loading...

Siapakah Sebenarnya Pangeran Sambernyowo?

Posted by

loading...

KISAH PANGERAN SAMBERNYAWA YANG DITAKUTI KOMPENI BELANDA

Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara I merupakan salah satu tokoh di tanah Jawa yang ditakuti Belanda. Dia dijuluki Pangeran Sambernyawa oleh Gubernur VOC, Nicolaas Hartingh.

Julukan itu disematkan karena dalam setiap pertempuran, Pangeran Sambernyawa--ada juga yang menyebut dengan Sambernyowo--selalu membunuh banyak pasukan Belanda. Ada tiga pertempuran paling dahsyat yang dilakukan Pangeran Sambernyawa dan anak buahnya.

Salah satunya dalam satu kali pertempuran, dia menghabisi 600 orang tentara Belanda, sekaligus. Sedangkan dari kubu prajurit yang dia bawa, hanya tiga orang yang meninggal.

Dalam catatan Mangkunegara I diceritakan saat itu Pangeran Sambernyawa sedang berada di sebuah gubuk di perkampungan kecil hutan Sito Kepyak, Rembang, Jawa Tengah. Di sana dia bersama pasukannya singgah untuk rehat sejenak.

Ternyata di gubuk itu, Pangeran Sambernyawa dan pasukannya sudah dikepung oleh tentara Belanda. Tetapi meski sudah dikepung, Pangeran Sambernyawa masih terlihat santai. Malahan masih menyempatkan diri untuk makan.

Di luar gubuk, tentara kompeni semakin banyak mengepung kampung itu. Pangeran Sambernyawa lantas bergegas meninggalkan gubuk. Ditemani pedang saktinya Pangeran Sambernyawa bergerak keluar dari kampung itu. Menggunakan pedangnya, Pangeran Sambernyawa berhasil menewaskan Komandan Detasemen Kompeni Belanda, Kapten Van Den Pol.

Perang tersebut terjadi pada 1756 saat Pangeran Sambernyawa berusia 30 tahun. Selain menewaskan 600 orang, dia juga berhasil membunuh Komandan Detasemen Kompeni Belanda.

Pangeran Sambernyawa dan prajuritnya membawa hasil rampasan berupa mesiu, 120 ekor kuda, 140 pedang, 160 karabin, 130 pistol dan perlengkapan militer lain. Pangeran Sambernyawa berperang sepanjang 16 tahun melawan kekuasaan Mataram dan Belanda. Selama kurun waktu 16 tahun itu, pasukan Pangeran Sambernyawa melakukan pertempuran sebanyak 250 kali.

Selama 1741-1742 dia memimpin laskar Tionghoa untuk melawan Belanda. Kemudian bergabung dengan Pangeran Mangkubumi selama sembilan tahun melawan Mataram dan Belanda tepanya pada 1743-1752.

Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755, sebagai hasil rekayasa Belanda berhasil membelah bumi Mataram menjadi dua, yakni Surakarta dan Yogyakarta. Perjanjian Giyanti itu yang sangat ditentang oleh Pangeran Sambernyawa karena bersifat memecah belah rakyat Mataram.

Selanjutnya, dia berjuang sendirian memimpin pasukan melawan dua Kerajaan Pakubuwono III dan Hamengkubuwono I yang tak lain adalah pamannya, sekaligus mertua sendiri yang dianggapnya berkhianat dan dirajakan oleh VOC.

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 05:16

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.