Sejarah Pemanfaatan Kulit, Struktur Kimia dan Lapisan Kulit Ternak

Posted by

loading...

Jenis-jenis Kulit Yang Bisa Dimanfaatkan Untuk Industri, Sejarah Penggunaan Kulit Sapi dan Jenis Ternak Lain


Dalam sejarahnya penggunaan kulit binatang sebagai bahan kerajinan, sudah digunakan sejak dahulu oleh nenek moyang kita, namun belum ditemukannya sumber yang pasti mengenai sejak kapan kulit dijadikan barang kerajinan, kalau dilihat dari fakta sejarah, dalam kehidupan zaman pra sejarah nenek moyang kita sudah menggunakan bahan kulit untuk menutupi bagian-bagian tubuh mereka, sehingga terhindar dari serangan cuaca.Meskipun dibuat dalam bentuk yang sederhana dan bahkan belum mengenai proses penyamakan, sehingga kulit yang digunakan adalah kulit mentah.Pada zaman sekarang kegunaan kulit boleh dikatakan sudah tidak asing lagi untuk kebutuhan sehari-hari seperti dibuat sepatu, tas, jaket dan baranguntuk hiasan souvenir dan lain sebagainya.dapat berburu lebih mudah dan dengan cepat dapat menjelajahi daerah-daerah yang amat luas.

Pemanfaatan kulit semakin berkembang, sehingga timbul keinginan untuk mempelajari bagaimana cara -cara pengolahan dan pemanfaatan kulit secara lebih luas. Barang-barang dari kulit sudah ditemukan di Mesir berumur lebih kurang 33 abad, dan bangsa Arab Kuno telah memanfaatkan kulit sebagai perlengkapan sehari-hari. Bahkan, resep penyamakannya sudah digunakan berabad-abad dan turun-temurun sampai sekarang. Kulit mula-mula diberi tepung dan garam selama tiga hari, kemudian tangkai dari pohon Gholga ditumbuk dengan batu dan direndam dalam air.

Kemudian kulit bagian dalam diberi air rendaman tadi selama sehari dan ini diulang beberapa kali. Bangsa Arab adalah bangsa yang mempunyai imajinasi yang kuat, terkenal sebagai pembuat pelana yang indah. Demikian juga bangsa Yahudi mengatakan mereka sebagai penemu pertama bahan-bahan penyamak, dan cara penyamakan yang sama baik dengan penyamakan modern di Amerika.

Cara-cara kuno lainnya ialah proses Shamoying, dalam proses ini pori-pori dibuka dengan pencucian yang berulang-ulang, kemudian memasukkan minyak pada pori-pori kulit (penggemukan) dan pementangan pada frime. Kul it yang empuk (lemas) disebut shamoy dan seluruh pakaian kulit pada abad itu terbuat dari kulit shamoy.

Bangsa Yunani meletakkan penyamakan kulit di luar dinding tembok kota, kulit yang basah dibuka dan dibentangkan di tanah agar diinjak-injak orang, dengan tujuan agar kulit menjadi lemas. Bangsa-bangsa Yunani, Romawi dan Mesir penyamakannya semua menggunakan air kapur untuk menghilangkan bulu dari kulit. Mereka telah menggunakan pisau pembersih dan balok sebagai kelengkapan kerja, serta penggunaan getah pe nyamak dalam penyamakan kulit, kulit dilipat dengan ditaburi bubukan kulit pohon di dalamnya, kadang -kadang akar dan buah bermacam-macam ditambahkan, kemudian kulit diletakkan di "ickle" beberapa bulan.

Di negara-negara beriklim dingin kulit merupakan bara ng yang sangat vital terutama sebagai bahan pakaian untuk melindungi tubuh dari cuaca dingin. Pada zaman modern sekarang digunakan untuk pembuatan jas dan jaket, pada prinsipnya adalah adaptasi dari pakaian zaman dahulu. Memori-memori yang diketemukan, bangsa Yunani kuno telah menggunakan kulit secara meluasuntuk baju, sepatu, hem, celana dan sebagainya. Demikian juga bangsa Anglo Sakson telah menggunakan dengan dekorasi dari bahan logam. Marcopolo penjelajah yang terkenal dari Venesia pada abad ke 13 adalah orang Eropa yang pertama kali menerobos sampai ke benua Asia yaitu sampai di Tiongkok dan Mongolia.

