loading...

Vonis Untuk Penulis Buku Jokowi Undercover, Dibacakan Senin Ini

Posted by

loading...

loading...
loading...
Buku Kontroversial "Jokowi Undercover" menyeret penulisnya berhadapan dengan hukum dan siap dijatuhkan vonis oleh majelis hakim pada senin 29/05/2017. Bambang Tri Mulyono, penulis buku ‘Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri’, akan menghadapi sidang vonis di Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah, hari ini, Senin (29/5).

Bambang diketahui menulis buku tersebut untuk membongkar jati diri sang presiden. Pada bukunya, Bambang menyebut Jokowi memalsukan data saat mencalonkan diri menjadi presiden pada pemilu tahun 2014.

Bambang juga menulis, Jokowi memiliki hubungan dengan Partai Komunis Indonesia dan mengantongi dukungan masyarakat dengan menyebar kebohongan melalui media massa.

Polri sebelumnya menyebut Bambang sebagai pelaku tunggal dalam penulisan dan penerbitan buku tersebut. Saat ditetapkan sebagai tersangka pada akhir tahun 2016, penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum Polri menyebut Bambang menulis buku tanpa fakta dan hanya berdasar sangkaan pribadi.

Dalam sidang, Bambang dituntut empat tahun kurungan penjara karena dinilai melanggar Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 A ayat 2 UU 19/2016 atas perubahan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektroni (ITE) jo Pasal 64 ayat 1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Pada 16 Januari lalu, Presiden Joko Widodo menyatakan buku Jokowi Undercover tak perlu ditanggapi lebih lanjut karena ditulis tanpa data pendukung.

"Kalau data tak ilmiah, sumber tidak jelas, kenapa saya harus baca dan komentari?" kata Jokowi di Cilangkap.

Sementara itu kemarin, Istana Kepresidenan berharap majelis hakim PN Blora, menjatuhkan vonis bersalah kepada penulis Bambang. Vonis itu dianggap bakal memberi edukasi kepada seluruh masyarakat agar menulis didasari data yang teruji dan riset mendalam.

"Ini yang lebih penting sebetulnya adalah aspek edukasi dari pada punishment," kata Staf Ahli Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Ifdhal Kasim kepada CNNIndonesia.com, Minggu (28/5).

Ifdhal menyatakan, vonis tersebut sangat penting bagi Presiden, baik secara pribadi maupun posisi sebagai kepala negara. Vonis bersalah untuk Bambang akan menjadi klarifikasi yang memiliki legalitas hukum.

"Dengan putusan sidang itu akan memperjelas. Klarifikasi yang kuat secara hukum. Memiliki muatan hukum yang kuat karena orang yang menuliskan buku itu tidak dapat membuktikan apa yang dia tulis," tuturnya.

Ifdal tak menyoalkan berapa pun vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada warga Blora tersebut. Putusan bersalah kepada Bambang sudah cukup untuk menguatkan bahwa yang ditulis tidaklah benar.


Pihak Istana Kepresidenan berharap majelis hakim Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah menjatuhkan vonis bersalah kepada penulis buku 'Jokowi Undercover: Melacak Jejak Sang Pemalsu Jatidiri', Bambang Tri Mulyono.

Vonis bersalah itu tentu untuk memberikan edukasi kepada seluruh masyarakat, agar nantinya menulis buku berdasarkan dengan data yang teruji dan riset mendalam.

"Ini yang lebih penting sebetulnya adalah aspek edukasinya dari pada punishment," kata Staf Ahli Deputi V Kantor Staf Presiden (KSP) Ifdhal Kasim kepada CNNIndonesia.com, Minggu (28/5).

Bambang sebelumnya telah dituntut empat tahun kurungan penjara oleh tim Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Bambang dinilai telah melanggar Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45 A ayat (2) UU 19/2016 atas perubahan UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektroni (ITE) jo Pasal 64 ayat (1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Ifdhal menyatakan, vonis tersebut sangat penting bagi Presiden Joko Widodo, baik secara pribadi maupun posisinya sebagai kepala negara. Vonis bersalah untuk Bambang akan menjadi klarifikasi yang memiliki legalitas hukum.

"Dengan putusan sidang itu akan memperjelas. Klarifikasi yang kuat secara hukum. Memiliki muatan hukum yang kuat karena orang yang menuliskan buku itu tidak dapat membuktikan apa yang dia tulis," tuturnya.

Menurut Ifdal, pihaknya tak mempermasalahkan berapa pun nantinya vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada warga Blora tersebut. Ifdal menyebut, putusan bersalah kepada Bambang sudah cukup untuk menguatkan bahwa yang dirinya tulis tidak lah benar.

Ifdal menbahkan, vonis terhadap Bambang bakal menjadi pelajaran yang berharga bagi terdakwa secara pribadi maupun masyarakat pada umumnya.

"Akan jadi pelajaran semua orang. Menulis itu harus memiliki data. Dan data itu harus dikroscek kebenarannya, bukan kliping-kliping koran yang disusun secara logis. Tapi harus diteliti kebenarannya," tandasnya.

Untuk diketahui pembacaan vonis untuk Bambang bakal dilakukan pada Senin (29/5) di Pengadilan Negeri Blora, Jawa Tengah.

Bambang diketahui menulis buku ini untuk membongkar jati diri Jokowi. Pada bukunya, Bambang menyebut Jokowi memalsukan data saat mencalonkan diri menjadi presiden pada pemilu tahun 2014.

Bambang juga menulis, Jokowi memiliki hubungan dengan Partai Komunis Indonesia dan mengantongi dukungan masyarakat dengan menyebar kebohongan melalui media massa.

sumber cnnindonesia.com

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:08

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.