terutama yang berkaitan dengan amdal (analisis mengenai dampak lingkungan), pelaksanaan otonomi daerah dan rencana tata ruang wilayah atau tata ruang kota dan lain-lain.

Ukuran kandang/Kebutuhan Kandang dan peralatan

Demi keberhasil dalam usaha pemeliharaan ternak sapi perah pedet dan dara Ukuran kandang sapi perah yang akan dibuat untuk proses pemeliharaan tergantung dari umur atau besar kecilnya sapi perah tersebut. Sedangkan ukuran kandang yang diperlukan untuk ternak sapi perah pedet atau anak sapi adalah, 1,5 x 1,0 meter per ekor, dengan tinggi atas kurang lebih 1,25 – 1,50 meter dari tanah. Dan untuk ternak sapi perah dara/dewasa 1,8 x 2 meter atau 2,25 x 1,5 meter.

Disamping ukuran kandang, ada beberapa peralatan kandang yang harus dipenuhi pada saat pemeliharan ternak sapi perah pedet dan dara diantaranya :

1) Skop. Peralatan ini dapat dipergunakan untuk mengambil atau membuang kotoran, baik kotoran sapi ataupun limbah padat yang ada di lingkungan sekitar kandang. Disamping itu peralatan ini juga dapat dipergunakan untuk mengaduk atau mencampur pakan kosentrat atau penguat.

2) Sapu. Adalah peralatan kandang yang dipergunakan untuk membersihkan kandang dan lingkungan di sekitar kandang, sapu ini disebaiknya yang dibuat dari lidi daun pohon aren atau daun pohon kelapa.

3) Ember. Peralatan dipergunakanuntuk membawa atau mengangkat air, susu, makanan penguat, untuk memandikan ternak dan lain-lain. Agar ember umur pakainya lama,, maka ember yang digunakan sebaiknya anti karat, seperti ember plastik.

4) Sikat. Peralatan yang dipergunakan untuk menggosok badan ternak pada saat ternak dimandikan, dan dapat juga dipergunakan untuk menggosok atau membersihkan lantai kandang. Sikat ini sebaiknya yang terbuat dari bahan ijuk.

5) Kereta dorong. Peralatan ini dapat dipergunakan untuk mengangkut pakan konsentrat, kotoran atau limbah padat seperti (sampah, sisa-sisa rumput) ke tempat pembuangan, tempat penampungan ataupun tempat penanganan limbah.

6) Parang dan sabit. Peralatan ini dipergunakanuntuk memotong dan mencincang hijauan makanan ternak, disamping itu dapat juga dipergunakan untuk membabat alang-alang atau semak-semak yang berada di lingkungan sekitar kandang.

7) Tali. Peralatan untuk mengikat ternak sapi perah ataupun untuk keperluan lainnya. Tali yang diipergunakan untuk pengikat sebaiknya tidak terlalu kecil, karena mudah putus, juga dapat melukai kulit ternak.

8) Chopper

Mesin ini berfungsi untuk memotong / mencacah rumput baik kering maupun basah. Panjang potongan dapat diatur dari 3 -10 cm, sesuai dengan kebutuhan ternak sapi perah yang di pelihara.

Selain peralatan kandang tersebut, masih ada peralatan pendukung lainnya yang sangat penting demi berhasilnya pemeliharaan sapi perah pedet dan dara, diantaranya:

1) Peralatan kesehatan seperti gunting kuku, rennet/pisau kuku, drencing gun (alat pencecok), trokar atau alat suntik. Gunting kuku dan renet digunakan untuk memotong kuku sapi perah. Sedangkan drencing gun digunakan untuk memberi obat cacing pada ternak sapi perah.

Peralatan kesehatan ini digunakan hanya pada saat-saat tertentu saja, tidak setiap hari. Namun peralatan ini sangat perlu, karena sangat menunjang demi keberhasilan dalam pemeliharaan ternak sapi perah.

2) Mixer

Mixer adalah mesin mencampur pakan ternak, dengan tujuan agar bahan pakan yang dicampur dapat homogen. Sehingga antara partikel satu dengan yang lain menjadi pakan yang siap pakai untuk konsumsi ternak. Pencampuran yang baik akan menghasilkan pakan yang homogen, pakan yang tercampur homogen akan menghasilkan konsumsi zat gizi yang seimbang dan memperkecil keragaman produksi ternak yang dipelihara.