Pada jaman dahulu diceritakan bahwa serdadu-serdadu Kubilai Khan kerajaan Tartar dan China yang terbesar menggunakan pakaian dari kulit (baju besi). Ketika Marcopolo mengunjungi India ia menemukan penutup bet dibuat dari kulit yang ben/varna merah dan biru serta disulam dengan logam dan emas. Ketika bangsa Arab dan Moors menaklukkan Spanyol mereka memperkenalkan ke Eropa kerajinan kulit berupa pelana pad a abad ke 15.

Pelana Arab mempunyai ornament yang indah dan waktu terjadi kolonialisasi di Amerika Selatan dan Mexico seni ini dikembangkan disana oleh orang Spanyol. Pada 3 abad pertengahan industri-industri mulai diorganisir demikian juga industry kerajinan kulit. Di Perancis tahun 1397 didirikan industri kulit dan diawasi oleh gereja, sedangkan di Inggris industri kulit mulai dikembangkan.

Cordova adalah pusat industri dan perdagangan kulit di Spanyol dan nama Cordovan diberikan pada kulit yang digunakan oleh orang Moors dan Arab populer sampai sekarang.Selama abad pertengahan penggunaan kulit semakin meluas dan orang-orang Mesir, Yahudi menggunakan kulit untuk menulis berbagai buku dimana diberi dekorasi dengan logam emas, dan warna yang indah. Buku-buku ditulis dan diberi ilustrasi dengan tangan, pembuatannya memerlukan proses yang lama maka harus dipilih dari bahan-bahan yang memenuhi syarat, dan pilihan itu jatuh pada kulit. Pada waktu di Amerika diketemukan, orang -orang Indian telah mengalami bermacam-macam cara penyamakan. Mereka menggunakan kulit untuk bermacam-macam keperluan yaitu untuk pakaian, sampan, tenda dan sebagainya.

Barang-barang dari kulit yang dibuat orang Indian terkenal dengan "buchskintan" yang sangat empuk dan tidak tembus air. Wanita -wanita India sangat ahli dalam pembuatan pakaian dari kulit. Sampai pada akhir abad ke 18 tak ada seorangpun yang membuat studi tentang proses penyamakan, hanya sebuah buku menguraikan penyamakan kulit dengan buku dihilangkan dan diberi bahan penyamak dar i tumbuh-tumbuhan.


Sir Humphrey Davy ilmuwan Inggris di Amerika menemukan bahan-bahan penyamak yang terdapat pada macam-macam pohon yang banyak tumbuh di Amerika. Hal ini sangat penting untuk mensuplai kebutuhan bahan penyamak dan perkembangan industri di Amerika.

Revolusi penemuan yang terkenal pada abad 19, ialah ditemukannya penyamakan dengan chrome dan alumunium Pengertian Kulit Sebelum mempelajari lebih jauh mengenai struktur jaringan kulit dan bagian kulit yang digunakan, terlebih dahulu kita mempelajari pengertian kulit. Kulit adalah bagian terluar dari struktur manusia, hewan atau tumbuhan.

Kulit yang bisa digunakan dalam pembuatan produk adalah kulit jadi, yaitu kulit yang sudah disamak atau diproses menggunakan bahan kimia dengan takaran dan perhitungan waktu tertentu. Kulit mempunyai sifat dan ciri yang unik yang tidak dimiliki oleh bahan yang lain. Satu lembar kulit bisa memiliki sifat yang tidak sama. Oleh sebab itu, pengetahuan untuk dapat menentukan kualitas kulit sangat diperlukan.

Kulit adalah lapisan luar tubuh binatang yang merupakan suatu kerangka luar, tempat bulu binatang itu tumbuh. Dalam Ensiklopedi Indonesia, dijelaskan bahwa kulit adalah lapisan luar badan yang melindungi badan atau tubuh binatang dari pengaruh-pengaru.h luar. misalnya panas. pengaruh yang bersifat mekanis, kimiawi, serta merupakan alat penghantar suhu.

