loading...

Panduan Cara Pemberian Pakan Layer

Posted by

loading...

MANAJEMEN PAKAN LAYER MODERN

Teori yang mengajarkan feed intake (F.I) layer harus banyak, 115 - 120 gram/ekor/hari atau bahkan lebih, menurut pendapat saya, itu sudah tidak relevan lagi. Itu teori konvensional. Secara tidak disadari oleh peternak, bisa menjerumuskan para peternak layer menjadi tinggi harga pokok produksi (HPP) telur tinggi (high cost).

Ingat, harga pakan dari waktu ke waktu akan semakin mahal karena meningkatnya populasi unggas akibat meningkatnya jumlah kebutuhan manusia. Di sisi pasokan bahan pakan kurang bisa mencukupi. Sementara harga telur selalu terlambat mengikuti naiknya biaya pakan karena keterbatasan daya beli masyarakat terhadap telur.

Makanya harus diganti dengan teori baru yang lebih modern, yaitu F.I layer sedikit saja, 105  - 108 gram/ekor/hari, tapi cukup. Kalau dengan F.I 105 - 108 gram/ekor/hari sudah cukup, "ngapain" mesti F.I banyak-banyak. Bukankah pelihara ayam petelur ini mau bisnis cari untung, bukan sekedar hobi.

Yang dimaksud dengan F.I sedikit bisa dikategorikan cukup, berlaku syarat dan ketentuan :

1. Bobot badan layer harus bisa sesuai standar strain dan sesuai umurnya. Kalau toh kurang, maksimum 2%. Maka, lakukan kontrol bobot badan secara rutin minimum tiap bulan. Pengambilan sample-nya menggunakan metode DIAGONAL RANDOM SAMPLING, cukup 2-5% dari populasi. Peranan bobot badan ayam layer ini seperti lokomotif kereta yang menarik gerbong nomor 2–7 di bawah ini;

2. Ayam sehat dan tidak kanibal sehingga angka deplesinya maksimum 0,20% per minggu atau maksimum 10,0% selama 61 minggu produksi dari umur 20 – 80 minggu, seperiode;

3. Dengan aplikasi "good management", keseragaman ayam minimum 85% dan nilai Co-efdisient of Variation (CV) maksimum 8%;

4. HD semua umur layer semua kelompok umur, rata-rata bisa memcapai standar 82 - 84%;

5. Bobot telur per butir semua umur layer bisa mencapai minimum 63,0 gram/butir;

6. Sehingga bobot telur (egg mass) semua umur layer bisa 51 - 52 kg per 1.000 ekor;

7. Tentu saja FCR semua umur layer bisa rata-rata 2,05 - 2,09. Hasilnya supaya biaya pakan dan harga pokok produksi (HPP) telur bisa lebih rendah.

Tidak ada yang tidak mungkin, tidak ada yang tidak bisa kalau kita berusaha dan belajar terus menerus serta jangan lupa berdoa terus, pasti bisa.

Hal ini baru menarik untuk didiskusikan. Jangan cuma mengeluh saja harga pakan mahal dan harga telur murah (di bawah HPP), lebih-lebih berharap ada bantuan pemerintah.

CARANYA
1. Buat lah pakan dengan kualitas setara “PERTAMAX TURBO RON-98" dengan harga masih dalam batas wajar. Kalau toh lebih mahal antara batasnya Rp 200,-/kg. Bukan hanya setara Premium. Tujuannya supaya irit pemakaian pakan.

Prinsipnya :
a) isi pakan harus dibuat dalam keadaan seimbang semua unsur-unsurnya (baca artikel : “11 Jurus Keseimbangan Formulasi Pakan Unggas”);

b) perlu penyesuaian isi-isinya dengan sedikitnya feed intake;

c) kadar air pakan mesti dibuat maksimum 12%;

d) dan, bila memungkinkan dibuat dalam bentuk crumble atau pelet. Ini sesuai dengan naluriah ayam bahwa ayam adalah pemakan biji-bijian. Pakan berbentuk bijian akan lebih disukai (palatable).

