Perbedaan DOC Ayam Kampung Crossing dan Murni

Posted by

Loading...
Bagian-bagian Telur dan Fungsinya. Telur terdiri dari atas empat bagian penting, yaitu selaput membran, kerabang, (shell), putih telur (albumen), dan kuning telur (yolk). Masing-masing bagian tersebut tersusun dari beberapa elemen yang berbeda. Bagian tersebut tersusun dari beberapa elemen yang berbeda. Bagian  telur yang berperan penting dalam proses penetasan adalah chalaza. Chalaza merupakan bagian dari putih telur yang mempunyai peran vital sebagai pengikat kuning telur. Chalaza mudah putus jika komposisi putih telur sudah menjadi encer akibat penyimpanan yang lama dan perjalanan jauh dengan perlakuan transportasi yang kasar. Jika chalaza terputus, telur tidak dapat menetas.

Saat ini, banyak ayam kampung yang beredar dipasaran merupakan hasil persilangan dari ayam broiler, ayam petelur, dan ayam lokal. Selain warna bulu ayam yang berbeda, para konsumen akhir biasanya tidak perlu menyukai ayam crossing ini. Meskipun demikian, harga ayam crossing juga terus meningkat karena persediaan ayam kampung yang tidak mencukupi.

Berikut perbedaan karakteristik telur dan DOC ayam kampung crossing  dengan ayam kampung murni.

  1. Telur ayam kampung crossing berwarna cokelat tua dan memiliki bobot 55-65 gram, karena memang berasal dari persilangan ayam kampung dengan ayam ras petelur. Sementara itu, telur ayam kampung berwarna putih agak kecoklatan dengan bobot 40-45 gram.
  2. DOC ayam kampung memiliki bobot 26-33 gram per ekor dan berwarna beragam, sedangkan ayam kampungcrossing memiliki bobot rata-rata 40 gram per ekor dan berwarna putih agak kecokalatan serta ada yang berwarna hitam bercak-bercak.
  3. Ayam crossing memiliki daya tetas lebih baik karena nutrisi, kesehatan dan keseragaman umur induknya terkontrol dengan baik (karena ayam ras petelur dibudidayakan oleh breeding profesional).

Telur berasal dari perkawinan induk jantan dan betina dengan perbandingan maksimum  1:7
Berdasarkan pengalaman, jika jumlah induk betina lebih dari tujuh ekor, maka telur fertil yang dihasilkan tidak lebih dari 85%. Setelah tiga minggu, ayam pejantan yang dikawinkan dengan ayam betina harus diganti dengan ayam pejantan lain yang telah dikarantina sebelumnya. Sementara itu, ayam pejantan yang diganti mendapat giliran untuk dikarantina.
 
Karantina ini dimaksudkan untuk memproduksi sperma yang selalu padat (sehat) melalui pemberian pakan tambahan(extra-feeding) berupa kecambah kacang hijau. Pakan ini diberikan guna mencukupi kebutuhan vitamin E. Disamping itu, perlu ditambahkan juga pakan yang mengandung banyak protein, seperti bungkil kedelai, tepung ikan, dan lain sebagainya.

Selain dengan kawin alami seperti diatas, peternak dapat mengaplikasikan metode inseminasi buatan (IB) atau kawin suntik. metode ini memungkinkan seekor pejantan dapat membuahi telur dari puluhan induk secara efektif dan efisisen . Sekali proses ejakulasi(pengeluaran ) sperma maka  dapat kawin suntik sebanyak 60-80 persen. Sebelumnya sperma dicampur dengan diluter (pengencer). Untuk dapat melakukan IB ini, peternak hendaknya meminta program pelatihan kepada dinas terkait atau Fakultas peternakan setempat.

Telur Berasal dari induk yang sehat.
Telur yang ditetaskan adalah telur yang berasal dari induk-induk yang telah di vaksin secara lengkap dan dipelihara dalam kandang yang bersih.

Ukuran Telur Besar serta Bentuk dan warnanya Seragam
Ukuran telur yang seragam mengindikasikan bahwa telur tersebut dihasilkan dari induk yang unggul, sehat, dan segala kebutuhannya tercukupi. Besar atau kecilnya telur yang dihasilkan tentu berpengaruh terhadap kelangsungan bibit nantinya, dan biasanya konsumen juga lebih menyukai telur aym kampung yang lebih besar.

Loading...
loading...

FOLLOW and JOIN to Get Update!

Social Media Widget SM Widgets




Peternakan dan Herbal Updated at: 19:04

0 komentar:

Post a Comment

Copyright@2014-2016. www.AgrobisnisInfo.com . Powered by Blogger.