loading...

Budidaya Ternak Kelinci, Pakan dan Jenis Kandang

Posted by

loading...

Binatang Kelinci dijinakkan sejak 2000 tahun silam dengan tujuan keindahan, penghasil dgaing, kulit (fur), wol, dan hewan percobaan. Kelinci mempunyai daya adaptasi tubuh yang tinggi sehingga mampu dikembangkan hampir di seluruh dunia. Bahkan, kelinci bisa berkembang di daerah dengan populasi penduduk yang relative tinggi. Sistem pencernaannya sederhana dengan cecum dan usus besar sehingga memungkinkan kelinci dapat memanfaatkan bahan hijauan, rumput dan sejenisnya. Di samping itu, kelinci juga mempunyai kebiasaan makan feses yang sudah dikeluarkan, dikenal dengan istilah coprophagy. Biasanya, hal ini dilakukan pada malam hari dan pagi hari berikutnya (Susilorini, 2008).


Jenis yang umum diternakkan adalah American Chinchilla, Angora, Belgian, Californian, Dutch, English Spot, Flemish Giant, Havana, Himalayan, New Zealand Red, White dan Black, Rex Amerika. Kelinci lokal yang ada sebenarnya berasal dari dari Eropa yang telah bercampur dengan jenis lain hingga sulit dikenali lagi. Jenis New Zealand White dan Californian sangat baik untuk produksi daging, sedangkan Angora baik untuk bulu (Anonimous, 2008).

Kelinci yang sehat memiliki sifat yang lincah, aktif, gerakannya energik, mempunyai nafsu makan tinggi, mata bulat bercahaya, selaput mata bersih, serta pandangan yang jernih dan cerah. Kepala sesuai dengan ukuran badan, berkaki normal, kokoh kuat dan berkuku pendek, badan bulat, dada lebar, dan padat. Jika pemeliharaan bertujuan untuk diambil dagingnya, jenis kelinci yang dipilih yaitu berbobot badan berat, tinggi, dan perdagingan yang baik. Sementara jika bertujuan untuk bulu, harus dipilih yang mempunyai potensi genetic pertumbuhan bulu yang baik. Untuk kedua jenis tujuan tersebut, kelinci harus mempunyai sifat fertilitas yang tinggi, tenang, tidak cacat, bulu tidak kusam, dan aktif bergerak (Susilorini, 2008)
Perkandangan kelinci yaitu kandang dengan ukuran (200x70x70) cm dan tinggi alas 50 cm cukup untuk 12 ekor betina/10 ekor jantan. Kandang anak kelinci berukuran (50x30x45) cm. Seekor kelinci membutuhkan ruang minimal (60×40) cm. Bentuk kandang kelinci bisa dibagi menjadi tiga, yaitu :
  • Kandang Sistem Postal : merupakan kandang tanpa halaman pengumbaran, ditempatkan dalam ruangan, dan cocok untuk kelinci muda.
  • Kandang Sistem Ranch : merupakan kandang dengan halaman pengumbaran.
  • Kandang Baterai : merupakan kandang mirip sangkar berderet, satu sangkar untuk satu ekor dengan konstruksi flatdech battery (berjajar), tier battery (bertingkat), dan pyramidal battery (susun pyramid).
  (Susilorini, 2008).
Kelinci membutuhkan karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin dan air dengan jumlah yang disesuaikan dengan umur, tujuan pemeliharaan, serta kecepatan pertumbuhannya. Pakan dan minum diberikan pada pagi sekitar pukul 10.00. Pakan terbuat dari dedak yang dicampur dengan air. Pukul 13.00 dan 19.00, kelinci diberi rumput. Porsi rumput pada sore hari lebih banyak dibandingkan pagi hari. Pemberian minum sebanyak 4 liter per hari/ekor. Jerami yang diberikan harus berkualitas tinggi, kaya gizi, dan bersih. Pakan hijauan dari tanaman pekarangan hendaknya hanya diberikan pada anak-anak kelinci yang telah berumur lebih dari 3 bulan serta kelinci dewasa. Selain rumput dan jerami, kelinci juga bisa diberi kubis, wortel, kentang,atau ubi jalar. (Susilorini, 2008).

Jenis pakan yang diberikan  pada kelinci meliputi hijauan meliputi rumput lapangan, rumput gajah, sayuran meliputi kol, sawi, kangkung, daun kacang, daun turi dan daun kacang panjang, biji-bijian/pakan penguat meliputi jagung, kacang hijau, padi, kacang tanah, sorghum, dedak dan bungkil-bungkilan. Untuk memenuhi pakan ini perlu pakan tambahan berupa konsentrat yang dapat dibeli di toko pakan ternak (Anonimous, 2008).

loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 20:06

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.