Pada saat hidup, kulit mempunyai fungsi antara lain -sebagai indra perasa. tempat pengeluaran hasil pembakaran (gegetahan). sebagai pelindung dari kerusakan bakteri kulit, sebagai buffer terhadap pukulan, sebagai penyaring sinar matahari, serta sebagai alat pengatur peralatan tubuh hewan". Seperti telah disampaikan di muka, dalam dunia perkulitan, jika dilihat dari sisi bahannya, dikenal ada dua kelompok besar kulit.

Pertama, kulit yang telah mengalami proses pengolahan penyamakan kulit. yang kemudian disebut leather atau kulit-jadi (kulit tersamak). Jenis kulit ini digunakan sebagai bahan baku industri persepatuan dan nonpersepatuan, yang pada umumnya merupakan barang-barang terpakai (fungsional).

Kedua, kulit yang belum mengalami pengolahan dengan bahan kimiawi. sehingga masih alami dan merupakan bahan mentah.

Jenis kulit yang kedua ini digunakan dalam seni tatah sungging sebagai bahan utama. Kulit yang masih alami ini dalam dunia perkulitan dikenal dengan sebutan kulit perkamen atau kulit mentah. Setiap kulit binatang (hewan). dari jenis yang berbeda. mempunyai sifat dan karakter yang berbeda pula. Oleh karena itu. kulit binatang dapat dibedakan kualitasnya menurut faktor-faktor berikut.

1. Kulit kerbau berbeda dengan kulit sapi (lembu). kulit kambing berbeda dengan kulit domba.
2. Area geografi (asal) ternak.Kulit sapi madura berbeda dengan kulit sapi fries holland.
3. Aktivitas ternak.Kulit sapi perah berbeda dengan kulit sapi potong.
4. Masalah kesehatan ternak
5. Usia ternak.

Berdasarkan faktor -faktor tersebut di atas, tidak semua kulit binatang memenuhi persyaratan sebagai bahan baku industri perkulitan, terutama dalam industri yang mengguna Preparasi Gelatin Kulit yang telah disimpan dalam lemari pendingin dicuci dengan air mengalir. Kulit kemudian direndam dengan air panas 60-700 selama 1-2 menit. Kulit lalu ditiriskan dan dipotong kecil-kecil kemudian dicuci dengan air mengalir. Kulit ditimbang ± 30 gram kemudian direndam dalam larutan asam, yaitu H3PO4 4%, HCl 4%, dan CH3COOH 4%.

Perendaman dilakukan selama 12 jam. Kulit yang telah direndam lalu ditimbang dan dicuci dengan air
mengalir hinga pH menjadi netral (6-7). Kulit diekstrasi dalam waterbath pada suhu 60-700
selama 2 jam dengan perbandingan kulit : air = 1:2. Ekstrak disaring dengan kain katun berlapis
empat untuk menghilangkan kotoran, kemudian diukur filtrat yang diperoleh.

Filtrat kemudian dimasukkan dalam lemari pendingin hingga membentuk gel. Gel lalu dioven dengan suhu 60o selama 24 jam hingga terbentuk lapisan gelatin. Lapisan tipis gelatin yang diperoleh dimasukkan desikator sampai uap panasnya hilang kemudian ditimbang dan dikecilkan ukurannya untuk disimpan dalam wadah yang tertutup rapat. kan bahan kulit alami Kulit segar yang telah disimpan dalam lemari pendingin dicuci terlebih dahulu dengan air mengalir. Kulit lalu ditiriskan dan ditimbang bobotnya (± 30 gram). Besarnya rendemen dapat dihitung dengan metode AOAC:

Rendemen (%) = bobot kering gelatin x 100% bobot bahan segar
Kadar Air Cawan dioven dengan suhu 1050C selama 2 jam untuk menghasilkan cawan yang kering dan
bebas air.
Serbuk gelatin kemudian ditimbang ± 1 gram dan ditaruh dalam cawan yang telah dioven dan diketahui massanya.

Loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 00:09

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.