3) Sarana Angkutan

Sarana angkutan ada bermacam-macam diantaranya : mini traktor, hand traktor,kendaraan roda dua dll.Jenis sarana angkutan berupa traktor biasanya dipergunakan untuk mengangkut sarana produksi baik pakan hijauan, pakan kosentrat maupun pupuk kandang di lingkungan dalam peternakan. Agar supaya sarana angkutan dapat dipergunakan secara optimal tanpa adanya gangguan atau kerusakan pada saat dipergunakan, maka sarana angkutan tersebut perlu dicek sebelum digunakan.

Adapun bagian-bagian yang dicek misalnya : sistem pendingin, oli mesin, gear box dan bahan bakar. Apabila bahan bakarnya kurang segera diisi.Seluruh bagian yang perlu pelumas dilumasi, saringan udara dicek dan dibersihkan sesuai petunjuk. Kondisi ban dan tekanan ban dicek untuk keamanan, batasan beban maksimum dalam proses pengangkutan yang ditetapkan pimpinan perusahaan harus ditaati dll.

Setelah sarana angkutan tersebut dicek dengan teliti sebelum digunakan, maka barulah alat atau sarana angkutan tersebut dioperasikan. Agar pada saat mengoperasikan alat atau sarana angkut tersebut berjalan dengan aman, maka pada saat mengoperasikan harus mematuhi aturan-aturan yang ada, misalnya : pada saat menjalankan kendaraan atau sarana angkut kecepatan jalannya tidak berlebihan, muatan tidak berlebihan, membersihkan setelah dipergunakan dan menyimpan atau memarkir ditempat yang aman. Hal yang tidak kalah penting, memperbaiki atau melaporkan kepada petugas maintenen apabila ada kerusakan-kerusakan setelah atau pada saat dipergunakan untuk mengangkut.

Model Atau Tipe Kandang Untuk Memelihara Sapi Perah Pedet Dan Dara

Sapi perah termasuk bangsa sapi yang mempunyai daya tahan terhadap panas sangat rendah, sehingga iklim di daerah untuk pemeliharaan sapi perah perlu dipertimbangkan.Cekaman panas dapat mempengaruhi suhu tubuh dan metabolisme, sehingga dapat menimbulkan terjadinya penimbunan panas dalam tubuh ternak. Penimbunan panas yang berlangsung terus-menerus akan membuat proses pernapasan tinggi sehingga kebutuhan oksigen untuk metabolisme juga tinggi. Suhu dan kelembaban udara di dalam kandang dapat juga mempengaruhi tingkat konsumsi pakan dan air. Kelembaban dapat pula mempengaruhi mekanisme pengaturan temperatur tubuh misalnya pengeluaran panas melalui keringat ataupun melalui respirasi akan lebih cepat. Pengaruh kelembaban ini penting diperhatikan khususnya di daerah tropis basah.

Kandang ternak sapi perah berdasarkan fungsi atau kegunaannya ada 2 macam tipe, yaitu tipe koloni dan individu.

1) Kandang Koloni

Kandang koloni adalah kandang yang hanya terdiri dari satu bangunan atau satu ruangan, tetapi digunakan untuk memelihara ternak secara berkelompok atau bersama-sama.

2) Kandang Individu /Tunggal

Kandang tunggal atau individu adalah kandang yang hanya terdiri satu ruangan atau bangunan dan didesain hanya digunakan untuk memelihara ternak satu ekor. Dengan mengacu pada hal tersebut diatas, maka model atau tipe kandang untuk memelihara ternak sapi perah pedet dan dara perlu dipertimbangkan.

Model atau tipe kandang yang akan dibangun dipengaruhi oleh beberapa hal antara lain :

a) Iklim

Negara kita Indonesia ini termasuk negara agraris beriklim tropis, maka sebagian besar petani peternak dalam membangun kandang dengan sistem terbuka, dinding kadang tidak penuh atau kandang tidak berdinding sama sekali. Unsur iklim yang dapat berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan sapi perah baik itu pedet maupun dara adalah: suhu, kelemban,curah hujan, angin, sinar matahari dll.