2. Wajib hukumnya menggunakan proses :
2.1. QUALITY BOOSTER, meningkatkan qualitas bahan baku pakan atau pakan jadi baik seluruhnya atau sebagian dengan fermentasi tertutup. Hasilnya kadar serat sangat kasar (SSK) lignin dan serat kasar (SK) selulosa dan hemi selulosa, turun. Total digestible nutrient (TDN) naik dan dapat bonus kadar protein naik 4-5%;

2.2. DIGESTIBLE BOOSTER, membantu meningkatkan kemampuan saluran cerna unggas untuk mencerna pakan. Daya cerna naik.

Yaitu pakai probiotika yang khusus untuk unggas dimana probiotika tsb bisa meningkatkan kualitas pakan dan meningkatkan kemampuan daya cerna saluran pencernaan ayam terhadap pakan.

Kerja probiotikanya bisa menghasilkan enzim yang lengkap :
> Amilolitik : yang bisa membantu memecah karbohidrat menjadi bentuk sederhana, mono sakarida (glukosa);

> Lipolitik : yang bisa membantu memecah lemak kasar menjadi lemak sederhana (asam lemak);

> Proteolitik : yang bisa membantu memecah protein kasar menjadi protein sederhana (asam amino);

> Selulolitik : yang bisa membantu memecah serat kasar menjadi karbohidrat sederhana (mono sakarida, disakarida);

> Lignolitik : yang bisa membantu memecah serat sangat kasar dan keras (lignine) menjadi karbohidrat sederhana dari polisakarida menjadi oligo-sakarida;

> Asidofilus : menghasilkan asam sehingga membantu meng-asamkan saluran cerna sampai di usus besar masih pada pH 5,5 (asam asetat, asam laktat dll). Baca artikel “Pemanfaatan Probiotika Untuk Meningkatkan Performans Produksi Unggas”.

3. Dengan penggunaan probiotika yang baik dan benar, maka di dalam pakan sudah tidak perlu pakai AGP (Antibiotic Growth Promotor). Di negara-negara maju, AGP sudah dilarang penggunaannya. Yang masih pakai AGP, itu lah salah satu ciri pakan dengan konsep konvensional.

4. Pemberian air minum yang memenuhi kriteria air sehat secara ad libitum dan wajib hukumnya pakai "nipple" supaya pakan yang tercecer bersama sisa air minum berkurang 2-3 gram/ekor/hari (lihat foto dan cerita “Teknik Pemasangan Instalasi Air Minum Pakai Nipple”). Temperatur air minum dibuat bersuhu 20 - 24° C. Ini temperatur air yang paling disukai oleh unggas;

5. Pencampuran pakan mesti menggunakan "mixer" horisontal agar homogenitas (keseragaman) bisa 94 - 95%;

6. Pemberian pakan menggunakan alat distribusi anti tercecer, baik yang manual berupa corong pakan atau pun yang otomatis atau semi otomatis (lihat foto "Alat distribusi pakan anti tercecer manual dan semi otomatis”);

7. Jatah pakan ditimbang berdasarkan kebutuhan per baris (bukan per kandang) supaya distribusinya lebih rata dan harus diratakan setiap 2 jam (07:00, 09:00, 11:00, 15:00 dan 16:30 waktu setempat);

8. Pemberian pakan 1 kali per hari pada sore pukul 15:00 waktu setempat dimana jumlahnya harus cukup untuk makan ayam sampai besuk siang pada pukul 12:00 waktu setempat, pas habis.
Kemudian dipuasakan selama 3 jam dari pukul 12:00 – 15:00 waktu setempat (baca artikael “Teknik Pemberian Pakan Pada Layer Di Daerah Tropis);

9. Penyinaran tambahan diberikan pada pukul 01:00 – 06:00 waktu setempat (baca atau lihat “Ligthing Programm Layer Di Daerah Tropis”);

10. Kandang yang terbuka mesti memenuhi kaidah tipe F.A.E (Futuristik, Aerodinamis, Ekonomis). Kandang terbuka tipe FAE bisa meredam panas di dalam 3-4° C dibanding temperatur di kuar kandang. Baca cerita dengan judul "Kandang Layer Terbuka Tipe F.A.E.

10. Berikan air minum untuk ayam yang memenuhi kriteria AIR SEHAT, secara ad libitum pakai nipple dengan debit 8 - 10 liter/menit dengan suhu 20-24° C. Itu suhu air minum yang disukai ayam. Bila suhu air minum 30° C, water intake mulai berkurang, maka feed intake juga berkurang. Bila suhu air minum 40° C, ayam tidak mau meminumnya, dan tidak mau makan.

Kalau masih belum percaya, silakan dicoba kasih minum ayam dengan suhu 40° C. Lihat apa yang terjadi.

Sumber status fb mukti abadi

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 03:10

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.