Impor Daging India Akan Terus Berlanjut Asal "Hati-Hati"?

Posted by

Loading...
Daging Kerbau Asal India Tetap Bisa Masuk Dengan Catatan Prinsip Kehati-hatian, Merujuk Pada Putusan Mahkamah Konstitusi


Import Daging India. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan mengatakan impor daging kerbau asal India masih akan berlanjut. Namun, untuk melakukannya, harus ada definisi jelas mengenai mekanisme kehati-hatian dalam Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan.
Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2014 diujimaterikan di Mahkamah Konstitusi. Pekan lalu, Mahkamah memutuskan perkara itu. Mahkamah menerima permohonan pemohon terkait dengan Pasal 36 E ayat 1 UU Nomor 41 Tahun 2014 saja, tapi pasal itu masih berlaku dengan syarat. Mahkamah memutuskan impor daging dan produk olahannya dapat dilakukan dari zona based, tapi harus dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. Padahal para pemohon menginginkan aturan impor berdasarkan zona dihapus dan diganti menjadi berdasarkan negara.

"Kondisi tertentu yang diminta undang-undang sudah ada, tinggal mekanisme kehati-hatian yang belum ada," ucpa Oke saat ditemui di kantor Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Jakarta, Jakarta Utara, Selasa, 14 Februari 2017.


Menurut Oke, definisi soal mekanisme kehati-hatian dalam melakukan impor di sistem zona based harus diperjelas lebih dulu. Hal itu harus ditetapkan dalam undang-undang tersebut. Jika tidak, pihaknya akan sulit memberi persetujuan impor.


Oke menuturkan sebenarnya hal-hal yang menjadi putusan Mahkamah Konstitusi atas judicial review UU Peternakan sudah dijalankan pemerintah selama ini. Meski dia mengakui, dengan adanya putusan tersebut, Mahkamah mempertegas apa-apa yang sudah dijalankan selama ini.


Hal yang sudah dijalankan selama ini adalah prinsip kehati-hatian. Oke mengatakan pemerintah selama ini tak membuka impor begitu saja. Pemerintah juga mengirim tim untuk mengecek kondisi daging kerbau asal India.


Direktur Utama Perusahaan Umum Bulog Djarot Kusumayakti berujar, pasca-putusan Mahkamah, pihaknya sudah mengirim surat ke pemerintah untuk meminta kejelasan mengenai kelanjutan impor daging dari India.

Menurut Djarot, sampai saat ini, belum ada penugasan lebih lanjut soal impor daging, meski masih ada kewajiban pengiriman daging India sebesar 21 ribu ton. Dia melihat, selama ini, memang aturan sudah ketat soal impor daging India. "Masalahnya (saat ini) mempersepsikan putusan MK."

Sumber: tempo.co



Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:13

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.