loading...

Berkatalah Yang Baik dan Benar Atau Diamlah!

Posted by

loading...

loading...

Jika tidak bisa berkata yang baik, berkata yang benar, bicara dengan santun dan tidak menyakiti lawan bicara maka diam adalah jauh lebih utama.

Simak nasehat da'i berikut ini semoga bermanfaat.

Allah Swt. berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.” (QS. Al Ahzab [33] : 70-71).

Tidak ada satu katapun yang terlontar dari lisan kita kecuali Allah Swt. mendengarnya. Dan, tidak ada satu kata pun yang kita ucapkan kecuali pasti akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah Swt.

Oleh karena itu, beruntunglah orang yang senantiasa memelihara lisannya untuk tidak berkata kecuali yang benar dan baik saja. Sungguh beruntunglah orang yang memelihara lisannya untuk jauh dari perkataan yang sia-sia dan tiada berguna. Karena, menghindari ucapan yang sia-sia dan tiada berguna adalah ciri dari keimanan kepada Allah Swt.

Saudaraku, sesungguhnya ucapan kita bisa menunjukkan bagaimana kualitas diri kita. Ucapan kita menunjukkan bagaimana isi kita. Seperti moncong teko, ia hanya mengeluarkan apa yang ada di dalam teko. Maka, ketika kita banyak berkata kotor, kasar, tidak berguna, maka kita sebenarnya sedang menjatuhkan kehormatan diri kita sendiri.

Rasulullah Saw. bersabda, “Setiap ucapan bani Adam itu membahayakan dirinya sendiri, kecuali kata-kata berupa amar ma’ruf dan nahyi munkar serta berdzikir kepada Allah Azza wa Jalla.” (HR. Tirmidzi).

Kata-kata itu jika sudah terlontar dari lisan kita, maka ia bagaikan anak panah yang sudah melesat dari busurnya. Ia tak bisa ditarik lagi. Apalagi jika sudah tertancap, maka jika dicabut pun ia akan meninggalkan bekas. Kata-kata yang tidak terjaga, bisa melukai perasaan orang. Dan, jika itu sudah terjadi, meminta maaf pun tidak bisa menghilangkan bekas lukanya. Bagaikan paku yang tertancap di tembok, ketika paku itu dicabut maka bekasnya tetap akan tertinggal di sana.

Oleh sebab itu, hati-hatilah dengan ucapan kita. Hindari celetak-celetuk tak karuan. Kurangi berbicara yang tidak perlu. Karena terlalu banyak berbicara yang tidak perlu akan membuat kita melantur, melebih-lebihkan cerita hingga akhirnya terjebak dalam kubangan dusta.

Aa Gym

loading...
loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 05:05

0 komentar:

Post a Comment

loading...
Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.