b) Umur Ternak

Kandang yang digunakan untuk memelihara ternak sapi perah pedet atau anak akan berbeda dengan sapi dara. Untuk sapi pedet atau anak pada umumnya ukuran kandangnya lebih kecil bila dibandingkan dengan sapi perah dara. Disamping ukuran mungkin dilihat dari konstruksi dinding kandangnya, kalau untuk anak mungkin perlu dinding yang agak rapat (tidak terbuka keseluruhan), hal ini bertujuan untuk menghindari cuaca yang dingin diwaktu malam hari.

c) Keadaan Ekonomi Peternak

Keadaan ekonomi peternak sangat mempengaruhi model atau tipe kandang yang akan dibangun. Bagi petani peternak yang bermodal besar biasanya membangun kandang secara permanen dan bangunannya moderen. Berbeda dengan petani peternak yang mempunyai modal kecil atau sedikit, mereka akan membangun kandang ternak yang sederhana dan semurah mungkin. Yang penting dilihat dari aspek kesehatannya masih memenuhi persyaratan.

Tipe kandang berdasarkan fungsi atau kegunaan dalam pemeliharaan ternak sapi perah pada umur pedet dan dara dapat dibedakan menjadi :

1) Kandang Pedet

Tujuan dari pembuatan kandang untuk anak sapi perah atau pedet adalah untuk memudahkan pada saat pemeliharaan, dan untuk memperkecil reksiko kematian. Setelah anak sapi dilahirkan sebaiknya sampai umur kurang lebih tiga hari pedet sebaiknya bersama dengan induknya. Dan ditempatkan pada kandang khusus agar anak sapi atau pedet mendapat kolustrum langsung dari kelenjar ambing induknya. Setelah tiga hari bersama induknya, kemudian anak sapi/pedet dapat ditempatkan di kandang individual (single box) sampai disapih sekitar 4 bulan. Kandang indivindu sering di sebut juga Box stall berbentuk panggung rendah yang terbuat dari kayu agar lebih hangat karena kehangatan diperlukan bagi kesehatan sapi.

Sanitasi kandang dan peralatan

Sanitasi adalah tindakan menjaga kebersihan kandang, peralatan dan lingkungan sekitarnya.Sanitasi kandang dan peralatan dilakukan selain untuk mencegah terjangkitnya penyakit baik dari virus, bakteri, parasit dan juga untuk mengurangi kemungkinan penularan penyakit. Sanitasi kandang dan peralatan dilakukan sebelum memulai pemeliharaan sapi perah, baik itu untuk sapi pedet maupun untuk sapi dara. Sanitasi kandang dan peralatan dilakukan dengan cara: membersihkan lingkungan di dalam kandang dan lingkungan di luar kandang. Sanitasi di luar kandang dilakuka dengan membabat semak-semak, menyapu dan mengumpulkannya di tempat yang aman, sehingga tidak mengganggu atau menimbulkan penyakit pada ternak, yang sedang dipelihara. Setelah lingkungan dibersihkan selanjutnya dilakukan pencucian kandang dengan air hingga bersih dan baru kemudian di semprot dengan desinfektan.

Bahan untuk Sanitasi Kandang dan Peralatan

Prinsip dari kegiatan sanitasi kandang dan peralatan adalah bersih secara fisik, bersih secara kimiawi (tidak mengandung bahan kimia yang membahayakan) dan bersih secara mikrobiologis. Adapun bahan untuk sanitasi harus mempunyai sifat antara lain sebagai berikut: membunuh mikroorganisme, mempunyai sifat membersihkan yang baik, larut dalam air, bau yang ditimbulkan dapat diterima, mudah digunakan, harga murah, mudah didapat dan lain-lain.

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam kegiatan sanitasi adalah : ruang dan alat yang akan disanitasi, metode yang akan digunakan, bahan atau zat kimia digunakan, harga bahan kimia yang akan digunakan, keterampilam pekerja dan lain-lain.

Ada beberapa bahan untuk sanitas kandang dan peralatan antara lain:

Tabel 1. Bahan untuk Sanitasi
N
 Bahan  SanitasI
 Kegunaan
1
Khlorin
Membunuh spora bakteri
2
Khlorin
Membunuh Salmonella
3
Sabun/deterjen
Untuk mencuci atau menghilangkan jasad renik.
4
Alkali :  larutan NaOH
Untuk mencuci dan untuk desinfeksi kandang
Sumber:selvianaaspbatch2kelasb.blogspot.co.id

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 23:07

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.